Koran Jakarta | October 22 2017
No Comments

Bayar dari Ponsel Bakal Jadi Tren

Bayar dari Ponsel Bakal Jadi Tren

Foto : istimewa
Sistem pembayaran QR Pay akan menggantikan mesin electronic data capture (EDC) yang saat ini digunakan sebagai sarana alat pembayaran dengan menggunakan kartu.
A   A   A   Pengaturan Font

Pembayaran dengan ponsel dengan meman­faatkan teknologi QR(Quick response) akan menjadi tren. Teknologi pengganti mesin EDC membuat transaksi lebih cepat untuk beragam kebutuhan, tanpa perlu kartu pem­bayaran.

Pembayaran melalui ponsel akan me­nurut laporan GfK menjadi salah satu tren teknologi pada 2017 ini. Laporan Trend Tech lembaga riset tersebut, menjelaskan pembayaran melaui ponsel tengah membuat terobosan besar di ASEAN dengan popul­ernya aplikasi belanja.

Sebuah studi GfK, berta­juk The Connected Asian Consumer, melaporkan bahwa konsumen di Sin­gapura dan Indonesia cukup sering menggu­nakan aplikasi-aplikasi belanja online (ma­sing-masing mencapai 37 dan 35 persen).

Faktor yang berkontri­busi dalam pertumbuhan ini termasuk harga smartphone yang terjangkau, besarnya populasi kaum muda yang mengerti teknologi serta upaya pemerintah dan para operator telekomunikasi untuk mem­perluas dan meningkatkan jaringan high-speed wireless mereka.

Laporan Frost & Sullivan, sistem pembayaran dengan menggunakan ponsel di Asia Pasifik saat ini dipimpin negara Jepang, Korea Sela­tan, Australia, Singapura dan China.

Kebijakan untuk pen­ciptaan masyarakat nir -kas di seluruh Asia Pacific akan membantu membentuk pasar sebesar 71.9 miliar dolar dan mencapai 271.5 miliar dolar AS pada tahun 2021 di luar China dan India.

“Metode nir-kas (cashless ) dianggap sebagai katalis untuk pasar pembayaran bergerak. Hal ini dirorong dari pertum­buhan penetrasi penggunaan ponsel pintar di wilayah ini,” ujar Digital Transformation Practice, Frost & Sullivan, Mei Lee Quah, Se­nin (2/10).

Mei menguraikan, pemba­yaran dengan ponsel didorong juga oleh standardisasi arus pembayaran, tingkat keamanan, privasi data, dan kepraktisan. “Tantangannya adalah mem­berikan solusi non tunai kepada warga miskin, para lansia, warga dengan keterbatasan, dan warga yang tinggal di daerah pedesaan,” ujar Mei.

Salah satu bank yang siap meluncurkan sistem pemba­yaran dengan ponsel adalah PT Bank Tabungan Negara (BTN). Bank plat merah meng­gunakan sistem sensor pem­bayaran QuickResponse (QR) Pay yang akan diluncurkan ke pelanggan sebentar lagi.

Sistem pem­bayaran QR Pay akan menggantikan mesin electronic data capture (EDC) yang saat ini digunakan sebagai sa­rana alat pembayaran dengan menggunakan kartu. Sistem QR Pay merupakan sistem pembayaran yang dilakukan melalui ponsel pintar dengan melakukan pemindaian kode QR(Quick Response), setelah mengunduh aplikasinya.

Agar sistemnya bisa ber­manfaat, Direktur Jaringan & Distribusi BTN Budi Satria menyatakan pihaknya sedang menjajaki kerja sama dengan berbagai merchant untuk menyukseskan peluncuran QR Pay. “BTN juga terus mengedukasi nasabahnya agar memanfaatkan layanan mobile banking,” ujar dia.

Bukan hanya untuk ka­langan menengah sistem pembayaran mobile QR code bisa membantu pedagang ke­cil dalam melakukan transaksi. Selain tidak butuh investasi besar, memungkinkan transak­si berlangsung cepat, mudah, dan praktis.

Sistem pembayaran dengan menggunakan perangkat ponsel pintar ini dengan cara memindai kode QR yang dise­diakan penjual. Kelebihannya kode QR mampu menekan biaya, menghemat waktu pelayanan, dan menjamin ke­amanan uang.

Prosesnya cukup mudah, yaitu kode QR dipindai dengan smartphone. Setelah kode dip­indai maka akan muncul biaya yang harus dibayar. Setelah mentap tombol bayar untuk mengkonfirmasi pembayaran selanjutnya akan muncul layar notifikasi yang menyatakan pembayaran berhasil.

Syaratnya tentu saja penjual dan pengguna memiliki akun sistem pembayaran dari layan­an mobil payment yang sama. “Pay by QR memungkinkan pengguna smartphone untuk melakukan transaksi pemba­yaran dengan aman, cepat, dan mudah hanya dengan meng­gunakan satu layanan aplikasi yang diberikan oleh Dimo,” ujar CEO Dimo Pay Brata Rafly di Jakarta baru-baru ini.

Brata menilai sistem pemba­yaran dengan kode QR ke de­pan akan meningkat. Menurut data Kementrian Komonikasi dan Informatika pada 2015 lalu penetrasi ponsel pintar telah mencapai 128 persen diprediksi akan memberikan peluang bagi transaksi jenis ini.

Brata menilai solusi pembayara kode QR dapat membuka peluang bagi para pelaku usaha. Bagi bank dan penyedia transaksi uang elektronik model ini dapat membantu dalam meningkatkan jumlah transaksi. hay/E-6

 

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment