Koran Jakarta | July 17 2018
No Comments
Prospek Usaha

AT&T Disetujui Ambil Alih Time Warner USD85 Miliar

AT&T Disetujui Ambil Alih Time Warner USD85 Miliar

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font

WASHINGTON - Perusahaan telekomunikasi, AT&T memenangkan persetujuan pengadilan untuk membeli perusahaan konten siaran, Time Warner senilai 85 miliar dollar AS, Selasa (12/6). Keputusan pengadilan itu bertolak belakang dengan upaya pemerintahan Presiden AS Donald Trump, untuk memblokir kesepakatan yang dapat memicu gelombang merger perusahaan di AS itu.

Kesepakatan yang akan tuntas pekan depan tersebut menjadi titik balik bagi industri media. Sebelumnya, perusahaan seperti Netflix dan Google Alphabet yang memproduksi konten, menjualnya langsung secara online pada penonton tanpa melalui jaringan televisi berbayar yang mahal.

Akibatnya operator televisi berbayar, satelit, dan lainnya menganggap, membeli perusahaan konten adalah cara yang tepat untuk menambah pendapatan. Sebelumnya, Trump mengecam Time Warner yang mengumumkan rencana kesepakatan itu pada Oktober 2016.

Sementara, Hakim Distrik AS, Richard Leon, menyebut pemerintah tidak berhasil menunjukkan alasan yang kuat bahwa kesepakatan itu akan merugikan konsumen, karena penguasaan banyak media oleh satu perusahaan akan mengurangi persaingan. “Satunya tipis-tipis dan satunya lagi hanya omong kosong,” ujarnya seperti dikutip sejumlah media, Rabu (13/6).

Keputusan tersebut dapat mendorong perusahaan televisi berlangganan membeli pembuat televisi dan film, contohnya, Comcast Corp mulai melakukan penawaran untuk sejumlah aset Twenty-First Century Fox. Kesepakatan merger yang mencakup utang itu, akan menjadi yang terbesar ke- 4 pada sektor telekomunikasi global, media dan ruang hiburan.

Menurut data Thomson Reuters, nilai kesepakatan itu juga menjadi yang ke-12 terbesar dari seluruh sektor. Leon mendesak pemerintah AS untuk tidak mencari alasam penundaan putusannya dengan menunggu pengajuan banding. Dia mengatakan, “Pemerintah pasti melakukan cara tidak adil itu, tapi tidak akan berhasil.” 

 

AFP/SB/AR-2

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment