Koran Jakarta | October 18 2019
No Comments
KESRA

Bentuk Karakter Siswa melalui Seni Budaya

Bentuk Karakter Siswa melalui Seni Budaya

Foto : KORAN JAKARTA/M ADEN MA'RUF
KARYA SISWA | Siswa melihat salah satu lukisan karya siswa SMA Labschool Jakarta dalam Pameran Lukisan Karya Siswa 2019, di Jakarta, akhir pekan lalu.
A   A   A   Pengaturan Font

Belajar tak harus selalu di ruang kelas dengan mengejar nilai kognitif tinggi, dan hanya mengasah aspek pengetahuan saja. Ke­giatan belajar harus juga mem­berikan ruang kreativitas yang besar bagi para peserta didik.

Itulah yang dilakukan SMA Labschool Jakarta saat mengadakan kegiatan seni rupa berupa Pameran Lukisan Karya Siswa 2019 bertema Menjadi Manusia: Pemerian Hati Nurani.

Pameran diikuti oleh 29 siswa dan siswi Kelas XII (12) SMA Labschool Jakarta, ber­langsung 13 Juli-19 Juli 2019, di Museum Seni Rupa dan Kera­mik Kota Tua. Dalam gelaran ini, SMA Labschool mendesain program tahunan sebagai wa­dah pemberdayaan kreativitas dan otak kanan para siswa.

Guru seni rupa SMA Lab­school Jakarta yang bertindak sebagai pembimbing kegiat­an, Saffa Inayati, menjelaskan kegiatan ini sudah menginjak tahun ke lima. Kegiatan ini berdampak yang positif dalam membentuk karakter siswa, termasuk menginspirasi mere­ka untuk mencipta karya.

“Tujuan paling utama dan paling mendasar kegiat­an kreatif ini adalah tidak bisa dipungkiri lagi peranan seni budaya terhadap pem­bentukan karakter pribadi siswa yang harmonis, dengan memadukan unsur estetika, logika, kinestetika dan etika se­orang siswa dalam era milenial sangat dibutuhkan,” ujar Saffa di sela-sela kegiatan pameran, di Jakarta, akhir pekan lalu.

Di era Revolusi Industri 4.0 ini, perpaduan berbagai keil­muan dan keterampilan sangat dibutuhkan dunia kerja. Dunia kerja, membutuhkan insan-in­san kreatif dan aktif mencipta karya. “Di situ peran penting seni budaya,” tambahnya.

Kepala SMA Labschool Jakarta, Suprano Sastro, me­nyebut Pameran Seni Lukis ini hanyalah sebagian bentuk ke­giatan kecil dari begitu banyak kegiatan seni lainnya.

“Pameran ini memberi­kan kesempatan bagi siswa memiliki portofolio karya, sehingga karya lukisannya bisa dinikmati oleh publik, tak hanya dipajang di ruang kelas yang dinikmati secara terba­tas. Melalui apresiasi ini akan memacu para siswa untuk terus kreatif, berkarya di ke­mudian harinya,” harapnya.

Direktur Jenderal Kebuda­yaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendik­bud), Hilmar Farid, meng­apresiasi program tahunan SMA Labschool Jakarta ini. Ia mengatakan Labschool adalah sekolah umum, bukan sekolah desain atau vokasional, namun tetap memberikan ruang krea­tif di bidang kesenian kepada para siswanya.

Ia berpesan kepada para siswa untuk menjadi seniman, pelukis, desainer, dan sejenis­nya. “Para siswa juga tidak melulu harus mengejar profesi yang sudah biasa, seperti dokter, pengacara, dan dosen,” pungkasnya. ruf/E-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment