Koran Jakarta | September 16 2019
No Comments
Transmisi Kebijakan Moneter

Bank Seharusnya Turunkan Bunga Kredit

Bank Seharusnya Turunkan Bunga Kredit

Foto : ANTARA/Indrianto Eko Suwarso
Darmin Nasution Menteri Koordinator Bidang Perekonomian
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan suku bunga kredit perbankan seharusnya lebih cepat turun setelah Bank Indonesia (BI) memangkas suku bunga acuan 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) hingga 50 basis poin (bps) dalam dua bulan berturut-turut dalam dua bulan terakhir. “Karena suku bunga kebijakan yang turun, seharusnya arah yang lain juga turun,” kata Darmin di Jakarta, Jumat pekan lalu.

Menurut Darmin, sebenarnya dua regulator, BI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bisa menerapkan langkah lanjutan untuk memastikan transmisi suku bunga kebijakan dapat bergerak lebih cepat ke suku bunga perbankan. Namun, dia memastikan pemerintah juga tidak akan tinggal diam. Pemerintah akan turut mengevaluasi pergerakkan suku bunga perbankan setelah stimulus dari kebijakan suku bunga.

“Regulator itu ada di BI dan OJK. Tetapi pemerintah juga tentu punya peran. Pemerintah memiliki dana banyak (di pasar keuangan). Ekonomi itu saling terkait,” ujar dia. Dampak lain terhadap sektor riil dari pelonggaran suku bunga itu, ujar Darmin, adalah peningkatan investasi untuk sektor riil dan juga investasi portofolio di pasar keuangan.

Mantan Gubernur BI itu tak khawatir penurunan suku bunga acuan akan membuat imbal hasil instrumen keuangan domestik tidak menarik dibanding negara-negara sepadan. Pasalnya, negara-negara maju dan negara sepadan (peers) juga sedang menerapkan rezim penurunan suku bunga. Dengan begitu, dia masih optimistis dengan potensi arus modal asing masuk yang akan digunakan untuk menambal pembiayaan defisit transaksi berjalan.

“Jadi jangan langsung melihatnya bagaimana dampak ke capital inflow (arus modal masuk). Karena negara lain juga sedang mengarah (suku bunga) turun,” ujar dia. Investasi akan meningkat, kata Darmin, karena ekspetasi semakin murahnya pendanaan akan memacu kinerja dunia usaha dari sektor produksi dan ekspor. Hal itu diharapkan menjadi penggerak konsumsi dan investasi di semester II 2019.

 

Sinkronkan Kebijakan

 

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menuturkan pemerintah akan mensinkronkan kebijakan fiskal dengan pelonggaran kebijakan moneter yang sudah dilakukan Bank Sentral.

Dia menyambut baik langkah pelonggaran suku bunga acuan itu sebagai stimulus untuk memanfaatkan momentum pertumbuhan ekonomi. Adapun di kuartal II 2019, pertumbuhan ekonomi baru mencapai 5,05 persen secara tahunan (yoy).

“Jadi policy (kebijakan) yang sudah dilakukan oleh Bank Indonesia akan kita sinkronkan dengan pemerintah, baik fiskal ke depan maupun yang sekarang,” ujar Ani, sapaan akrab Sri Mulyani. 

 

Ant/E-10

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment