Agar Tetap Akur dengan Pasangan Selama Karantina di Rumah | Koran Jakarta
Koran Jakarta | May 30 2020
No Comments

Agar Tetap Akur dengan Pasangan Selama Karantina di Rumah

Agar Tetap Akur dengan Pasangan Selama Karantina di Rumah

Foto : Shutterstock
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - Untuk pasangan yang tinggal bersama, situasi saat ini bisa jadi skenario romantis. Anda berdua bekerja dari rumah dan bisa berduaan sepanjang waktu. Sayangnya, banyak pasangan yang mungkin belum pernah melewati waktu berduaan sepanjang ini.

Meski serumah, selalu ada masa yang dilewatkan sendirian, ketika sedang bekerja di kantor masing-masing, misalnya.

Tapi interaksi yang intensif selama masa karantina bisa berujung pada konflik. Bagaimana agar tetap akur dengan pasangan selama berdiam diri di rumah?

Dr John Lim dari Pusat Konseling Singapura, dikutip dari CNA, mengatakan masalah komunikasi, pekerjaan mengurus rumah, perbedaan pola asuh anak dan perbedaan nilai jadi beberapa hal yang mungkin diperdebatkan selama berdiam diri di rumah.

Orang yang berdiam diri di rumah selama karantina lebih rentan merasa kesal, cemas, suasana hati tak baik, insomnia, marah dan depresi.

"Dalam sebuah hubungan, pasangan punya ruang pribadi dan ruang bersama. Ruang pribadi membuat individu bisa menjaga identitas dirinya dan memenuhi kebutuhan dan keinginan mereka," kata Lim.

Namun, berdiam diri di rumah bisa mengikis ruang pribadi dan memperluas ruang bersama. Tanpa privasi, waktu dan kesempatan untuk menghabiskan waktu bagi diri sendiri, seseorang bisa merasa frustrasi karena keinginan dan kebutuhannya tak tercukupi.

"Perasaan negatif ini bisa terproyeksi kepada pasangan dan berujung pada konflik," ucap Lim.

Bertemu dengan pasangan setiap hari juga bisa membuat perbedaan nilai lebih terasa, lalu berujung jadi argumen.

"Misalnya, suami menilai bekerja lebih penting sementara istri menilai keluarga lebih penting. Istri bisa merasa suaminya kurang menghabiskan banyak waktu bersama keluarga meski di rumah sepanjang hari," kata dia.

Masalah yang sudah lama muncul bisa kembali mengemuka selama karantina. Lalu bagaimana cara mengatasinya?

Saat ini banyak orang masih beradaptasi dalam kenormalan baru. Menyadari bahwa ada masalah yang harus dihadapi bisa membantu, sebab Anda tahu rasa cemas dan bingung membuat Anda lebih reaktif dari biasanya.

Pasangan dengan basis kepercayaan kuat dan rasa hormat satu sama lain bisa memberi timbal balik positif dan memperkuat hubungan.

Fokuslah pada apa yang bisa dikontrol. Buat batasan, hargai ruang dan waktu personal pasangan dan coba beri waktu yang lain untuk menyendiri.

Ingatlah bahwa semua orang berjuang untuk beradaptasi dengan cara berbeda.

Isolasi bersama pasangan bukan berarti harus menghabiskan tiap menit bersama. Ciptakan rutinitas baru, yang berbeda. Buat rutinitas untuk diri sendiri, untuk pasangan, dan bersama anak-anak.

Misalnya, setelah bekerja, Anda bisa memberi ruang bagi pasangan masing-masing untuk bersantai sebelum bertemu lagi untuk bercengkrama. Ini memberi keseimbangan ruang personal dan bersama. Ant/I-1

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment