Bantuan untuk Pekerja Harian Mesti Segera Direalisasikan | Koran Jakarta
Koran Jakarta | April 9 2020
No Comments
Pencegahan Covid-19 I Pemegang Kartu Prakerja Dapat Insentif Rp1 Juta Per Bulan

Bantuan untuk Pekerja Harian Mesti Segera Direalisasikan

Bantuan untuk Pekerja Harian Mesti Segera Direalisasikan

Foto : Sumber: Sekretariat Kabinet Republik Indonesia
A   A   A   Pengaturan Font
Di saat masyarakat mematuhi program pembatasan jarak fisik, bantuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mesti cepat terealisasi.

 

JAKARTA – Kebijakan pemerintah untuk mencegah perlambatan ekonomi serta pembe­rian bantuan bagi masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19 mesti bisa segera direali­sasikan dengan cepat. Sebab, sejumlah masya­rakat yang terkena program pembatasan jarak fisik (physical distancing), terutama kalangan pekerja harian mulai merasakan terjadi penu­runan pendapatan.

Itu terjadi karena mereka sangat bergan­tung kerja harian, seperti pengemudi ojek on­line (ojol) yang tidak mendapatkan pesanan sehingga tidak dapat uang, pendapatan peda­gang kaki lima berkurang karena tidak ada yang membeli, dan buruh harian berhenti bekerja karena proyeknya ditutup.

Ekonom Universitas Muhammadiyah Yog­yakarta, Ahmad Ma’ruf, mengatakan kegiatan perkonomian pada semua sektor menurun dan kapasitas produksi tidak tergunakan karena rantai pasok bahan baku seperti pemasaran produk dan tenaga kerja mengalami penu­runan drastis. “Saat ini seharusnya ketercuku­pan bahan pangan merupakan hal yang harus diupayakan meningkat ataupun minimal pada level stagnan. Namun, soalnya kemudian daya beli juga turun. Di sinilah pentingnya bantuan langsung, terutama untuk kalangan pekerja ha­rian,” katanya saat dihubungi, Rabu (25/3).

Menurut Ma’ruf, kebijakan pemberian ban­tuan mesti segera direalisasikan agar tidak me­nimbulkan gejolak di tengah masyarakat. “Di tengah masyarakat mematuhi program pem­batasan jarak fisik, bantuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mesti cepat terealisasi. Jangan sampai muncul masalah baru, seperti kekurangan pasokan pangan,” ujarnya.

Sebelumnya, Peneliti Pusat Studi Kebijak­an dan Kependudukan (PSKK) UGM, Sukamdi, mengatakan dana khusus penanganan Covid-19 harus prioritas karena untuk dan stimulus bagi banyak kegiatan usaha yang berhenti. “Di sinilah peran pemerintah untuk menyediakan anggaran bagi usaha yang terdampak penghentian eko­nomi sementara ini. Untuk itu, Instruksi Presiden tentang realokasi anggaran untuk penanganan Covid-19 mesti menyentuh kepentingan strategis dan kunci rakyat yang terdampak Covid-19,” kata Sukamdi (Koran Jakarta edisi Senin, 23/3).

Bisa Tenang

Ma’ruf menambahkan, bentuk bantuan lang­sung untuk kalangan pekerja harian bisa be­rupa beras, minyak goreng, dan pangan pokok yang dibutuhkan untuk keluarga. Tujuannya, agar masyarakat yang sangat bergantung pada pendapatan harian tetap sehat. “Kalau mereka lapar, kemudian sakit bisa mudah terinfeksi Co­vid-19. Tapi, kalau mereka disediakan makanan, mereka bisa tenang di rumah walau dua minggu ke depan kegiatan berhenti,” ujarnya.

Pada Selasa (24/3), Presiden Joko Widodo mengumumkan langkah-langkah (lihat info­grafis) pemerintah pusat dan daerah untuk mencegah perlambatan ekonomi serta pembe­rian bantuan bagi masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19.

Salah satu langkah akan dilakukan adalah me­ngerek jumlah insentif bagi penerima kartu prak­erja menjadi satu juta rupiah per bulan dari se­belumnya yang hanya 650 ribu rupiah per bulan. Keputusan ini diberlakukan selama empat bulan guna memitigasi dampak penyebaran virus ko­rona terhadap pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK). Ant/fdl/YK/AR-2

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment