Banyak Daerah Tak Fokus Membangun | Koran Jakarta
Koran Jakarta | September 23 2017
No Comments
Perencanaan Pembangunan

Banyak Daerah Tak Fokus Membangun

Banyak Daerah Tak Fokus Membangun

Foto : Koran Jakarta/M Fachri
Wakil Ketua DPD Nono Sampono (kiri) bersama anggota Pansus RUU Pemilu Achmad Baidowi (tengah), dan pengamat politik Pangi Syarwi Chaniago, menjadi pembicara dalam diskusi dialektika demokrasi, di Kompeks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (27/4). Mereka membahas tentang konflik perebutan kekuasaan di Dewan Perwakilan Daerah (DPD).
A   A   A   Pengaturan Font

Jakarta – Kendala utama yang dihadapi daerah masih seputar tentang pemerataan, keadilan, pertumbuhan ekonomi dan stabilitas. Karena itu yang harus didorong adalah bagaimana daerah bisa lebih fokus dalam merumuskan serta merancang program pembangunannya. Sebab banyak program pembangunannya di daerah yang tidak dapat fokus. “Sangat penting itu skala prioritas, mengurangi ketimpangan, kemiskinan dan angka pengangguran,” kata Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, di Jakarta, Kamis (27/4). Menurut Tjahjo, terkait pembangunan di daerah, arahan Presiden Jokowi sangat jelas.

Presiden minta, antara pemerintah pusat dan daerah bisa terbangun sebuah sinergi. Hal itu sangat penting untuk membangun tata kelola pemerintahan yang efektif dan efisien. Arahan kepala negara lainnya, daerah harus mempercepat reformasi birokrasi, dan memperkuat otonomi daerah. “Kalau merujuk pada catatan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara (Kemenpan) dari 543 Pemda, masih ada 178 Pemda yang arah pembangunannya tidak fokus.

Ini yang akan kita dorong terus supaya fokus,” kata Tjahjo. Sayang saat ditanya daerah mana saja yang arah pembangunannya tidak fokus, Tjahjo enggan menyebutkannya. Namun memang ada daerah yang seperti itu. Setidaknya itu yang dicatat Kemenpan. “Ya jangan sebutlah. Tapi di Menpan ada juga, ini kita dorong supaya lebih fokus, lebih efektif, lebih terbuka dengan e-government , kurangi rawan korupsi, bisa kurangi hambatan yang ada sehingga penyerapan lebih maksimal,” ujarnya.

Kepada daerah yang belum maju, Tjahjo juga meminta agar tidak malu-malu untuk mencontek atau meniru kepada daerah yang sudah maju. Misalnya daerah yang belum menerapkan e-planning, e-budgeting, e-catalog atau sistem pelayanan publik elektronik lainnya bisa berguru kepada daerah seperti Surbaya, Bandung atau DKI Jakarta. Dan jika ingin belajar bagaimana menggenjot dunia pariwisata, bisa belajar ke Banyuwangi. “Jangan malu-malu daerah untuk meniru.

Di Jawa Timur, sudah ada Surabaya, Banyuwangi dan Sidoarjo. Temanteman dari daerah lain bisa belajar pengalaman,” katanya. Tjahjo pun menekankan tentang pentingnya e-planning. Kata dia, hendaknya semua daerah menerapkan itu. Sehingga lewat e-planning, arah pembangunan bisa dirumuskan dengan fokus. Dan, dengan begitu jelas skala prioritasnya. “Saya ingin fokuskan tadi. Untuk gunakan e-planning. Jangan malu tiru Surabaya, Sidoarjo dan Banyuwangi, ini kan mempercepat bagaimana pemerintah melayani masyarakat. Itu yang jadi arahan Pak Presiden. Kalau percepat, tingkat serapannya bagus, memperkuat otonomi daerah,” tuturnya. ags/AR-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment