Koran Jakarta | September 21 2018
No Comments

Aturan Servis Hantui Atlet Indonesia

Aturan Servis Hantui Atlet Indonesia

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

PBSI tetap mengandalkan sektor ganda untuk meraih gelar di All England. Namun, aturan baru mengenai servis bisa jadi akan menjadi kendala terbesar mereka di atas lapangan.

JAKARTA - Ganda putra akan menjadi tumpuan Indonesia meraih gelar pada All England 2018 yang digelar di Birmingham, Inggris, 14-18 Maret ini. Pasangan juara bertahan, Marcus Fernaldi Gideon/ Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, punya harapan naik podium utama.

“Untuk Hendra/Ahsan, saya kira penentuannya di babak kedua, melawan Zhang Nan/Liu Cheng (China). Tetapi mereka juga harus waspada dari babak pertama, lawan pasangan Belanda (Jacco Arends/Ruben Jille), juga harus hati-hati. Kalau bisa lewat babak kedua, ada harapan,” kata pelatih ganda putra, Herry Iman Pierngadi, seperti dilansir situs PBSI, kemarin.

All England menjadi turnamen ketiga Ahsan/Hendra sejak kembali dipasangkan sejak awal 2018. Sebelumnya, mereka turun di India Terbuka dan Jerman Terbuka. Hasilnya, Ahsan/Hendra menjejak babak semifinal.

Sementara itu, Marcus/Kevin berstatus sebagai juara bertahan. Selain itu, mereka juga sangat difavoritkan karena menduduki peringkat satu dunia. “Soal Marcus/Kevin, sebelum saya berangkat ke Jerman, memang masih ada cedera sedikit di tangan Marcus, Kevin juga. Tetapi di sisa persiapan seminggu terakhir, saya rasa sudah membaik, walaupun tidak seratus persen,” ujar Herry.

“Mereka juga tahu dengan kondisi seperti ini, biasanya mereka akan menyiasati dengan perbedaan strategi permainan. Tapi juga kita harus tahu, Marcus/Kevin belum pernah merasakan aturan servis yang baru,” imbuh dia.

Aturan servis baru mulai diterapkan pada All England 2018. Aturan batasan tinggi servis ini mengharuskan saat pertemuan shuttlecock dan kepala raket (impact), tidak boleh lebih tinggi dari 115 cm. Sebelumnya, tinggi servis disesuaikan dengan dengan antropometri tubuh masing-masing, yaitu di rusuk terbawah.

“Marcus/Kevin kalau mereka servisnya aman, saya rasa tidak terlalu ada kendala di All England 2018. Sebelum berangkat ke Jerman, kami sudah tiga kali mendatangkan hakim servis ke pelatnas untuk menilai servis Kevin/Marcus dan hasilnya aman,” urai Herry.

“Paling Marcus satu dua kali fault, itu masih normal, karena sebelum ada aturan ini mereka kan juga suka di-fault satu dua kali, terutama Kevin. Tetapi dari tiga sesi pertemuan dengan hakim servis Indonesia tersebut, mereka bilang servis Kevin tidak ada masalah. Namun kita lihat saja kenyataan di pertandingan sesungguhnya. Sekarang untuk servis ini kan penilaian sesaat saja, yang tahu hanya service judge dan Tuhan, dan keputusan ini mutlak, tidak bisa diprotes,” kata Herry.

Indonesia total mengirimkan 24 pemain pada All England 2018, yaitu dari sektor tunggal putri, tunggal putra, ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran.

Di All England 2018, Marcus/Kevin sudah harus saling mengalahkan di putaran pertama dengan Angga Pratama/Rian Agung Saputro. Selepas itu, pemenang di antara mereka kemungkinan akan menghadapi pasangan Indonesia lainnya, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto jika sebelumnya mereka berhasil menumbangkan duet Malaysia Ong Yew Sin/Teo Ee Yi di putaran pertama.

Langsung Berlatih

Pemain-pemain Indonesia setibanya di Inggris langsung menjalani latihan. Di turnamen grade 2 level 2 dengan label BWF World Tour-Super 1000 sekaligus yang tertua ini, PBSI mematok target minimal satu gelar bisa diraih.

Demi mencapai target tersebut, skuad Indonesia langsung menjalani latihan setelah tiba di Birmingham. Termasuk, Anthony yang lebih dulu turun di Jerman Terbuka. Dia telah menjalani latihan bersama rekan-rekannya. Hal itu tampak pada akun instagram resmi PBSI @badminton.ina yang menampilkan suasana latihan Greysia Polii dan kawan-kawan.

Ada dua video yang diunggah oleh Persatuan Bungtangkis Seluruh Indonesia (PBSI). Video pertama menampilkan tiga pasang ganda putri yang tengah melakukan permainan sepakbola di dalam hall. Mereka adalah Greysia Polii/Apriyani Rahayu, Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Mahadewi Istarani, dan Della Destiara Haris/ Rizki Amelia Pradipta.

Setelah bermain sepakbola, menu latihan juga menggeber teknik para pebulu tangkis. Kali ini Greysia berpasangan dengan tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting menghadapi Apriyani yang berpasangan dengan Jonatan Christie.

ion/Ant/S-2

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment