Koran Jakarta | November 22 2018
No Comments

Berpikir Sebelum Memutuskan “Resign”

Berpikir Sebelum Memutuskan “Resign”

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Setelah lulus dari pendidikan yang ditempuh bertahun-tahun, salah satu momen bahagia dalam hidup seseorang ketika mendapat pekerjaan pertama kali. Dalam bekerja, ada yang selalu semangat seperti awal-awal, namun tidak sedikit pula yang semangatnya menurun, bahkan hilang karena ketidaknyamanan atau tak sejahtera.

Situasi tersebut dapat mendorong seseorang memutuskan untuk resign atau berhenti yang memang jamak dalam dunia kerja. Namun, ini bisa menjadi dilema kalau belum ada gambaran pekerjaan baru. Belum lagi, kekhawatiran pekerjaan baru tidak sesuai dengan harapan. Maka, dibutuhkan kecermatan dan kematangan keputusan berhenti. Selalu ada yang harus dikorbankan dalam setiap keputusan.

Buku ini membantu para pekerja yang sedang mengalami dilema antara bertahan dan resign. Buku dibagi ke dalam tiga bahasan, yaitu (1) Ketika Fresh Graduate Mencari Kerja, (2) Masa Kantoran, dan (3) Resign Vs Bertahan.

Kaum fresh graduate sebaiknya jangan fokus pada gaji tinggi saat mencari pekerjaan karena pengalaman dan keterampilan yang baik sangat diperlukan untuk pengembangan diri. “Jadilah pribadi yang pantas digaji tinggi. Caranya miliki dan asahlah kompetensi” (hal 28). Ada beberapa tip untuk mencari pekerjaan berbagai bidang yang dapat dipilih.

Pada bagian buku yang berjudul Masa Kantoran, disampaikan saran dan motivasi para pekerja agar dapat menjadi pegawai yang sukses dan berprestasi. Setiap orang menginginkan hidup sukses. Demikian juga para pegawai. Mereka menginginkan posisi dan jabatan tinggi dalam lingkungan kantor. “Sukses itu bukan soal posisi, tetapi bagaimana bisa menjadi inspirasi orang lain dan memberi banyak manfaat orang lain” (hal 99). Jadi ketika sudah bekerja, jadilah pribadi yang profesional.

Untuk mencapai sukses, diperlukan kerja keras, tekun, dan fokus. “Jika ingin diperlakukan istimewa, jadilah spesial” (hal 95). Menjadi istimewa impian banyak orang. Namun hanya mereka yang yakin, fokus, dan tekunlah akhirnya bisa mencapai. Buku ini juga memberi solusi menghadapi permasalahan di lingkungan kerja, seperti cara menghadapi rekan dengan sifat tidak baik: pemalas, penjilat, suka mengadu domba, dan sebagainya.

Pada bagian akhir buku dilampirkan berbagai pertimbangan saat pegawai mengalami dilema antara bertahan atau berhenti. “Cintai yang dikerjakan dan kerjakan yang dicintai, maka itu sudah cukup menjadi alasan untuk bertahan” (hal 153). Sering kali pekerjaan saat ini belum dicintai, tapi menghidupi. Pekerjaan akan menyenangkan kalau menjadi passion. Namun, tidak semua bekerja sesuai dengan passion. Sekarang ada pilihan resign atau berusaha mencintai pekerjaan. Apabila memutuskan resign, harus sudah mempersiapkan secara mental maupun materi. Tujuannya, agar resign dapat dilakukan dengan tenang.

Atau memilih berusaha mencintai pekerjaan, meskipun tidak mudah, namun dapat diupayakan. Posisi sebagai pencari nafkah keluarga dapat menjadi pertimbangan berusaha mencintai pekerjaan. Pada saat mengalami dilema perlu diingat kembali alasan bekerja. “Ketika terlintas untuk menyerah, pikirkan kembali untuk apa memulai” (hal 194).


Diresensi Siti Nuryanti,  S1 Ekonomi Unsoed Purwokerto

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment