Koran Jakarta | September 22 2018
No Comments
Menteri Pariwisata, Arief Yahya, tentang Letusan Gunung Agung di Bali

Bali Kondusif, Silakan Berwisata ke Pulau Dewata

Bali Kondusif, Silakan Berwisata ke Pulau Dewata

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font
Setelah letusan lava pijar, Senin (2/7) malam, Gunung Agung kembali meletus pada Selasa (3/7) pagi. Letusan terjadi sebanyak dua kali. Letusan pertama terjadi pukul 04.13 WITA. Tinggi kolom abu teramati kurang lebih 2.000 meter di atas puncak.

 

Kolom abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat. Sedangkan letusan kedua terjadi pukul 09:28 WITA dengan tinggi kolom abu teramati kurang lebih 2.000 m di atas puncak.

Walau terus mengalamiletusan dalam kurun hampir sepekan terakhir, Gunung Agung masih berada pada status level III (siaga). Bagaimana pengaruh letusan itu terhadap pariwisata di Provinsi Bali, berikut wawancara Koran Jakarta dengan Menteri Pariwisata, Arief Yahya, di Jakarta, Selasa (3/7).

Bagaimana kondisi Bali pascaletusan Gunung Agung yang cenderung meningkat saat ini?

Iya, aktivitas Gunung Agung Bali memang “on” lagi. Pada Senin (2/7), pukul 09.28 WITA, terjadi letusan dengan tinggi kolom abu teramati lebih kurang 2.000 m di atas puncak (± 5.142 m di atas permukaan laut).

Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat. Letusan kembali terjadi pada Senin malam dan berlanjut hingga Selasa (3/7).

Lalu bagaimana dengan suasana Bali saat ini?

Saya memperoleh laporan dari tim Crisis Center, Bali Tourism Hospitality, dan sampai sekarang suasananya kondusif. Memang erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 24 mm dan durasi lebih kurang 3 menit 38 detik. Status Gunung Agung masih di Level III atau Siaga.

Jadi masih aman untuk berwisata ke Bali?

Silakan ke Bali! Suasana Bali oke. Teman-teman netizen juga silakan memposting suasana terkini di Bali. Silakan capture di Kuta, Nusa Dua, Seminyak, Sanur, Ubud, Uluwatu, Nusa Penida, Tanah Lot, dan spot destinasi lain yang tetap ramai dan asyik.

Kondusif, Instagramable, dan makin menarik berwisata ke Pulau Dewata Bali, destinasi terbaik dunia versi TripAdvisor 2017, yang di-review oleh para travellers yang aktif comments di platform paling populer buat wisatawan itu.

Apakah situasi seperti ini pernah terjadi?

Suasana seperti ini sebagai yang biasa dan pernah terjadi. Erupsi pertama, 27 September 2017 lalu juga sempat heboh, tetapi suasana di Bali sendiri tetap kondusif dan nyamannyaman saja.

Situasi on-off seperti ini memang kadang menyulitkan. Tetapi, ya beginilah nature dan culturenya Gunung Agung, seperti Bali ini. Tidak ada yang bisa memprediksi dengan tepat dan pasti, kapan akan terjadi erupsi.

Apa yang harus dilakukan oleh para wisatawan?

Kami meminta para wisatawan dan masyarakat untuk mematuhi rekomendasi yang sudah diumumkan.

Misalnya, mereka yang bermukim di sekitar Gunung Agung, para pendaki dan wisatawan agar tidak melakukan aktivitas di zona radius 4 kilometer dari puncak kawah.

Yang bisa dilakukan adalah antisipasi yang sudah disiapkan industri dan government.

Apakah lokasi tersebut jauh dari objek wisata andalan di Bali?

Lokasi atau kawasan berbahaya itu jauh dari destinasi-destinasi di Bali. Jauh dari Kuta, Sanur, Nusa Dua, Nusa Penida, Tanah Lot, Uluwatu, dan sebagainya.

Bagaimana akses transportasi ke Bali untuk wisatawan?

Sejatinya yang paling terganggu adalah penerbangan, atau airlines. Karena sebaran debu vulkanik itu naik ke udara dan berpotensi mengganggu pesawat.

Kalau di darat maupun di laut, tidak banyak terpengaruh. Karena itu suasananya kondusif. Akan tetapi, hingga hari ini (3/7) Bandara I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, tidak berdampak sehingga tidak ditutup dan semoga saja seterusnya seperti ini.

Tapi ada yang ditutup?

Iya, berdasarkan laporan, Bandar Udara Notohadinegoro, Jember, dan Banyuwangi juga ditutup sebagai dampak aktivitas Gunung Agung. Sesuai NOTAM C7023/18 Bandara Jember ditutup sampai tanggal 03 Juli 2018 Pukul 10.00 WIB.

Sedangkan Bandara Banyuwangi ditutup sampai dengan Tanggal 03 Juli 2018 pukul 09.00 WIB sesuai NOTAM C7021/18.

Informasi perkembangan aktivitas vulkanik Gunung Agung Bali bisa dipantau oleh KESDM, Badan Geologi, PVMBG Pos Pengamatan Gunung Api Agung https://magma. vsi.esdm.go.id/. m zaki alatas/P-4

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment