Koran Jakarta | October 22 2017
No Comments
Teknologi Informasi

Bekali Anak Keterampilan Abad 21 Sejak Dini

Bekali Anak Keterampilan Abad 21 Sejak Dini

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - Dunia pendidikan perlu mengenalkan keterampilan abad 21 sejak dini kepada anak-anak. Indonesia merupakan salah satu negara yang tertinggal dalam membekali sumber daya manusianya dengan kemampuan teknologi.

Pengamat pendidikan dari Eduspec Indonesia, Indra Charismiadji, mengatakan keterampilan abad 21 yang perlu diperkenalkan sejak dini di antaranya di bidang teknologi informasi. “Seperti memperkenalkan keterampilan coding (pemrograman) sejak dini, itu sangat baik untuk masa depan anak-anak,” katanya.

Keterampilan abad 21, terutama pemrograman, dapat membantu anak untuk dapat berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif. Di samping itu, memperkenalkan anak dengan coding dapat mengurangi dampak buruk dari penggunaan gawai pada anak.

“Selama ini gawai dinilai banyak negatifnya bagi anak, padahal jika diarahkan pada hal positif seperti pemrograman, gawai bisa menjadi media pembelajaran yang positif,” tegas Indra.

Ia mengatakan anak-anak yang sudah memiliki keterampilan coding juga dapat mengikuti ajang kompetisi. Salah satunya adalah We- Code, yang merupakan bagian dari kompetisi WeCode internasional yang akan digelar Desember 2016 di Kuala Lumpur. “Jadi, pemenang WeCode nasional ini akan dikirim untuk bertanding ke tingkat Internasional,” jelasnya.

Ajang kompetisi coding bergengsi ini sudah memasuki tahun ke-3 penyelenggataannya. Setidaknya ada 12 negara yang akan mengirim perwakilannya untuk mengikuti lomba tersebut, di antaranya Malaysia, Singapura, Filipina, Vietnam, Thailand, dan Tiongkok.

Menurut Indra, kemampuan coding anak-anak Indonesia sebenarnya sudah sedikit tertinggal dibanding anak-anak internasional. Namun, Indea melihat potensi yang dimiliki putra-putri Indonesia untuk coding sangat tinggi. “Di Luar negeri coding bahkan sudah masuk ke kurikulum nasional,” ungkapnya.

Koordinator Komputer Sains Eduspec Indonesia, Jose Rizal, mengatakan kompetisi WeCode ini digelar serentak di lima negara, yakni Indonesia, Malaysia, Vietnam, Filipina, dan Thailand.

Penilaian dari lomba ini akan melihat unsur kreasi, kreativitas, originalitas, dan juga ide dasar yang digunakan. “Jadi, belajar pemrograman mampu membangun karakter anak sebagai problem solver” kata Jose.

Pola pembelajaran pemrograman untuk anak sendiri tidak selalu berada di depan komputer atau gawai, namun juga mengombinasikan dengan model pembelajaran sederhana yang dilakukan di luar kelas.

Lapangan Pekerjaan

Sementara itu, Director of Student Recruitment, Sampoerna Academy and Sampoerna University, Edy Hendry, menambahkan, lapangan pekerjaan bagi SDM yang menguasai keterampilan abad 21 seperti TI sangat luas.

“Ke depan akan semakin banyak lapangan kerja yang menuntut kemampuan TI, hal yang dulu terlewat dan tidak terprediksi oleh kita. Sekarang belum terlambat untuk menyiapkannya,” tegas Edy. n cit/E-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment