Koran Jakarta | April 22 2018
No Comments
Konflik Timur Tengah

AS Akan Kembali Serang Suriah

AS Akan Kembali Serang Suriah

Foto : koran jakarta/ones
A   A   A   Pengaturan Font

NEW YORK – Amerika Serikat (AS) mengancam akan kembali menyerang target-target di Suriah. AS juga memastikan pasukan negaranya tidak akan meninggalkan Suriah dalam waktu dekat.

Hal itu disampaikan Duta Besar AS untuk Perseriktan Bangsa-Bangsa (PBB), Nikki Haley, pada sidang Dewan Keamanan PBB di New York, Minggu (15/4).

“Kami harus memastikan tak ada lagi penggunaan senjata kimia yang bisa mengancam kepentingan AS. Di samping itu, kami ingin memastikan ISIS sudah kalah dan harus ada suatu pengawasan mengenai apa yang Iran lakukan di wilayah ini,” ujar Haley.

Presiden AS, Donald Trump, sebelumnya sempat menyatakan pasukan AS di Suriah akan ditarik secepat mungkin setelah ISIS dikalahkan.

Pasukan itu akan segera diberdayakan guna menjaga perbatasan AS-Meksiko. Bahkan, Wapres AS, Mike Pence, saat berada di Lima, Peru, kembali memperkuat argumentasi dan legitimasi serangan AS ke Suriah akhir pekan ini.

Menurut Pence, serangan bersama Inggris dan Prancis dilakukan guna menghukum rezim yang menggunakan senjata kimia ke rakyatnya.

Presiden Russia, Vladimir Putin, memperingatkan perang melawan teroris tidak boleh kendor. Namun, ia meminta kedaulatan negara lain juga dihormati.

Putin mengatakan Russia akan terus membantu Suriah dan Irak, yang masih menghadapi ancaman terorisme di negerinya sendiri. Pesan Putin disampaikan jelang pertemuan Liga Arab di Riyadh.

Piagam PBB

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, menyampaikan keprihatinan dan menyerukan dipatuhinya Piagam PBB serta hukum internasional dalam masalah itu.

“Sebagai Sekretaris Jenderal PBB, tugas sayalah untuk mengingatkan negara anggota bahwa ada kewajiban, terutama ketika menangani masalah perdamaian dan keamanan, untuk bertindak sejalan dengan Piagam PBB dan dengan hukum internasional pada umumnya,” kata Guterres dalam pertemuan darurat Dewan Keamanan atas permintaan Russia.

Seperti diketahui, pada Sabtu lalu (14/4), Amerika Serikat, Inggris, dan Prancis menembak Suriah dengan rudal. Mereka mengklaim serangan tersebut ditargetkan pada pangkalan militer dan fasilitas senjata kimia.

Tidak kurang dari 100 rudal ditembakkan ke sekitar Damaskus dan Homs. Namun, Suriah mengklaim berhasil menghancurkan 70 rudal di udara. AFP/Ant/SB/AR-2

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment