Koran Jakarta | August 22 2017
No Comments

Alat Tangkap Ikan Kapal Indonesia Ketinggalan

Alat Tangkap Ikan Kapal Indonesia Ketinggalan

Foto : Koran Jakarta / Selo Cahyo Basuki
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti (kiri) dan Rektor Unair Mohammad Nasih usai Orasi Ilmiah dan Talkshow bertajuk Pembangunan Ekonomi Maritim di Universitas Airlangga Surabaya, Jawa Timur, Jumat (11/8).
A   A   A   Pengaturan Font

SURABAYA – Kemampuan alat tangkap ikan kapal-kapal Indonesia masih sangat jauh di bawah kapabilitas kapal milik asing. Hal itu menjadi salah satu penyebab tidak maksimalnya pemanfaatan potensi laut di Indonesia yang sangat besar.

“Sangat asimetris dengan kapabilitas peralatan tangkap ikan yang dimiliki kapal kita, contohnnya jejaring minimal berukuran 50 meter. Sementara ribuan kapal asing secara ilegal setiap hari memasuki perairan Indonesia,” kata Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dalam Orasi Ilmiah dan Talkshow bertajuk Pembangunan Ekonomi Maritim di Universitas Airlangga, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (11/8). Susi menambahkan, Indonesia memiliki potensi kemaritiman yang besar.

Sayangnya, belum dapat dimanfaatkan secara maksimal. Salah satu penyebabnya adalah pencurian sumber daya kelautan oleh nelayan-nelayan asing. “Ketika diberi amanah oleh Presiden saya bersama anak buahnya mencari regulasi yang mampu memotong rantai pencurian dengan cara menenggelamkan kapal-kapal asing. Selain penindakan, Menteri Susi menambahkan pemerintah telah melakukan pencegahan dengan menggandeng para duta besar negara lain di Indonesia.

“Karena kapal asing banyak yang melakukan trans-shipment di laut, saya sampikan kepada para duta besar agar kapal-kapal tersebut harus masuk ke pelabuhan, kalau tidak, saya tenggelamkan,” pungkasnya.

Sementara Rektor Unair Mohammad Nasih, menyampaikan harapan agar pemerintah, pelaku usaha dan akademisi dapat memformulasikan pembangunan ekonomi maritim yang mampu memberikan kesejahteraan bagi semua. “Saya berharap agar pelaku usaha kemaritiman nanti bisa sejahtera seperti bu Susi. Dalam kuliah perekonomian kali ini, saya berharap agar Bu Susi juga bisa memberikan ide-ide kepada kami dalam hal pembangunan ekonomi kemaritiman,” ujar Nasih. SB/E-10

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment