Koran Jakarta | September 20 2018
No Comments
Politik Malaysia

Anwar Ibrahim Tak Menaruh Dendam pada Najib dan Mahathir

Anwar Ibrahim Tak Menaruh Dendam pada Najib dan Mahathir

Foto : AFP/MOHD RASFAN
Sapa Pendukung - Tokoh oposisi Malaysia, Anwar Ibrahim menyapa para pendukung usai dirawat di Rumah Sakit Rehabilitasi Cheras, Kuala Lumpur, Rabu (16/5).
A   A   A   Pengaturan Font

KUALA LUMPUR - Tokoh reformasi sekaligus oposisi Malaysia, Anwar Ibrahim, akhirnya bebas dari penjara pada Rabu (16/5) setelah mendapat royal pardon, berupa pengampunan penuh, dari Yang di-Pertuan Agong Sultan Muhammad V.

Saat memberikan keterangan pers setelah dibebaskan, Anwar menyatakan tidak menaruh dendam terhadap mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia, Najib Razak, yang telah menjebloskannya ke penjara atas kasus sodomi.

Anwar bahkan mengaku telah memaafkan Najib. Hanya saja, Anwar meminta Najib untuk menjelaskan kepada rakyat soal ketidakadilan yang dilakukannya selama menjabat PM. “Saya tidak punya dendam terhadapnya (Najib- red).

Saya telah memaafkan dia dan ingin melanjutkan hidup,” kata Anwar didampingi istrinya yang juga Wakil PM, Wan Azizah Wan Ismail, di kediamannya di Kuala Lumpur.

“Tapi, Najib telah melakukan ketidakadilan terhadap rakyat dan dia harus menjelaskannya kepada rakyat,” lanjutnya, merujuk pada skandal korupsi yang menyeret Najib.

Anwar juga mengaku telah lama mengampuni lawan politiknya yang kini menjadi PM, Mahathir Mohammad. “Saya memandang dia, dan aku berkata, minat saya sekarang adalah kesejahteraan bangsa.

Saya telah mengampuni (Mahathir) dan ia telah membuktikan keberaniannya, dia telah membuat pengorbanan, ia difitnah di media? Saya memberitahu you ini seperti déjà vu.” kata mantan Menteri Keuangan itu.

Hak Mahathir

Menurutnya, Mahathir telah berjuang, bekerja keras, dan sekarang telah didukung dalam agenda reformasi. Untuk itu pula, Anwar mengatakan akan memberikan dukungan penuh kepada pemerintah yang dipimpin oleh mantan saingannya.

“Aku telah memberikan jaminan, saya di sini sebagai warga negara yang memberikan dukungan yang lengkap untuk mengelola negara pada pemahaman bahwa kami berkomitmen dalam agenda reformasi, dimulai dengan yudikatif, media, dan seluruh aparat,” ujar Anwar.

Menurut Anwar, hak prerogatif Perdana Menteri Mahathir Mohamad untuk membentuk Kabinet. Namun, dia akan berkonsultasi dengan pemimpin partai terkait akan masuk kabinet. Yang jelas, menurut Anwar, ia akan mengambil waktu bersama dengan keluarganya.

“Saya sudah diberitahu Mahathir, saya tidak perlu ada dalam kabinet untuk saat ini,” katanya. Anwar Ibrahim pernah dua kali terjerat kasus sodomi. Kasus pertama menjeratnya tahun 1998, saat dia menjabat Wakil PM Malaysia di bawah Mahathir, yang tercatat sebagai PM Malaysia terlama (1981–2003).

Saat itu, Anwar dicopot dari jabatannya karena diselidiki atas kasus korupsi dan sodomi. Tahun 1999, Anwar divonis enam tahun penjara atas dakwaan sodomi dan sembilan tahun penjara atas dakwaan korupsi.

Anwar bebas tahun 2004 setelah vonis untuk kasus sodomi digugurkan. Tahun 2008, saat Najib berkuasa, Anwar dituduh melakukan sodomi terhadap mantan ajudan pribadinya.

Anwar divonis lima tahun penjara. Kini, Anwar digadang-gadang akan menjadi PM Malaysia menggantikan Mahathir Mohamad yang hanya ingin berkuasa satu hingga dua tahun saja. AFP/gma/AR-2

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment