Koran Jakarta | November 22 2019
No Comments
Dampak Kemarau - Jatim Berhasil Kurangi Kekeringan

Atasi Kekeringan secara Terukur

Atasi Kekeringan secara Terukur

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font
Sejumlah daerah mengalami kekeringan. Selain mengakibatkan kekurangan air bersih, ribuan hektare sawah terancam gagal panen.

 

JAKARTA – Upaya mengatasi kekeringan di Indonesia harus dilakukan dengan cara-cara yang terukur dan terstruktur. Dengan demikian, setiap tahun wilayah-wilayah yang mengalami keke­ringan semakin berkurang.

“Misalnya, ada provinsi atau kabupaten/kota yang memiliki potensi kekeringan, harus ada data dan peta berapa jumlahnya dan berapa infrastruktur yang di­perlukan untuk mengatasi setiap tahun,” kata Sekretaris Utama Badan Nasional Penanggulang­an Bencana (BNPB), Dody Rus­wandi, di Jakarta, Jumat (5/7).

Dody menyebut salah satu praktik terbaik mengatasi keke­ringan dilakukan oleh BPBD (Ba­dan Penanggulangan Bencana Daerah) Jawa Timur. Pada 2013, mereka mendata dan meme­takan terdapat 900-an wilayah yang berpotensi mengalami ke­keringan.

Setiap tahun, Pemprov Jawa Timur melakukan upaya-upaya mengatasi kekeringan seper­ti membangun embung-em­bung dan membuat sumur bor. “Saat ini, wilayah-wilayah yang berpotensi mengalami keke­ringan di Jawa Timur sudah jauh berkurang, kurang dari 100 wila­yah yang harus waspada meng­hadapi kekeringan,” tutur dia.

Karena bisa dikatakan sudah berhasil mengatasi kekeringan di wilayahnya, BPBD Jawa Ti­mur tidak perlu meminta ban­tuan dana siap pakai dari BNPB.“Daerah lain bisa belajar dari Jawa Timur tentang bagaimana mengatasi kekeringan yang teru­kur dan progresif,” katanya.

Seperti diketahui bahwa pada musim kemarau tahun ini banyak daerah yang mengalami kekeringan. Di Kabupaten Pur­balingga, Jawa Tengah, sebanyak 733 keluarga atau 2.809 jiwa ter­dampak kekeringan. “Kekering­an melanda 12 desa di enam ke­camatan akibat musim kemarau yang terjadi sejak awal Juni,” kata Kepala Bidang Hubungan Ma­syarakat BNPB, Rita Rosita.

Kekeringan juga melanda Ka­bupaten Ciamis, Jawa Barat. Sa­wah seluas 1.040 hektare yang ditanami padi terancam gagal panen atau puso. “Selain 1.040 hektare sawah terancam puso, hingga Kamis (4/7), kekeringan juga berdampak pada 649 kepa­la keluarga atau 1.806 jiwa,” kata dia.

Ia mengatakan kekeringan di Kabupaten Ciamis melanda enam kecamatan sejak awal mu­sim kemarau yang dimulai pada Juni. Sebanyak enam kecamatan tersebut, adalah Labok, Banjar­sari, Banjaranyar, Purwadadi, Pamarican, dan Ciamis.

Secara terpisah, Kepala Ba­dan Penanggulangan Daerah (BPBD) Daerah Istimewa Yog­yakarta (DIY), Biwara Yuswanta, mengatakan bahwa pihaknya telah membuka pusat layan­an informasi (help desk) untuk penanganan warga terdampak bencana.

Ia mengatakan help desk akan menjadi sarana koor­dinasi antara warga, lembaga, instansi, serta komunitas yang ingin membantu dropping air bersih ke wilayah terdampak kekeringan. “Kami akan lebih intens koordinasi dalam arti menampung warga masyara­kat, instansi, lembaga, serta komunitas yang akan mem­bantu dropping air bersih. kita akan menentukan kapan perlu diturunkan dan titik mana saja yang akan dibantu supaya se­suai prioritas kebutuhan di tingkat masyarakat,” kata Bi­wara.

Menurut Biwara, hingga saat ini tercatat sebanyak lima keca­matan di Kabupaten Gunung Kidul dan empat kecamatan di Bantul telah mengajukan dan mendapatkan pasokan air ber­sih.

Kirim Bantuan

Sementara itu, Kementerian Sosial (Kemensos) siap menya­lurkan Cadangan Beras Peme­rintah (CBP) untuk mengatasi dampak bencana kekeringan yang terjadi di sejumlah dae­rah. “Kita siap menyalurkan CPB jika pemda setempat su­dah membuat surat tanggap darurat kekeringan,” kata Di­rektur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementeri­an Sosial, Harry Hikmat.

Kendati demikian, lanjut Harry, hingga saat ini belum ada pemda yang meminta ban­tuan beras untuk mengatasi kekeringan di daerah mereka. Kemensos menyimpan CBP di gudang-gudang Bulog di dae­rah, sehingga jika kapan saja dibutuhkan bisa segera di­salurkan. “Perum Bulog masih menyimpan sebanyak 2,1 juta ton CBP untuk didistribusikan tahun 2019,” tandasnya. eko/Ant/E-3

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment