Bermain Salju seperti di Antartika | Koran Jakarta
Koran Jakarta | December 11 2019
No Comments
Panama Park Bandung

Bermain Salju seperti di Antartika

Bermain Salju seperti di Antartika

Foto : FOTO-FOTO: KORAN JAKARTA/TEGUH RAHARDJO
A   A   A   Pengaturan Font

Awal Juni 2019, satu lagi lokasi kekinian yang ramai dibicarakan dan menjadi hits di Kota Bandung muncul. Lokasinya di perbatasan Kota Bandung dengan Kota Cimahi, yakni di Jalan Jenderal Sudirman 825.

Dari titik lokasi 825 inilah tem­pat itu kemudian dinamakan Panama, yakni singkatan dari delapan dua lima. Yang menjadikan Panama Park ini cepat dikenal dan banyak dikunjungi adalah adanya satu wahana unik yang baru di Kota Bandung, yakni ruangan bersalju.

Di Kota Bandung sebenarnya ada mal yang juga memiliki fasilitas lantai es untuk ice lining, yakni Paris van Java di Jalan Setiabudi. Lokasinya lumayan luas, namun yang memiliki keahlian bermain ice lining atau ice skate saja yang bisa menikmatinya.

Nah di Panama Park, semua orang bisa menikmatinya, dari berbagai umur, asal kuat saja menahan dinginnya.

Lokasi selfie kekinian di Kota Band­ung ini beroperasi mulai pukul 10.00 hingga 21.00 WIB. Namun sebelum jad­wal buka, rupanya sudah ada puluhan calon pengunjung yang rela antre di depan pintu masuk.

Seperti saat Koran Jakarta menyam­bangi, pengunjung rela untuk berdiri menunggu pintu dibuka. Saat dibuka, mereka berebutan untuk berbaris di depan loket atau mengisi kartu game master.

Untuk masuk ke lokasi itu memang menggunakan transaksi non tunai dengan menggunakan kartu game master. Menurut Ramdan, pengelola Panama Park Bandung, tidak ada tarif khusus untuk masuk ke lokasi, namun ada harga yang harus dibayar jika ingin menikmati sejumlah fasilitas bermain di dalamnya.

“Satu orang satu kartu, minimal saldo dua ribu rupiah bisa masuk, melihat-lihat di dalam. Tapi untuk menikmati fasilitas termasuk rumah salju atau snow park, harus menggesek kartu. Tarifnya 35 ribu weekday dan 50 ribu weekend,” ujarnya ditemui di lokasi belum lama ini.

Snow park ada di bagian paling depan dari wahana bermain itu. Ru­angannya memang tidak terlalu besar, sehingga pengelola menetapkan maksi­mal 40 orang untuk sekali sesi bermain, dengan waktu maksimal 30 menit.

“Memang kalau weekend antrean panjang, maklum giliran setiap 30 menit, tapi sembari menunggu, pen­gunjung biasanya menikmati wahana permainan lainnya,” jelas Ramdan.

Di Tengah Suhu Minus 7 Derajat

Setelah cukup lama menunggu, akhirnya giliran untuk masuk dan menik­mati suasana dingin dan salju. Tetapi sebelum mulai masuk, setiap pengun­jung wajib mengenakan seragam yang disediakan pengelola.

Seragam wajib dipakai karena suhu di dalam ruangan mencapai minus 7 derajat, sama seperti suhu negara-neg­ara bersalju yang sedang mengalami musim salju.

Seragam yang dipakai adalah jaket tebal, kemudian wajib memakai kaos kaki agar tidak lecet saat memakai sepatu boot. Jaket yang dipakai cukup tebal namun lumayan nyaman, dengan ukuran menyesuaikan badan pengun­jung.

Sementara sepatu boot wajib dipak­ai untuk menghindari terpeleset. Sebab memang perlu sepatu khusus untuk bisa bermain di lantai yang seluruhnya dilapisi dengan es tebal yang licin. Lalu apa saja yang bisa dilakukan di dalam snow park?

Sesaat masuk ke dalam ruangan pengunjung akan terpesona dengan salju yang terbang turun dari bagian atas. Menurut Ramdan, perlu alat khu­sus untuk dapat menciptakan kapas-kapas salju. Salju yang terbang benar-benar butiran es yang lembut, bukan salju buatan. Anak-anak nampak ceria menikmati butiran salju yang terbang dan berusaha menangkap.

Ada peralatan untuk membuat berb­agai bentuk dari salju yang bisa dipakai. Bisa membuat kotak atau bulatan salju, atau membuat orang-orangan dari salju.

Lalu ada juga permainan seluncuran yang disiapkan pengelola. Sebuah patung beruang juga menjadi titik yang banyak disukai untuk berfoto. Ada pula rumah dari es seperti rumah eskimo dan rumah kayu yang juga menjadi latar untuk selfie.

Meski disediakan waktu hingga 30 menit, namun dengan suhu yang mencapai minus 7 derajat Celcius, pengunjung sudah akan merasa sangat kedinginan. Sehingga tidak banyak yang berlama-lama di dalam snow park, dan memilih untuk menyudahi, tentunya setelah puas berfoto. Bergaya seakan-akan sedang berada di Antar­tika. tgh/R-1

Bermain Peran Sesuai Cita-cita

Selain snow park, di tempat ini banyak pula wahana permainan di mana keban­yakan untuk anak-anak. Mulai permain­an korsel pasar malam, hingga permainan interaktif dengan teknologi terkini.

Pengunjung anak-anak juga bisa bermain peran sesuai cita-citanya. Misalnya jika ingin menjadi polisi, maka bisa mencoba untuk berpakaian seperti polisi dan mengendarai mobil patroli. Ada rumah-rumah kecil mirip perkantoran yang di bagian depannya tertulis jenis pekerjaan.

Ada juga peran sebagai pemadam ke­bakaran. Anak-anak bisa mencoba untuk mengenakan baju pemadam kebakaran yang serba orange. Selain mengenakan baju, anak-anak juga akan diarahkan untuk berbaur dengan peran lainnya sesuai tugas masing-masing.

Ada juga rumah yang menyediakan ber­bagai kostum unik seperti putri salju, atau baju-baju kerajaan, semuanya berukuran kecil karena memang diperuntukkan bagi anak-anak.

Meski terlihat sempit dari bagian depan, namun saat masuk hingga ke bagian be­lakang, ada puluhan jenis permainan edukatif yang dapat dinikmati pengunjung. Sebagian besar adalah permainan untuk anak-anak. tgh/R-1

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment