Anak Perlu Diedukasi Bahaya Kekerasan | Koran Jakarta
Koran Jakarta | February 25 2020
No Comments
Penganiayaan Murid

Anak Perlu Diedukasi Bahaya Kekerasan

Anak Perlu Diedukasi Bahaya Kekerasan

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

PURWOKERTO – Anak harus diberi pemahaman bahaya dan dampak negatif perundungan (bullying). Imbauan ini datang dari dosen Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto, Wisnu Widjanarko, Kamis (13/2). “Anak-anak wajib diinfokan mengenai bahaya melakukan tindakan perundungan, termasuk dampak buruk bagi temannya yang menjadi korban,” katanya.

Dosen komunikasi keluarga FISIP Unsoed itu menjelaskan, pentingnya membangun kesadaran anak-anak sejak dini mengenai bahaya perundungan. Mereka perlu sejak dini tahu bahwa mem-bully itu tidak baik, tidak berpekerti luhur, membahayakan orang lain, dan bahkan bisa terjerat hukum. Dengan memberi pemahaman yang intensif kepada remaja diharapkan dapat menekan kasus perundungan di Tanah Air.

“Kampanye ini dibarengi dengan mengajarkan anak pentingnya kasih sayang dalam kehidupan sehari-hari baik kepada orang tua, guru, teman-teman, maupun seluruh setiap orang,” katanya. Sementara itu, dia juga menyampaikan rasa prihatin terhadap kasus perundungan terhadap seorang siswi di sebuah SMP Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.

Kasus penganiayaan terhadap salah seorang siswa SMP Muhammadiyah, Butuh, Purworejo tersebut kini ditangani Polres Purworejo. Perundungan tersebut terungkap setelah video penganiayaan beredar di media sosial. Video memperlihatkan, tiga siswa laki-laki memukul dan menendang siswi di dalam kelas.

Kasus Bekasi

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jabar, Dewi Sartika, mengecam setiap kekerasan yang dilakukan guru terhadap siswa seperti di SMA Negeri 12 Kota Bekasi yang viral di medsos. Kepala SMAN 12 Bekasi telah mencopot guru tersebut dari jabatan wakil kepala sekolah bidang kesiswaan. “ Sudah tidak zamannya lagi melakukan kekerasan untuk membina siswa,” ujar Dewi.

Menurut Dewi, tindakan oknum guru tersebut mencederai komitmen menghadirkan sistem dan tata kelola pendidikan maju. “Pemukulan mencederai dunia pendidikan. Padahal kami sudah meluncurkan berbagai program peningkatan kualitas mental, termasuk bagi guru,” tambah Dewi.

Dewi mendesak sekolah untuk minta maaf kepada peserta didik dan melakukan mediasi. Sekolah harus mengevaluasi cara menghukum murid. “Kasus tersebut harus menjadi yang terakhir di dunia pendidikan Jabar,” tandas Dewi. Dia mengimbau seluruh guru di Jabar agar menciptakan suasana menyenangkan bagi siswa guna melahirkan inovasi dan meningkatkan kreativitas siswa.  tgh/Ant/G-1

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment