Koran Jakarta | July 17 2018
No Comments
Strategi Bisnis

ABM Dapat Komitmen Pinjaman 350 Juta Dollar AS

ABM Dapat Komitmen Pinjaman 350 Juta Dollar AS

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - PT ABM Investama Tbk (ABMM) mengklaim memiliki komitmen dana dari perbankan sekitar 350 juta dollar AS. Pinjaman kombinasi dari bank lokal dan asing ini akan digunakan untuk mengakuisisi tambang batu bara di Kalimantan. Diharapkan akuisisi tambang batu bara tersebut bisa terealisasi pada kuartal keempat 2018.

Direktur Keuangan ABM Investama, Adrian Erlangga, mengatakan meski adanya potensi kenaikan bunga pinjaman akibat dampak kenaikan bunga acuan bank sentral di dalam maupun luar negeri, namun merujuk pada belanja modal (capital expendicture/capex) yang menggunakan dollar AS, maka Perseroan tidak merasa khawatir.

Walaupun Perseroan harus melakukan adjustment namun hal itu tidak menjadi masalah dan pihaknya telah mengantisipasinya. “Kita dapat bunga murah karena reputasi kita cukup baik. Benchmark kita LIBOR +3,” ungkap dia di Jakarta, Kamis (12/7). Nantinya pinjaman perbankan tersebut bisa menggunakan skema club deal sehingga Perseroan akan mengajak banyak pihak perbankan.

Pinjaman tersebut juga bisa ditarik kapan saja sesuai dengan komitmen yang diperoleh, sehingga tinggal kapan Perseroan akan menggunakan untuk akuisisi. “Dananya available jadi kalau tambangnya sudah ada kita bisa langsung belanja,” jelas Adrian. Adapun proses pencarian tambang yang akan diakuisisi sebenarnya sudah direncankan sejak tahun lalu namun hingga saat ini belum ada yang sesuai dengan kriteria.

“Kita segera akuisisi. Kita sudah ada beberapa yang dibidik tinggal dieksekusi mau tambang besar atau kecil,” ucap dia. Adrian menjelaskan, kendala dalam akuisisi ini bukanlah uang tetapi teknikal. Sebab, Perseroan ingin memastikan bahwa tambang-tambang itu berkelanjutan. Namun bila bicara akuisisi di tengah harga batu bara yang sedang tinggi tentu saja membuat pemilik tambang menahan diri sehingga belum mau menjualnya bahkan meminta menaikkan harganya lagi.

Selain itu, harga yang ditawarkan untuk akuisisi beragam dan disesuaikan dengan kadar kalori batu bara, besarnya penerimaan tambang, striping ratio, jarak hauling, dan marjin. Kendati begitu, tambang batu bara yang diincar harus memiliki kalori 4.000 Kcal/kg ke atas dan yang potensial ada di Kalimantan.

“Di Sumatera juga ada tetapi logistik di sana tidak mudah dan kita familiar dengan Kalimantan,” tegas dia. Direktur Utama ABM Investama, Andi Djajanegara, menjelaskan produksi batu bara Perseroan pada tahun 2018 akan meningkat hingga 9 juta ton. Kenaikan produksi batu bara juga didukung dengan strategi efisiensi melalui penguatan integrasi anak perusahaan menjadi sebuah Supply Chain Sevices bisnis batu bara. 

 

yni/AR-2

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment