AP I Siap Capai Target Pendapatan Rp11,5 Triliun | Koran Jakarta
Koran Jakarta | May 30 2020
No Comments
Prospek Usaha I AP I Tingkatkan Aset Menjadi Sekitar 48 Triliun Rupiah

AP I Siap Capai Target Pendapatan Rp11,5 Triliun

AP I Siap Capai Target Pendapatan Rp11,5 Triliun

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font
AP I akan berfokus di peningkatan pendapatan non-aero dengan memanfaatkan lima anak usaha dan memanfaatkan aset yang selama ini tidak dimanfaatkan secara optimum.

JAKARTA – PT Angkasa Pura I (Persero) atau AP I siap mencapai target pendapatan (revenue) 11,5 triliun rupiah melalui dua program di tengah penyebaran wabah virus korona. “Di tahun 2020 ini, target pendapatan kita sekitar 11,5 triliun rupiah,” ujar Direktur Utama AP I, Faik Fahmi, di Jakarta, Jumat (6/3).

Faik mengatakan dengan adanya virus korona ini pasti akan berdampak pada kinerja, sehingga AP I itu punya corrective action untuk berupaya semaksimal mungkin memastikan bahwa program kerja yang disusun dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan atau RKAP 2020 ini bisa terjaga dengan baik. “Dengan demikian memang secara khusus kita membuat suatu program dalam bentuk revenue enhancement dan cost leadership.

Kedua program inilah yang coba kita gali lebih jauh peluang peningkatan pendapatan untuk mengantisipasi penurunan secara langsung akibat penurunan penerbangan,” katanya. AP I akan berfokus di peningkatan pendapatan non-aero dengan memanfaatkan lima anak usaha, kemudian juga memanfaatkan aset-aset yang selama ini tidak dimanfaatkan secara optimum.

“Di samping itu juga kita punya program cost leadership, mau tidak mau kita melakukan efisiensi yang harus kita lakukan untuk memastikan bahwa dampak yang ditimbulkan dapat kita kelola dengan baik,” ujar Dirut AP I. Faik berharap dengan program- program tersebut maka target pendapatan tahun ini bisa tercapai dan tentu saja dari sisi biayanya dipastikan akan lebih rendah dari apa yang sudah ditetapkan dalam RKAP untuk membantu pencapaian kinerja tersebut.

Sebelumnya, AP I menyebut terdapat sekitar 12.703 penerbangan di bandara-bandara AP I yang dibatalkan selama periode Januari–Februari 2020 akibat wabah virus korona. Sedangkan dari dampak sisi finansialnya, selama Januari–februari ini ada sekitar loss opportunity dari dihentikannya beberapa penerbangan domestik dan internasional per dua bulan itu sekitar 207 miliar rupiah.

 

Peningkatan Aset

 

Pada kesempatan itu, Faik mengungkapkan AP memproyeksikan peningkatan aset menjadi sekitar 48 triliun rupiah pada 2020. “Nanti di 2020 proyeksinya meningkat lagi sekitar 48 triliun rupiah. Jadi, itu menunjukkan AP I itu semakin lama semakin besar,” ujarnya. Selain itu, Fahmi menambahkan AP I secara strategis sedang giat-giatnya membangun seluruh bandara yang dikelola AP I dalam satu sampai dua tahun ke depan dalam rangka meningkatkan kapasitas sekaligus kualitas.

“Seperti diketahui persoalan dari tahun 2017 adalah lack of capacity, yaitu jumlah penumpang jauh lebih tinggi dari kemampuan menyediakan kapasitas,” ujarnya. Dan itu, lanjut Fahmi Faik, sudah mulai dikembangkan pada 2019, Bandara Ahmad Yani di Semarang sudah meningkat kapasitasnya. Terus di Banjarmasin dan kemudian sebentar lagi yang akan diresmikan adalah Bandara New Yogyakarta International Airport.

“Ketiga bandara itu sudah siap, dan ini menggambarkan perubahan wajah AP I. Di tahun 2020 ada tujuh bandara yang sedang dikembangkan, sehingga di 2021 semua bandara akan lebih bagus,” katanya.

Menurutnya, proses ini membutuhkan investasi yang tidak sedikit, di antaranya pada 2019 AP I mengeluarkan sekitar 12 triliun rupiah realisasinya dan pada 2020 sekitar 10,1 triliun rupiah.

“Tentu saja investasi inilah yang dipastikan berjalan dengan baik. Untuk memastikan hal tersebut dari sisi kemampuan kita dalam mendanai betul-betul memenuhi aspek financial governance-nya,” katanya. 

 

Ant/AR-2

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment