Koran Jakarta | June 18 2018
No Comments
Pengembangan Bisnis

Anak Usaha TELE Luncurkan Aplikasi Teleshop

Anak Usaha TELE Luncurkan Aplikasi Teleshop

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Anak usaha emiten distributor produk se­luler, PT Tiphone Mobile Indo­nesia Tbk (TELE), yakni PT Tele Utama Nusantara (TUN) meng­alokasikan sekitar 400 miliar rupiah untuk mengembangkan bisnis teknologi financial (fi­nancial technology) melalui ap­likasi Teleshop.

Chief Executive Officer (CEO) TUN, Slamet Riyadi, me­ngatakan investasi tersebut un­tuk pengadaan mesin Electronic Data Capture (EDC) Teleshop yang akan digunakan oleh seki­tar 100 ribu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). “Sebanyak 100 ribu UMKM itu merupakan target kami pada tahun ini,” kata Slamet saat pe­luncuran Teleshop di Jakarta, Senin (12/3).

Teleshop adalah sebuah layanan yang dikembangkan TUN agar pelaku UMKM da­pat mengakses ekonomi digital secara optimal. Teleshop me­rupakan layanan perbankan PPOB (payment point online to offline). “Teleshop juga akan menyediakan modal pinjaman peer to peer lending sehingga meningkatkan modal bagi pe­laku UMKM,” jelas Slamet.

Dengan layanan Teleshop, pelaku UMKM bisa beralih rupa menjadi e-UMKM atau UMKM elektronik. Teleshop mena­warkan sebuah solusi berbasis teknologi (Sobate). UMKM yang menjadi mitra Teleshop disebut sebagai Sobate-Teleshop. Mela­lui TeleShop diharapkan pelaku UMKM tak lagi kesulitan meng­akses ekonomi digital. “Target transaksi yang dicanangkan yang berjalan 500 ribu transaksi per hari,” ujar Slamet.

Dia mengungkapkan, de­ngan modal awal yang relatif cukup kecil, yakni minimal deposit 250 ribu rupiah, para UMKM mitra Teleshop sudah bisa melayani transaksi. Se­tiap saat, pelaku UMKM mitra Teleshop dapat selalu menge­tahul sisa saldonya. Pemanfa­atan layanan Teleshop diyakini dapat melipatgandakan omset dan laba pelaku UMKM.

“Ke depan, Teleshop terus memperkuat ekosistem digi­talnya dengan menyasar sektor UMKM yang selama ini belum terjamah kalangan perbank­an seperti pedagang voucher, minimarket (terutama yang stand alone) warung-warung kecil, gerobak kaki lima, dan ko­perasi,” paparnya.

Teleshop adalah platform berbasis aplikasi android yang mudah dioperasionalkan. Tele­shop juga menawarkan plat­form online to offline (o2o) yang membuat 25 ribu Sobate Teleshop bisa memberikan layanan transaksi digital kepada konsumen mereka. Sejumlah kebutuhan konsumen dapat dilayani Teleshop, termasuk ke­butuhan rutin seperti pemba­yaran listrik (dan token listrik), PDAM, Telepon, Leasing, pay-tv, dan lain-lain.

Teleshop juga bisa digunakan untuk pembayaran asuransi, BPJS, pembelian pulsa, paket data, voucher game juga dapat dilayani. Begitu pula keperluan traveling seperti tiket pesawat, kereta, kapal Pelni, atau kamar hotel.

yok/AR-2

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment