Koran Jakarta | August 26 2019
No Comments
Kelompok Pemberontak - Serangan Dilakukan saat Isoma

Anggota TNI Tewas Ditembak OPM di Nduga

Anggota TNI Tewas Ditembak OPM di Nduga

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font
Pelakunya diduga dari kelompok Egianus Kogoya.

 

JAYAPURA – Anggota TNI kembali jadi korban serangan kelompok separa­tis bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Kabupaten Nduga, Papua. Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cendrawasih, Kolonel Inf Muhammad Aidi, mengatakan peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (20/7) sekitar pukul 12.45 WIT. Saat itu pasukan TNI sedang istirahat.

“Peristiwa tersebut terjadi pada pukul 12.45 WIT, saat anggota TNI sedang istirahat, sholat, makan (Isoma). Se­cara tiba-tiba mendapatkan serangan yang muncul dari semak belukar dengan jarak sekitar 300 meter dari kedudu­kan prajurit yang sedang Iso­ma,” ujar Aidi, di Kota Jayapu­ra, Minggu (21/7).

Anggota TNI yang menjadi korban serangan mendadak itu adalah Prada Usman Hambelo. Usman gugur usai tertembak di bagian pinggangnya. Aidi menjelaskan anggota TNI itu sedang mengamankan pem­bangunan jalan Trans Papua di Kabupaten Nduga.

“Gerombolan separatis Nduga kembali berulah, seorang anggota pengamanan pembangunan jalan trans Papua gugur sebagai pahlawan pembangunan,” katanya.

Menurut dia, peristiwa itu terjadi tepat di lokasi pembangunan jembatan Sungai Yuguru sebagai bagian dari proyek strategis nasional jalan trans Papua Wamena-Mumu­gu, di Distrik Yuguru, Kabupaten Nduga, Papua. Pelakunya diduga dari kelompok Egianus Kogoya.

Kejadiannya tersebut sangat singkat. Serangan dilakukan dengan tembakan rentetan yang muncul dari balik semak belukar secara hit and run. Pelaku diperkirakan berjumlah empat sampi lima orang.

“Pasukan TNI berusaha membalas tembakan dan pengejaran. Namun dengan pertimbangan keamanan kare­na medan belukar yang sangat tertutup dan banyak jurang yang curam, maka pengejaran dihentikan,” tambahnya.

Setelah serangan itu, pa­sukan TNI kemudian melaku­kan konsolidasi dan penga­manan setempat. Setelah dilaksanakan pengecekan personel, ternyata satu orang prajurit atas nama Prada Us­man Hambelo mengalami luka tembak di bagian pinggang se­belah kanan.

Terhambat Cuaca

Kejadian tersebut segera di­laporkan ke satuan lebih tinggi untuk mendapatkan ban­tuan helikopter dalam rangka evakuasi, karena satu-satunya sarana angkutan menuju ke TKP hanya dengan helikopter. Pada pukul 14.10 WIT Prada Usman Hambelo akhirnya menghembuskan napas tera­khir. Proses evakuasi sempat tertunda karena hujan deras hingga malam hari.

Kemarin siang, Usman Hambelo telah berhasil dievakuasi. Jenazah korban dibawa ke Timika. Jenazah dievakuasi dari tempat kejadian perkara (TKP) ke Timika menggunakan helikopter Bell 412.

“Sekarang sedang melak­sanakan pengurusan jenazah di Rumah Sakit di Kawasan Charitas, Timika Papua. Selan­jutnya akan disemayamkan di Yonif 754/ENK/20/3 Kostrad. Rencana besok baru dievakua­si ke Wamena menggunakan pesawat Trigana Air,” kata Aidi.

Aidi mengaku belum mendapatkan informasi mengenai lokasi pemakaman jenazah. Apakah di Wamena atau dipu­langkan ke kampung halaman di Yahukimo. “Yang bersang­kutan adalah putra daerah asli Yahukimo. Nah, kami belum mengetahui keputusan dari keluarga almarhum akan di­makamkan di mana,” ucap dia.

Pada pertengahan Mei lalu juga terjadi serangan terhadap anggota TNI di Distrik Mugi, Kabupaten Nduga, Papua. Seorang anggota TNI bernama Pratu Kasnun, anggota Yonif 321/GT sekaligus anggota Satgas Pengamanan Dae­rah Rawan, juga tewas dalam peristiwa itu. Ant/P-4

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment