Koran Jakarta | August 21 2019
No Comments
Pemilu Serentak | Penghitungan Suara Harus Dikawal

Bawaslu Ajak Kaum Muda Awasi Pemilu

Bawaslu Ajak Kaum Muda Awasi Pemilu

Foto : KORAN JAKARTA/TRISNO JULIANTORO
DISKUSI PEMILU | Dari kiri: Titi Anggraini (Direktur Eksekutif Perludem), Lia Toriana (Founder Youth Proactive), Ketut Yoga (Co-Founder Kok Bisa), Fritz Edward Siregar (Komisioner Bawaslu), Mahardhika (Peneliti Perludem), saat Diskusi Publik ‘Menjadi Pemilih Pintar dengan Bekal Informasi Memadai’, di Graha Niaga Thamrin, Jakarta, Selasa (19/2).
A   A   A   Pengaturan Font
Untuk menghasilkan pemimpin berkualitas dari proses Pemilu, maka para pemilih harus lebih cerdas menggunakan hak pilihnya.

 

JAKARTA – Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Fritz Edward Siregar mengajak seluruh masyarakat yang memiliki hak pilih, khususnya generasi muda, untuk peduli dan fokus terhadap proses penyelenggaraan Pemilu, khususnya mengawasi praktik-praktik dugaan pelanggaran tindak pidana Pemilu

“Saya mengajak generasi muda untuk aware dan fokus, bagaimana caranya ketika mereka menemukan kasus, mereka bisa melaporkan langsung ke Bawaslu,” kata Fritz saat diskusi publik ‘Menjadi Pemilih Pintar dengan Bekal Informasi Memadai’, di Auditorium Kedasi, Graha Niaga Thamrin, Jakarta, Selasa (19/2).

Fritz menuturkan, salah satu tujuan Pemilu adalah agar masyarakat mengetahui siapa yang akan memimpin dan akan jadi apa bangsa Indonesia ke depan, mengetahui siapa yang akan mewakili suaranya di parlemen, serta dapat memilih orang-orang yang memiliki kapasitas di bidang tersebut.

Founder Youth Proactive, Lia Toriana, sepakat dengan Fritz agar generasi muda untuk aktif peduli terhadap proses penyelenggaraan Pemilu. Namun, ia mengingatkan agar jangan penyelenggaraan Pemilu saja yang dikawal, melainkan pasca Pemilu, sehingga nantinya calon yang terpilih dapat melaksanakan janji-janji kampanye dan tugasnya dengan baik.

“Setelah Pemilu, mau ngapain, pemberdayaan politik inilah yang sangat penting menjadi keberlanjutan dari kontestasi Pemilu itu sendiri,” katanya.

Sementara itu, Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) bekerja sama dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Google Indonesia, Cek Fakta, rumahpemilu.org, dan Kok Bisa, resmi meluncurkan Pintar Memilih. Pintar Memilih adalah platform pendidikan pemilih berbasis web yang menyediakan informasi proses dan tahapan Pemilu 2019.

Pintar Memilih dapat diakses secara gratis di http://pintarmemilih. id. “Pintar Memilih menyediakan informasi Pemilu 2019 yang merupakan pemilu pertama dalam sejarah yang penyelenggaraan pemilihan presiden, DPR, DPRD, dan DPD dilakukan secara serentak di hari yang sama. Pintar Memilih hadir agar pemilih datang ke tempat pemungutan suara (TPS) dengan bekal informasi memadai,” kata Direktur Eksekutif Perludem, Titi Anggraini.

Saat ini, lanjut Titi, Pintar Memilih menyediakan informasi calon anggota legislatif (caleg) melalui fitur “Kenali Calon Wakil Rakyat.” Dengan memasukkan kota tempat tinggal pada kolom pencarian yang disediakan, pengguna akan langsung disuguhkan informasi caleg sesuai dengan daerah pemilihan (dapil) tempat alamat tersebut terdaftar.

Senior Analyst Kebijakan Publik dan Hubungan Pemerintah Google Indonesia, Ryan Rahardjo, mengatakan bahwa masyarakat, khususnya milenial yang memiliki tingkat rasa ingin tahu yang tinggi, butuh informasi yang serbaguna dan bermanfaat. Di ranah Pemilu, Ryan mengklaim pihaknya telah memberikan informasi yang tepat bagi pemilih pemula. Mulai dari daftar caleg, info mengenai tanggal Pemilu, debat Pilpres, dan sebagainya. tri/AR-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment