Koran Jakarta | December 19 2018
No Comments

Akibat Asesmen “Dovish” Pejabat The Fed

Akibat Asesmen “Dovish” Pejabat The Fed

Foto : s.d 16 nov
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Nilai tukar rupiah diperkirakan menguat, hari ini (19/11), melanjutkan apresiasi pada akhir pekan lalu.

Pelemahan dollar AS pasca komentar hati-hati dua pejabat bank sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed diprediksi masih mempengaruhi kinerja rupiah. Seperti diketahui,

Greenback jatuh ke posisi terendah satu pekan terhadap euro dan terdalam dua pekan terhadap yen, menyusul komentar dari Wakil Ketua Federal Reserve Richard Clarida,

yang mengatakan kepada televisi CNBC bahwa dia melihat beberapa bukti bahwa pertumbuhan global mendingin.

Clarida juga mencatat bahwa suku bunga pinjaman jangka pendek AS mendekati netral dan mengatakan kenaikan suku bunga lebih lanjut akan bergantung pada data ekonomi.

“Anda telah melihat kecenderung dovish dari beberapa pejabat The Fed. Itu memberi tekanan pada dollar,” kata Chuck Tomes, analis investasi senior di Manulife Asset Management di Boston.

Sementara itu, pergerakan nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Jumat (16/11) sore, menguat sebesar 128 poin dari sehari sebelumnya menjadi 14.537 rupiah per dollar AS. Ant/E-10

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment