Koran Jakarta | December 17 2017
No Comments
Konservasi Satwa

Akhir Bulan Giant Panda Tampil ke Publik

Akhir Bulan Giant Panda Tampil ke Publik

Foto : istimewa
Panda asal Tiongkok masih dalam pengawasan dikarantina oleh tim Taman Safari Indonesia, beberapa waktu lalu.
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - Rasa penasaran para pencinta panda akan terobati tidak lama lagi. Pasalnya sepasang Giant Panda, akhir bulan akan bisa disaksikan secara langsung di Taman Safari Indonesia (TSI), Bogor,

Group Head of Marketin Taman Safari Indonesia (TSI), Triyoba Nataria mengatakan, saat ini sepasang panda yang bernama Cai Tao (jantan) dan Hu Chun (betina) belum dapat ditampilkan ke publik, sebab sekurang-kurangnya satu bulan keduanya harus memasukin masa karantina di TSI.

“Kami memohon maaf kepada para pecinta panda di tanah air yang sudah menanti-nanti agar bisa berjumpa dengan kedua panda tersebut, namun untuk kepentingan Cai Tao dan Hu Chun kami harus mengkarantinanya terlebih dahulu,” kata Triyoba yang dihubungi, Kamis (12/10).

Ia menambahkan karantina untuk hewan yang datang ke sebuah tempat baru sangat dibutuhkan, hal ini untuk beradaptasi dengan lingkungan baru agar tidak stress, terlebih lagi panda-panda tersebut telah menembuh perjalanan jauh menggunakan kapal terbang dan di dalam kandang.

Triyoba menjelaskan kalau pihaknya mendapatkan rekomendasi dari dokter hewan, yang selalu memantau hari demi hari, maka jika tidak ada halangan pada akhir bulan ini atau awal bulan November kedua panda tersebut akan ditampilkan ke publik sehingga masyarakat.

“Terus terang saat kami tidak bisa memastikan kapannya panda itu dapat ditampilkan ke publik, akan tapi jika tidak halangan akhir bulan ini. Tapi untuk dapat mengupdate perkembangan panda-panda itu instragram kami di @duapanda.tamansafari,” katanya.

Triyoba juga menjelaskan bahwa saat peluncuran panda tersebut, direncanakan akan diresmikan oleh Presiden Indonesia, Joko Widodo dan Republik Rakyat Tiongkok, Xi Jinping.

Ia juga memastikan, kedua panda tersebut berada dalam kondisi sehat, panda jantan bernama Cai Tao (yang berarti colorful porcelain atau diterjemahkan menjadi porselen indah) dan panda betina bernama Hu Chun (yang berarti spring lake atau diterjemahkan menjadi danau musim semi), dengan berat badan masing-masing sebesar 128 Kg (panda jantan) dan 113 Kg (panda betina).

Sebelumnya, saat penerimaan kedatangan panda tersebut, Direktur TSI, Jansen Manansang mengatakan Indonesia secara resmi menjadi negara ke 16 di seluruh dunia, dan negara ke empat di Asia Tenggara yang mendapatkan peminjaman pengembangbiakan (breeding loan) Giant Panda. Inisiasi konservasi satwa ini telah dijalin oleh Indonesia dan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) sejak tahun 2010, saat peringatan 60 tahun hubungan diplomatik antara kedua negara.

Dukungan Garuda

Direktur Utama Garuda Indonesia Pahala N. Mansury mengungkapkan sebagai national flag carrier, merupakan kehormatan tersendiri bagi kami untuk dapat ambil bagian dalam upaya tindak lanjut dari inisiasi konservasi panda yang telah dijalin oleh Indonesia dan Tiongkok sejak peringatan 60 tahun hubungan diplomatik antar kedua negara di tahun 2010 lalu.

“Fasilitas pengangkutan kedua panda raksasa dengan jenis Ailuropoda Melanoleuca tersebut merupakan bentuk dukungan Garuda Indonesia terhadap upaya pelestarian dan konservasi populasi Panda di dunia yang juga turut menandai peningkatan hubungan bilateral yang telah dijalin antara Indonesia dan Republik Rakyat Tiongkok,” katanya.

Menurut Pahala, untuk menjaga kenyamanan dan keselamatan hewan langka ini, dalam melaksanakan pengangkutannya Garuda Indonesia menggunakan armada Airbus A330-200 yang dioperasikan pada penerbangan GA887 yang secara khusus di re-routemenjadi Chengdu-Jakarta-Denpasar, dari sebelumnya Chengdu-Denpasar-Jakarta. mza/P-5

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment