Koran Jakarta | April 22 2018
No Comments
Teknologi Digital

Aplikasi Berbayar untuk Terapi Komunikasi Tunarungu

Aplikasi Berbayar untuk Terapi Komunikasi Tunarungu

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Orang tua dengan anak penyandang gangguanpendengaran mengalami kesulitan dalam mendatangkan ahli untuk melakukan terapi komunikasi dan bahasa lisan. Dengan aplikasi berbasis konten video, orang tua dapat melakukan terapi secara mandiri.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) meprediksi terdapat sekitar 466 juta orang yang mengalami gangguan pendengaran. Dan 34 juta dari mereka adalah anak-anak.

Menurut WHO gangguan pendengaran pada anak-anak yang tidak ditangani berpengaruh terhadap perkembangan bahasa lisan mereka. Spokle Group Pty Ltd, sebuah perusahaan jasa kesehatan asal Australia memiliki aplikasi Spokle App di Indonesia.

Aplikasi yang telah diluncurkan di Indonesia ini menyajikan dukungan dan bimbingan profesional untuk orang tua dengan anak berkebutuhan khusus, terutama gangguan pendengaran. Menurut Pimpinan Terapis SpokleTM App, Andrew Kendrick, anakanak penyandang tunarungu masih kesulitan dalam mendapatkan bantuan untuk bisa berkomunkasi dengan baik.

“Mendapatkan bantuan yang tepercaya menjadi hal yang sulit bagi keluarga yang memiliki anak yang berjuang dalam berkomunikasi,” kata dia di Jakarta, Sabtu (14/2). Dengan jumlah terapis yang sedikit, biaya yang mahal, kurangnya kesadaran dan koneksi komunitas yang sedikit membuat kehidupan sehari-hari sangat sulit bagi para orang tua dengan anak penyandang tuna rungu, untuk dapat mengembangkan bahas lisan mereka. Andrew mengungkapkan, orang tua dengan anak penyandang gangguan tuna rungu akan terus berjuang untuk mengetahui cara mengembangkan keterampilannya dalam komunikasi dan berbahasa.

Celakanya kebanyakan informasi dan bahan terapi dalam bahasa Inggris. “Setelah hidup dan bekerja selama 10 tahun di Asia termasuk Thailand, Singapura, China, India saya melihat banyak keluarga tidak memiliki akses dalam mencari informasi dan teknik terkini, karena semua informasi dalam bahasa Inggris,” ujar dia. Dengan Spokle yang tersedia dalam banyak bahasa, sebuah aplikasi inovatif membantu orang tua menerapkan terapi di rumah tanpa perlu bantuan ahli.

“Banyak orang tua seperti saya membutuhkan bantuan spesialis untuk anak-anak mereka, tetapi mereka tinggal terlalu jauh dari kota sehingga sulit bagi mereka untuk melakukan terapi,” kata Mei, ibu dari seorang anak penyandang gangguan pendengaran akibat virus Rubella. Pendiri Spokle Elisabeth Yunarko, dengan teknologi digital orang tua memiliki cara yang lebih baik dan efisien serta murah dalam melakukan terapi komunikasi.

“Indonesia memiliki lebih dari 18.000 pulau, kondisi ini membuat keluarga di wilayah terpencil kesuliran dalam mengakses perawatan secara rutin, namun teknologi digital dan seluler yang tersedia, menjadi solusi bagi keluarga,” ujar dia.

Aplikasi Spokle dengan tutorial video melengkapi peran orang tua dengan strategi sederhana namun efektif, sehingga orangtua tidak perlu membeli mainan mahal atau peralatan khusus untuk berlatih. Pada Spokle terdapat 400 video kegiatan rutin sehari-hari dengan petunjuk langkah demi langkah dan contoh dari kehidupan nyata.

Spokle membantu anak-anak tunarungu mengembangkan kemampuan mendengar dan berbicara dalam lingkungan belajar yang menyenangkan, melibatkan seluruh anggota keluarga. Selain itu, semua program yang diajarkan oleh para ahli dapat ditemukan di aplikasi Spokle.

Sejauh ini Spokle yang dapat diunduh di iTunes dan Google Play Store merupakan aplikasi berbayar. Pengguna akan menerima akses gratis untuk bulan pertama selanjutnya dikenakan biaya akses berlangganan, dengan biaya 250.000 rupiah per bulan. hay/E-6

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment