Koran Jakarta | September 19 2019
No Comments
Sekretaris Kabinet, Pramono Anung, Terkait Pertemuan Joko Widodo dan Prabowo Subianto

Akan Ada Pertemuan Lanjutan Jokowi-Prabowo

Akan Ada Pertemuan Lanjutan Jokowi-Prabowo

Foto : FOTO: HUMAS/JAY
A   A   A   Pengaturan Font
Pertemuan Joko Widodo dan Prabowo Subianto, dua tokoh yang bersaing dalam pemilihan presiden (Pilpres) 2019 akhirnya terlaksana. Pertemuan Jokowi dan Prabowo digelar sangat unik, yakni di Stasiun Moda Raya Terpadu (MRT), Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Sabtu (13/7).

 

Pertemuan dua tokoh ini memang jadi pembahasan hangat dikalangan elite politik dalam beberapa bulan terakhir ini. Pertemuan didengungkan karena setelah pengumuman pemenang pemilu oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), penolakan gugatan Prabowo di Mahkamah Konstitusi (MK) hingga penetapan pemenang pemilu oleh KPU situasi masih tetap menghangat.

Untuk mengetahui bagaimana proses pertemuan Joko Widodo dan Prabowo Subianto, politisi senior PDIP yang juga menjadi Sekretaris Kabinet, Pramono Anung memberikan penjelasan­nya disela-sela pertemuan di FX Senayan, Jakarta. Berikut penjelasannya.

Bagaimana awal mula pertemuan ini?

Pertemuan ini sudah digagas cukup lama dan tentunya dengan keterbatasan waktu Pak Prabowo dan Pak Jokowi sehingga baru diatur pada hari ini (Sabtu). Dan pilihan di MRT ini pilihan berdua, karena memang menunjukkan sekarang kultur bu­daya transportasi kita sudah men­galami perubahan. Kedua pilihan di Sate Khas Senayan juga pilihan berdua karena Pak Prabowo suka sate kambing, Pak Jokowi suka pe­cel tahu tempe, sehingga kombinasi inilah terja di hari ini dan perte­muannya berjalan dengan baik.

Berapa lama Jokowi dan Prabowo di gerbong MRT dari Stasiun Lebak Bulus ke Senayan?

Tadi waktu di ger­bong, beliau kurang lebih 17 menit berdua. Hanya berdua bicara mengenai apa yang menjadi pembahasan berdua.

Apa saja materi pembahasan Jokowi dan Prabowo?

Ya, tentunya harapan ke depan untuk bisa bekerja sama. Tadi, juga secara terbuka disampaikan oleh Pak Jokowi dan Pak Prabowo untuk mengubah apa yang terjadi dalam pertarungan yang cukup sengit kan tidak mudah, tapi beliau komit­men tidak ada 01, 02. Enggak ada kampret, cebong, yang ada adalah Garuda Merah Putih. Menurut saya, ini adalah simbolisasi yang sangat baik bagi dua pemimpin ini dan harapannya pendukungnya bisa yang sama.

Dalam pertemuan itu terlihat ada Kepala BIN datang bersama Pak Prabowo, ikut menjembatani?

Ya, Pak Budi Gunawan ini kan Kepala BIN dan Kepala BIN tentu­nya bekerja tanpa ada suara, dan alhamdulillah apa yang dikerjakan hari ini tercapai.

Akan ada pertemuan lanjutannya?

Ya ada, ada. Pasti. Nanti-nanti.

Apakah Prabowo siap mem­bantu Jokowi?

Detailnya kan Pak Jokowi dan Pak Prabowo yang nanti. Tetapi yang jelas berdua akan saling mengunjungi.

Apakah ada pembicaraan rekonsiliasi memulangkan Rizieq Shihab?

Enggak ada pembahasan itu sama sekali. Jadi, tidak ada pem­bahasan yang ada di MA maupun pemulangan seseorang dari mana pun, tidak ada sama sekali pemba­hasan itu. m umar fadloli/AR-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment