Koran Jakarta | August 26 2019
No Comments

Aljazair Juara Piala Afrika

Aljazair Juara Piala Afrika
A   A   A   Pengaturan Font

Bagi Senegal kekalahan tersebut membuat penantian panjang untuk merebut mahkota Piala Afrika pertama berlanjut.

KAIRO – Gol Baghdad Bounedjah pada awal laga me­mastikan Aljazair meraih gelar Piala Afrika pertama dalam 29 tahun. Tim berjuluk “Rubah Gurun” itu menang 1-0 atas Senegal yang diper­kuat Sadio Mane pada final yang berlangsung di Kai­ro, Sabtu (20/7) WIB.

Bounedjah mem­beri Aljazair sebuah awal menjanjikan di menit kedua. Tendangannya yang dibelokkan tak mampu dibendung kiper Senegal Al­fred Gomis, dan itu terbukti cukup bagi tim juara pada 1990 itu untuk mengangkat trofi di luar negara mereka untuk pertama kalinya.

“Ini luar biasa. Keme­nangan ini untuk selu­ruh negera,” ujar pen­jaga gawang Aljazair Rais M’Bolhi kepada beIN Sports. “Kami harus berterima kasih kepada (pelatih) Djamel Belmadi. Situasinya rumit di masa lalu se­belum dia datang,” sambungnya.

“Agak sulit untuk mengung­kapkannya sekarang, tetapi saya pikir kami akan menyadari apa yang telah kami lakukan ketika kami kembali ke rumah,” tandas­nya.

Bagi Senegal, yang ka­lah dari Aljazair dengan skor yang sama di babak penyisihan grup, penan­tian panjang untuk mere­but mahkota Piala Afrika pertama berlanjut. Pelatih mereka saat ini Aliou Cisse, men­jadi kapten saat Senegal menjadi runner-up pada 2002 dan dia kembali gagal di final.

“Kami kebobolan gol sangat cepat dan secara keseluruhan saya pikir kami pantas menya­makan kedudukan, tetapi itu ti­dak terjadi,” ujar Cisse.

“Saya ingin memberi selamat kepada para pemain saya. Kami telah bekerja sama sejak lama untuk Piala Afrika ini dan kami menginginkannya, tetapi malam ini itu tidak berjalan sesuai ke­inginan kami,” sambungnya.

Itu adalah pertandingan penentuan gelar pertama yang menampilkan dua pelatih asal Afrika sejak tahun 1998. Pelatih Aljazair Djamel Belmadi menye­lesaikan 12 bulan di kursi pelatih setelah mewarisi tim yang gagal melaju dari penyisihan grup dua tahun lalu.

“Tanpa pemain, saya bukan apa-apa. Mereka adalah yang utama. Saya kira staf memainkan perannya dalam memandu para pemain dan mereka menerapkan instruksi dengan sangat baik,” jelas Belmadi.

Dengan pemain andalan di lini pertahanan Kalidou Kou­libaly ditangguhkan untuk Sen­egal, Salif Sane menjadi starter di belakang. Ismaila Sarr dipanggil kembali untuk berada di lini se­rang. Sementara Belmadi tetap percaya pada tim yang sama den­gan yang mengalahkan Nigeria melalui tendangan bebas Riyad Mahrez pada injury time.

Gol Aljazair pada laga itu juga memastikan untuk kali pertama Gomis kebobolan dalam hampir 400 menit di Mesir. Dia meng­gantikan Edouard Mendy yang cedera menjelang pertandingan terakhir Senegal di babak grup.

Disambut Meriah

Usai meraih gelar, tim Aljazair langsung pulang ke negara me­reka dan disambut bak pahlawan oleh para pendukung. Pesawat yang mereka tumpangi juga mendapar “salut air” saat tiba di bandara Aljir.

“Satu, dua, tiga, viva Aljazair!” seru puluhan ribu penggemar yang mengibarkan bendera berbaris di jalan dari bandara. Mereka bersorak saat para pe­main melanjutkan parade keme­nangan melalui jalan ibukota ne­gara itu dengan bus terbuka.

Para pemain, dengan medali pemenang di leher mereka dan kapten Ryad Mahrez mengang­kat trofi. Mereka diberi sambu­tan karpet merah di bandara dan juga disambut oleh Perdana Menteri Noureddine Bedoui.

Bus mereka dihiasi dengan dua bintang, menandai keme­nangan kedua Aljazair di Piala Afrika, dan dihiasi dengan kata-kata “Kami bangga padamu” da­lam bahasa Arab dan Amazigh, atau Berber, dua bahasa resmi negara Afrika Utara itu.

“Kemenangan ini tentu akan memberikan nafas baru ke ne­gara ini,” ujar presiden federasi sepakbola Aljazair, Kheiredine Zetchi.

Hanya 12 bulan yang lalu, Al­jazair berada dalam kekacauan setelah kepergian mantan bin­tang tim nasional Rabah Madjer. Tapi penunjukan Djamel Bel­madi membuktikan kejeniusan dari federasi yang memecat lima pelatih dalam dua tahun penuh gejolak. ben/AFP

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment