Koran Jakarta | May 28 2018
No Comments
Jaminan Kesehatan

Akurasi Data Peserta BPJS Kesehatan Ditingkatkan

Akurasi Data Peserta BPJS Kesehatan Ditingkatkan

Foto : ISTIMEWA
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Fachmi Idris.
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS Kesehatan) melakukan sinkronisasi data kepesertaan dengan data kependudukan yang melekat di KTP Elekreonik (e-KTP). Langkah ini dilakukan untuk menyisir adanya potensi identitas palsu dan penyalahgunaan kartu BPJS Kesehatan.

BPJS Kesehatan beserta Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil mengembangkan layanan pendaftaran masyarakat yang akan mendaftar menjadi peserta JKN-KIS, melalui pemanfaatan e-KTP pada card reader.

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Fachmi Idris, mengatakan melalui sinergi ini, BPJS Kesehatan akan memperoleh validitas data calon peserta JKN-KIS, dan juga dipergunakan untuk meng-update data peserta yang sudah terdaftar di data kepesertaan BPJS Kesehatan.

“Jadi ini untuk mengonfirmasi yang datang  adalah orang yang tepat, bukan orang yang punya niat jahat atau menyalahgunakan kartu BPJS,” jelas Fachmi, di Jakarta, akhir pekan lalu.

Menurut Fachmi, pemanfaatan data kependudukan tersebut sangat penting dalam memudahkan proses registrasi peserta JKN-KIS. Bukan hanya itu, NIK dijadikan sebagai kata kunci data kepesertaan tunggal untuk mencegah terjadinya duplikasi data dalam proses pendaftaran peserta JKN-KIS. “Dengan demikian, akurasi data peserta JKN-KIS pun lebih terjamin,” tegasnya.

Ia menjelaskan card reader e-KTP digunakan untuk mempermudah dan mempercepat proses pendaftaran peserta baru dan proses mutasi data peserta. Dalam hal pendaftaran, calon peserta JKN-KIS cukup meletakkan e-KTP ke mesin card reader dan menekankan jari telunjuk ke pemindai. Setelah itu, data e-KTP di card reader akan langsung terkoneksi dengan aplikasi kepesertaan BPJS Kesehatan.

Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Kemdagri, Zudan Arif Fakrulloh, menambahkan, dengan adanya pembaca kartu ini dapat dengan cepat mendeteksi jika ada pihak yang ikut BPJS Kesehatan dengan menggunakan identitas palsu. “Jadi, kalau ada orang ingin ikut kepesertaan dengan memalsukan identitas, pasti akan diketahui,” jelasnya.

Selama ini, pembobolan banyak terjadi di dunia perbankan karena tidak adanya sistem verifikasi. “Terjadi kebobolan karena tidak melakukan verifikasi. Hanya orang membawa e-KTP selalu dianggap KTP-nya itu asli. Padahal tidak. Muncul e-KTP yang fotonya diganti,” papar Zudan. cit/E-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment