Koran Jakarta | September 21 2018
No Comments
Pilgub Lampung

Arinal: Pertahankan Lampung sebagai Bumi Agribisnis

Arinal: Pertahankan Lampung sebagai Bumi Agribisnis

Foto : istimewa
Sapa Warga I Calon Gubernur Lampung nomor urut tiga, Arinal Djunaidi saat menyepa warga sekaligus silaturahim di Lapangan Desa Sinar Harapan, Sungkai Barat, Lampung Utara, Selasa, (12/6).
A   A   A   Pengaturan Font

Lampung Utara – Calon Gubernur Lampung Arinal Djunaidi akan mempertahankan Provinsi Lampung sebagai bumi agribisnis. Menurutnya, warga Lampung sangat kaya akan sumber daya alam. “Selintas kalian terlihat kaya, tapi kalau gak buah juga percuma. Di mana kopinya? “Saya sengaja datang ke sini memperkenalkan diri.

Saya ingin menyapa, selamat berpuasa, dan dalam waktu dekat kita menyambut Lebaran. Selamat Hari Raya Idul Fitri mohon maaf lahir batin,” ucap dia di Lapangan Desa Sinar Harapan, Sungkai Barat, Lampung Utara, Selasa, (12/6). Arinal mengatakan, sudah hampir semua kecamatan di datangi. “Persoalannya sama, petani miskin.

Tanahnya bagus, petaninya pinter, tapi rakyatnya miskin, ini yang aneh menurut saya,” ujarnya. Mantan Sekprov Lampung ini mencalonkan diri untuk mengubah ketimpangan antara di desa dan di kota. “Supaya hidup kita berubah antara kota dan desa jauh ketimpangannya. Oleh karenanya ini yang ingin saya lakukan, bagaimana caranya.

Saya anak petani. Bisa merubah nasib petani menjadi lebih baik lagi,” terangnya. Cagub nomor tiga ini menceritakan kala dulu sekolah dengan berjalan kaki sejauh 7 km. “Ada hikmahnya saya saat masih sekolah di Tiyuh, jalan kaki sejauh 7 km, melewati kebun- kebun. Ini membuat saya menyukai pertanian.

Saya ingin merubah nasib bapak saya. Sehingga saya sekolah SMA di pertanian, kuliah di pertanian. Ini yang akan saya sumbangkan kepada masyarakat,” tuturnya sambil menyampaikan salam dari calon wakil gubernurnya Chusnunia (Nunik), yang tidak bisa hadir karena memghadiri kampanye di Lampung Timur..

Kartu Petani Berjaya lanjut Arinal, digunakan untuk mempersiapkan para petani, ketika ingin menanam ada bibit dan benih bermutu. “Untuk produksi lebih baik lagi. Kemudian pupuk, tidak ada alasan lagi ketika ingin menggunakan pupuk, pupuk tidak ada. Ketika mau mupuk, pupuk sudah ada di daerah petani dan siap digunakan.

Kalau ada serangan hama penyakit, obat sudah ada di kecamatan. Pokoknya tidak ada alasan ketika panen, produksi meningkat dan dijual dengan harga yang menguntungkan petani,” bebernya. Setiap petani akan mendapatkan kredit usaha petani 20 juta rupiah, sambungnya. “Tujuannya agar petani tidak hanya bergantung pada misalnya petani kopi hanya mengandalkan kopinya saja.

Walaupun tidak punya anggunan tetapi memegang Kartu Petani Berjaya, langsung dapat. Tetapi tidak sembarangan, harus benar-benar petani, orangnya baik,” urainya. Arinal yang berpasangan dengan Chusnunia ini menjelaskan gunanya kredit (20 juta rupiah) ini untuk usaha diluar usaha taninya. “Misalkan menernak sapi, kambing, ayam. Dan nanti akan ada konsultan yang membantu pelaksanaannya. Saya harapkan dalam satu tahun panen kopi, panen kambing, panen ayam. Sehingga pemasukan sampai tiga kali,” paparnya. sur/AR-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment