Koran Jakarta | December 13 2017
No Comments

Agnez Mo Tampilkan Koreografi Rumit

Agnez Mo Tampilkan Koreografi Rumit

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Agnez Mo tidak pernah setengah-setengah jika melakukan sesuatu. Dikutip dari majalah Vogue, majalah gaya hidup asal Amerika, Agnez memimpin sekelompok tim penari yang me­nampilkan koreografi rumit da­lam single “Long as I Get Paid” dari album debut internasional “X” di lokasi pilihannya sendiri.

Agnez memang mengurusi banyak hal, tapi energinya mem­buncah. “Saya harus memasti­kan apa yang saya bayangkan memang jadi kenyataan,” kata Agnez di sela pengambilan gam­bar video klip.

“Kritikus paling besar adalah saya sendiri. Saya ingin semua­nya sempurna. Ini bukan soal arogansi, ini tentang menyadari bahwa saya berevolusi dan ber­gerak ke arah yang benar.”

Album “X” dianggapnya sebagai album paling personal, kini Agnez memasuki fase baru dalam karier yang sudah optimal sejak awal. Meski masih pen­datang baru di Amerika, Agnez sudah meniti karier sejak berusia 6 tahun di Asia, menjadi bintang pop yang lagu-lagunya menem­pati puncak tangga lagu selama dua dekade.

“Banyak seniman yang suka mengganti tim mereka, tapi saya tidak seperti itu karena saya percaya tim harus seperti keluarga,” kata Agnez yang telah bekerja sama dengan Timbaland dan Danja. “Saya mau bekerja dengan orang-orang yang ada di sana karena kita membuat sesuatu yang keren, bukan cuma karena mereka digaji. Ketika saya menemukan tim yang tepat, saya ingin terus bersama mereka.”

Soal fashion, Agnez mengajak penata busana Monica Rose, penata rias Mylah Morales dan penata rambut Larry Sims untuk menciptakan visual dalam video musiknya dan membuat tam­pilannya menakjubkan. “Yang saya sukai dari ketiga orang ini adalah mereka mendengarkan apa yang saya mau dan saya mendengarkan apa yang mereka mau. Kami bertukar ide dan be­nar-benar berkolaborasi.”

Bagi Agnez buah dari idenya bukan cuma soal baju-baju keren, tapi menyampaikan ceritanya, meski kadang berten­tangan dengan pandangan sempit industri musik me­ngenai seniman perem­puan dengan warna kulit tertentu. Agnes berpendapat, musik yang dia ciptakan tidak seperti musik yang diasosiasi­kan dengan penyanyi perempuan Asia.

“Me­reka melihat wajah saya dan berpikir, ‘Oh, dia Asia, jadi musiknya akan seperti ini,-- saya sudah bertemu banyak orang yang mencoba mengendalikan saya.” Mengenai gaya busana yang berbeda, Agnez punya alasan tersendiri. “Saya tidak mau tampil beda hanya karena ingin berbeda, itu bukan tuju­an saya,” kata dia. “Saya hanya ingin jadi diri sendiri, otentik. Saya tumbuh dengan melihat budaya-budaya yang berbeda, mendengarkan beragam musik, belajar dari semua referensi itu, dan itulah yang membuat saya yang sekarang. Itu adalah bagian dari saya, dan itu yang ingin saya perlihatkan pada orang-orang.”

Dengan video yang kini su­dah ditonton 13 juta di YouTube, dan masih bertambah, sudah jelas Agnez Mo baru memulai perjalanannya. Ant/S-2

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment