Koran Jakarta | August 21 2019
No Comments
Prospek Bisnis - BEI pada 2018 Membukukan Pendapatan Usaha Rp1,35 Triliun

BEI Jadi Bursa Teraktif di Asean

BEI Jadi Bursa Teraktif di Asean

Foto : KORAN JAKARTA/WAHYU AP
RUPS BEI - Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi (tengah) bersama jajaran direksi menyampaikan keterangan pers usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Jakarta, Rabu (26/6). BEI pada 2018 mengantongi laba bersih 265 miliar rupiah, menurun 14,5 persen dibandingkan laba bersih BEI 2017 sebesar 310 miliar rupiah.
A   A   A   Pengaturan Font
Tahun 2018 merupakan tahun yang penuh tantangan bagi pelaku pasar modal Indonesia tak terkecuali bagi PT Bursa Efek Indonesia (BEI).

JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) mengklaim menjadi bursa atau pasar modal teraktif yang mencatatkan perusahaan tercatat dengan melakukan penawaran saham perdana (Initial Public Offering/ IPO). Bahkan capaian BEI telah melampaui negara tetangga di kawasan Asean.

Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, mengatakan BEI berhasil memfasilitasi 57 perusahaan tercatat pada tahun 2018. Ini merupakan rekor dan pencapaian tertinggi sejak privatisasi dalam 26 tahun terakhir, serta menjadi bursa yang terbanyak mencatatkan IPO di kawasan Asean, yakni mencapai 57 perusahaan, kemudian Malaysia 22 perusahaan, Thailand 19 perusahaan, Singapura 17 perusahaan, Vietnam 35 perusahaan, dan Filipina satu perusahaan tercatat.

“Pertumbuhan jumlah perusahaan tercatat sangat positif mengingat selama kurun waktu tahun 2014 sampai dengan April 2019 mencapai 24,3 persen, sementara Thailand sebesar 15,5 persen, Filipina 1,5 persen, dan Malaysia 1,0 persen, bahkan Singapura mengalami penurunan sebesar 4,5 persen,” ungkapnya, di Jakarta, Rabu (26/6).

Menurut Inarno, tahun 2018 merupakan tahun yang penuh tantangan bagi pelaku pasar modal Indonesia, tak terkecuali bagi BEI. Prestasi dan pencapaian yang diperoleh ini merupakan salah satu cerminan respons pasar yang positif dan optimis ke depannya. “Tantangan dan peluang yang ada terus kami hadapi dengan tetap menorehkan prestasi yang tentunya tidak terlepas dari peran serta para stakeholders,” kata dia.

Dari segi perdagangan, BEI berhasil menjadi bursa yang mencapai jumlah frekuensi transaksi harian saham tertinggi di kawasan ASEAN. Di tahun 2018, rata-rata transaksi harian BEI mencapai 387 ribu transaksi per hari, lebih unggul dari Thailand yakni 342 ribu transaksi per hari. Kemudian, sampai dengan April 2019, BEI tetap unggul dengan rata-rata frekuensi harian saham mencapai 436 ribu transaksi per hari.

Sementara itu, pada 2018 total jumlah investor di pasar modal Indonesia mencapai 1,6 juta atau mengalami pertumbuhan sebesar 44 persen dari tahun 2017 yang sebanyak 1,1 juta. Sementara pada periode sama, investor saham telah mencapai 854 ribu atau naik 36 persen, dibandingkan tahun 2017 sebanyak 630 ribu. Per Mei 2019, jumlah investor pasar modal Indonesia mencapai 1,9 juta dengan investor saham mencapai 952 ribu.

 

Pendapatan Meningkat

 

Pada tahun 2018, BEI berhasil membukukan pendapatan usaha meningkat 12,6 persen atau sebesar 1,35 triliun rupiah dari tahun 2017 yakni 1,20 triliun rupiah. Secara keseluruhan jumlah total pendapatan meningkat 5,74 persen atau sebesar 1,53 triliun rupiah dari tahun 2017 yakni 1,45 triliun rupiah. Jumlah beban di tahun 2018 meningkat 12,33 persen menjadi 1,26 triliun rupiah dari tahun 2017.

Kenaikan beban ini dipengaruhi oleh kenaikan biaya penyusutan, seiring adanya Pembaruan Sistem Perdagangan dan Data Centre baru. Meski terdapat kenaikan beban, Perusahaan tetap berhasil melakukan efektivitas penggunaan anggaran sehingga Perusahaan masih mencatatkan pertumbuhan laba bersih tahun berjalan mencapai 265 miliar rupiah di tahun 2018.

Akan tetapi dari sisi total aset mengalami 18 persen atau sebesar 6,8 triliun rupiah dari tahun 2017, dipengaruhi oleh adanya penurunan piutang penyelesaian transaksi bursa sebesar 44,81 persen. Total kewajiban perusahaan (liabilitas) sebesar 2,9 triliun rupiah atau turun 38 persen dengan komponen utama penurunan berasal dari liabilitas penyelesaian transaksi Bursa. 

 

yni/AR-2

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment