Koran Jakarta | April 22 2018
No Comments
Perkembangan Koperasi

Andil Koperasi Terhadap PDB Masih Relatif Kecil

Andil Koperasi Terhadap PDB Masih Relatif Kecil

Foto : koran jakarta/selocahyo
KUNJUNGI STAN l Menteri Koperasi dan UKM, AAAAGN Puspayoga (kedua dari kiri) mengunjungi stan koperasi seusai Rapat Anggota Tahunan, tahun buku 2017 KSPPS Tunas Artha Mandiri di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Kamis (12/04).
A   A   A   Pengaturan Font

SURABAYA – Pembinaan dan pengembangan koperasi di Tanah Air belum konsisten. Akibatnya, kontribusi koperasi terhadap PDB di Indonesia masih rendah atau jauh tertinggal dibandingkan dengan negara lain di ASEAN. Menteri Koperasi dan UKM, AAAAGN Puspayoga, mengatakan saat ini kontribusi koperasi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) baru mencapai 4,1 persen, sedangkan Malaysia telah mencapai 5 persen, Thailand 7 persen, dan Singapura sudah di atas 10 persen.

“Inkonsistensi pembinaan koperasi tersebut menyebabkan perkembangan koperasi di Indonesia berjalan relatif lamban, kalaupun jumlahnya banyak hanya dari segi kuantitas saja,” kata dia dalam acara Rapat Anggota Tahunan (RAT) KSPPS Tunas Artha Mandiri (TAM) Syariah,Tahun Buku 2017 di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Kamis (12/4).

Menkop dan UKM membandingkan dengan Singapura, mantan PM Lee Kuan Yew pada 1973 secara konsisten membina National Trade Union Congress atau Federasi Serikat Buruh Singapura (NTUC Fair Price), hingga menjadi koperasi ritel terkemuka di Singapura dengan pangsa pasar 60 persen, dan masuk dalam daftar 300 koperasi besar dunia.

Koperasi ini didirikan atas inisiatif aktivis organisasi buruh National Trade Union Conggress (NTUC) dan pengaruhnya di pemerintahan cukup kuat, di mana anggotanya mencapai 500 ribu orang, dibanding jumlah penduduknya yang hanya enam juta jiwa. Pada era yang sama tahun 1970 an, Indonesia gencar membangun Koperasi Unit Desa (KUD), namun berbeda pendekatannya.

Kalau NTUC Fair Price dibangun dengan konsep pelibatan partisipasi masyarakat dan terutama para pekerja untuk aktif mencari solusi kehidupan mereka sendiri secara otonom, KUD dibangun dengan konsep dari atas dan interventif. Diberikan banyak fasilitas modal, gedung, manajemen, pengutamaan bidang bisnis.

Hasilnya, kalau NTUC Fair Price tumbuh dan berkembang pesat sebagai entitas bisnis mandiri yang dimiliki masyarakat secara luas, KUD malah rontok satu per satu karena fasilitas yang ada dicabut hingga kehilangan kepercayaan masyarakat. “Karena itulah, sejak akhir 2014, kita melakukan reformasi total koperasi, yang kini sudah mulai membuahkan hasil alias pecah telur, di mana dulu sampai 2014, PDB koperasi hanya 1,7 persen kini menjadi 4,1 persen, dan ditargetkan pada 2019 bisa tembus 5 persen,” jelas Puspayoga.

Menkop menegaskan PDB koperasi tidak bisa lagi pada angka yang rendah, harus terus dikejar pertumbuhannya. Banyak perubahan dalam regulasi yang dilakukan pemerintah untuk berpihak kepada koperasi. “Tanpa koperasi berperan baik, tidak akan terjadi pemerataan kesejahteraan. Marilah bersama-sama koperasi betul-betul berperan untuk anggota,” pungkasnya. SB/E-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment