Berharap pada Tenaga Medis | Koran Jakarta
Koran Jakarta | April 9 2020
No Comments
PERSPEKTIF

Berharap pada Tenaga Medis

Berharap pada Tenaga Medis

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font

Wabah virus korona jenis baru atau Covid-19 terus memakan korban. Tak ada yang bisa memprediksi kapan berhentinya. Kini, harapan bergantung pada tenaga kesehatan untuk bisa menangani penderita penyakit menular yang mematikan ini. Ya, petugas kesehatan adalah garda terdepan dan dituntut untuk siaga menangani virus. Hanya, mereka juga manusia. Kemampuan mereka sangat bergantung pada waktu dan tempat. Jika pasien terus bertambah, kemampuan tenaga kesehatan pun menjadi berkurang. Sebab, rasio tenaga medis dan jumlah korban Covid-19 tak sebanding.

Tak cuma itu, para tenaga medis, baik dokter maupun perawat, di fasilitas kesehatan yang menangani Covid-19 mengeluhkan kurangnya alat pelindung diri (APD). Padahal, tenaga kesehatan mesti dilindungi dan diberi APD memadai karena perannya strategis dalam penanganan Covid-19. Kalau tidak dilindungi, kemudian banyak petugas kesehatan tertular dan diobservasi selama 14 hari atau diisolasi, efek domino akan timbul, berkurangnya jumlah petugas kesehatan.

Kita patut prihatin dengan adanya tenaga kesehatan yang kini positif Covid-19. Kita berdoa agar mereka cepat pulih dan segara bisa beraktivitas kembali.  Untuk itu, perintah Presiden Joko Widodo kepada menterinya untuk menyiapkan alokasi insentif bagi perawat, dokter, dan seluruh jajaran di rumah sakit yang menangani pasien Covid-19 mesti segera direalisasikan.

Jokowi minta agar ada perlindungan maksimal untuk semua tenaga medis yang melayani pasien virus Covid-19. Kepala Negara menekankan seluruh jajaran tenaga medis adalah pihak-pihak yang paling dekat dengan pasien yang terinfeksi virus Covid-19 sehingga rawan tertular. Dikatakan, seluruh tenaga medis menjadi garda terdepan bangsa untuk mencegah penularan lebih luas Covid-19 dan mesti dilindungi  maksimal.

Menteri Keuangan Sri Mulyani sudah menyiapkan dana 6,1 triliun rupiah untuk mereka. Dana ini untuk asuransi dan santunan tenaga medis yang sekarang ada di depan menghadapi risiko paling besar Covid-19. Selain itu, pemerintah telah memprioritaskan APBN 2020 untuk kesehatan masyarakat. Dia juga menyatakan sektor kesehatan akan masuk dalam paket kebijakan fiskal jilid ketiga. Selanjutnya jaring pengaman sosial (social safety net) untuk masyarakat, dan ketiga dukungan pemerintah untuk industri usaha terdampak.

Untuk kesehatan, pemerintah akan meningkatkan ketersedian alat-alat medis, alat-alat pelindung diri, masker, hingga pembersih tangan (hand sanitizer) dan meningkatkan kapasitas rumah sakit untuk menangani virus korona. Lebih dari itu, kita berharap tambahan tenaga kesehatan segera mungkin untuk mendukung kian bertambahnya korban Covid-19. Upaya sejumlah lembaga membuka lowongan petugas kesehatan mesti segera cepat terealisasi, terutama tenaga perawat. Namun, mekanismenya jangan terpusat agar ada pemerataan di daerah.

Kita juga berharap adanya relawan tenaga medis untuk membantu penanggulangan wabah Covid-19 yang kian meluas dan terbatasnya petugas kesehatan. Hanya, relawan ini mesti mematuhi standar dan prosedur operasional penanggulangan wabah Covid-19. Pemerintah sebaiknya minta bantuan negara-negara maju dan lembaga internasional untuk membiayai penanggulangan wabah Covid-19.

Bantuan itu diperlukan karena kondisi keuangan negara sedang defisit sehingga sangat mendesak untuk stabilisasi ekonomi, kebutuhan teknis, dan medis. Di saat krisis kesehatan ini, apa pun mesti dilakukan untuk mencegah Covid-19 meluas.

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment