Image Image Image Image Image Image Image Image Image Image

Koran Jakarta | May 27 2016

Scroll to top

Top

follow us

Nasional

Candu Impor Gula Rusak Upaya Kemandirian Pangan

Jumat 27/5/2016 | 00:01
A   A   A   Pengaturan Font

Pelaku produksi dalam negeri selalu dikalahkan demi kepentingan importir. Impor saat musim giling membuat harga gula jatuh, apalagi ada bocoran gula rafinasi.

JAKARTA. – Rencana menteri BUMN mengimpor gula mentah produk petani asing dinilai akan merusak konsep dan citacita kemandirian pangan yang sedang dijalankan pemerintahan Joko Widodo.

Kebijakan jangka pendek berupa impor yang terus dilanggengkan pemburu rente itu juga akan mengganggu tatanan pasar serta menghancurkan semangat petani meningkatkan produksi.

Peneliti Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan UGM Yogyakarta, Awan Santosa, mengatakan masuknya gula impor akibat negara terlalu lama dikuasai oleh korporatokrasi yang berbasis pada ekonomi rente.

Korporatokrasi adalah istilah yang menggambarkan sistem pemerintahan yang dikuasai berbagai korporasi besar.

“Pelaku produksi dalam negeri dalam hal ini petani tebu selalu dikalahkan demi kepentingan importir dan pedagang pemburu rente. Rente sebagai tujuan utama korporatokrasi menghancurkan sendi produksi masyarakat. Kendali pedagang dalam tata niaga dan distribusi membuat janji swasembada pemerintah sebagai muslihat belaka untuk petani,” kata Awan saat dihubungi, Kamis (26/5).

Seharusnya, lanjut dia, pemerintah membuat sistem dan pengawasan yang ketat terkait distribusi gula impor dan impor pangan lain sehingga meyakinkan petani bahwa hasil panennya bisa diserap pasar dengan harga tinggi.

“Impor gula berpotensi mengancam kesejahteraan petani tebu rakyat. Proyeksi kekurangan produksi gula belum jelas. Sekira ternyata surplus harga gula turun sehingga merugikan petani tebu. Sebaiknya fokus selesaikan masalah inefisiensi pabrik gula,” ujar Awan.

Sebelumnya, sejumlah kalangan menilai kebijakan Menteri BUMN, Rini M Soemarno, yang menugaskan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X mengimpor gula mentah sebanyak 381.000 ton di saat petani tebu sedang memulai panen raya pertama memunculkan dugaan adanya praktik perburuan rente atau rent seeking di kalangan oknum pejabat negara.

Pasalnya, setiap tahun pemerintah terlihat seperti kecanduan mengimpor gula dengan dalih menstabilkan harga, tanpa berusaha lebih keras untuk meningkatkan produktivitas gula nasional guna mencapai cita-cita swasembada pangan.

“Kabinet terus saja melanggengkan politik impor. Padahal, rent seeking impor jadi candu yang mematikan petani,” tegas Guru besar ekonomi pertanian UGM Yogyakarta, Masyhuri.

Sementara itu, Sekjen Andalan Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI), M Nur Khabsyin, menilai impor gula mentah atau raw sugar sekarang ini tidak tepat karena bertepatan dengan musim giling atau panen tebu di Jawa, sedangkan untuk wilayah Sumatera Utara musim giling dimulai Maret 2016.

“Ironisnya ada organisasi yang mengatasnamakan petani tebu cukup getol mendukung impor,” ujar dia. Menurut Nur Khabsyin, kebijakan impor akan menyebabkan stok gula bertambah sehingga harga di pasar turun dan petani akan dirugikan.

“Kami, petani tebu tidak anti-impor. Akan tetapi waktu impor tidak pada saat musim giling dan jumlahnya sebatas memenuhi kekurangan kebutuhan saja,” papar dia.

Rafinasi Bocor

Namun, menurut Nur Khabsyin, realisasi rencana impor gula mentah itu akan membuat stok gula melimpah pada saat puncak musim giling, yakni sekitar Agustus dengan asumsi impor dua bulan baru datang.

Akibatnya, harga gula pasir dipastikan jatuh, terlebih lagi rafinasi juga bocor ke pasar. Padahal, kata dia, pemerintah tidak menjamin harga minimal gula petani. Yang diamankan hanya harga di tingkat konsumen maksimal 11.000 rupiah per kilogram.

Sedangkan petani tebu dari Desa Clumprit, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Winardi, mengaku prihatin bila pemerintah memutuskan untuk impor di saat petani tebu seharusnya memetik hasil dari jerih payah mereka.

“Kalau ada jaminan rendemen di atas 8,5 tidak apa-apa, tapi kalau tidak kita yang susah. Kalau di bawah itu gulanya paling hanya 5 sampai 6 kilogram. Itu dari satu kwintal tebu. Jika ditambah lagi dengan impor maka meski panen tebu sedang melimpah percuma saja, karena akan terbuang. Kami tidak akan pernah menikmati hasil tanam selama ini,” ujar dia.

Winardi mengungkapkan setiap kebijakan impor diterapkan, tebu petani semakin sulit terserap oleh pabrik gula.

“Terkadang tebunya dibakar untuk dijadikan pupuk humus. Kalaupun bisa dijual akan kalah bersaing dengan rembesan gula rafinasi di pasar konsumen yang katanya didatangkan untuk pabrik makanan dan minuman saja,” tukas dia. YK/SB/ers/WP

Berkas Lengkap, Jessica Kumala Wongso Segera Diadili

Jumat 27/5/2016 | 00:00
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA. – Tersangka pembunuh Wayan Mirna Salihin, Jessica Kumala Wongso segera diadili. Berkas perkaranya sudah dinyatakan lengkap atau P21 oleh Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta.

Kini, Kejaksaan tinggal menunggu penyerahan tersangka dan alat bukti dari penyidik. Asisten Pidana Umum Kejati … Selengkapnya

Presiden Obama Khawatirkan Uji Coba Nuklir Korut

Jumat 27/5/2016 | 00:00
A   A   A   Pengaturan Font

ISE-SHIMA. – Negara Kelompok 7 (G7) mengkhawatirkan berbagai uji coba bom nuklir dan peluncuram roket yang dilakukan Korea Utara (Korut).

Selain itu, G7 juga menyoroti terorisme, keamanan cyber dan maritim, khususnya menyangkut meningakanya ketegangan di kawasan Laut Tiongkok Selatan … Selengkapnya

Hukuman Kebiri Dibarengi Proses Rehabilitasi

Jumat 27/5/2016 | 00:00
A   A   A   Pengaturan Font

Hukuman kebiri melalui suntikan kimia ini paling lama dilakukan selama dua tahun setelah terpidana menyelesaikan hukuman pokoknya.

JAKARTA. — Hukuman kebiri yang akan diberlakukan diberangi dengan proses rehabilitasi. Proses rehabilitasi tersebut bertujuan untuk menjaga pelaku tidak mengalami efek negatif lain … Selengkapnya

mondial

WHO Soroti Koneksi Perubahan Iklim dengan Kesehatan

Jumat 27/5/2016 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

JENEWA – Hanya 15 persen negara di dunia telah menyusun rencana bagi perubahan iklim yang merujuk kepada kesehatan, kendati kebanyakan aspek mendesak dari perubahan iklim adalah dampaknya pada kesehatan. Hal itu diungkapkan seorang pejabat senior Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), saat sesi sidang World Health Organization di Jenewa,  Selasa (25/5).

Menurut Sekretaris Pelaksana Konvensi Kerangka Kerja PBB mengenai Perubahan Iklim, Christiana Figueres, ada kaitan antara perubahan iklim dan kesehatan, termasuk yang berhubungan dengan penyebaran penyakit yang disebabkan oleh parasit dan patogen. “Jika dunia tidak secara mendasar mengubah pendekatannya ke bidang energi dalam waktu lima tahun ke depan, ada resiko bahwa kerusakan pada atmosfir takkan bisa diubah dan terus mempengaruhi kesehatan selama berabad-abad,” kata Figueres.

Pidato Figueres diikuti oleh penjelasan teknis yang menggarisbawahi perlunya bagi tindakan banyak-sektor guna mencapai sasaran pembangunan berkelanjutan (SDG) yang berkaitan dengan kesehatan dan kesepakatan mengenai resolusi baru untuk mewujudkan sasaran itu.

Pada September tahun lalu, Sidang Majelis Umum PBB mensahkan SDG, seperangkat 17 sasaran ambisius dengan 169 target untuk mencapai dunia yang lebih adil, lebih aman dan lebih sehat paling lambat pada 2030. Ant/Xinhua/I-1

Dubes RI untuk Inggris Serahkan Kredensial

Jumat 27/5/2016 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

LONDON – Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Inggris, Rizal Sukma, didampingi Nyonya Hana A Satriyo, pada Kamis (26/5) menuju Istana Buckingham, London, untuk menyerahkan kredensial (surat-surat kepercayaan) kepada Ratu Inggris, Elizabeth II. Dijemput dengan kereta kencana, Dubes Rizal pergi … Selengkapnya

Tiongkok Bahas Isu Antikorupsi pada KTT G20

Jumat 27/5/2016 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

 BEIJING – Pihak Tiongkok diwartakan akan menjadikan kerja sama antikorupsi menjadi agenda utama saat menjadi tuan rumah konferensi tingkat tinggi G20 pada tahun ini. Hal ini dinyatakan Menteri Luar Negeri Tiongkok, Wang Yi, pada Kamis (26/5).

Agenda antikorupsi digagas setelah … Selengkapnya

Sidang Pemakzulan Rousseff Berakhir Agustus

Jumat 27/5/2016 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

BRASILIA – Sidang pemakzulan Presiden Brasil non-aktif, Dilma Rousseff, diwartakan kantor berita Agencia pada Rabu (25/5) akan berakhir pada Agustus mendatang. Menilik pemberitaan Agencia berarti proses keputusan apakah Rousseff masih bisa berkuasa atau tidak, lebih cepat dari perkiraan sebelumnya.

“Upaya … Selengkapnya

ekonomi

Candu Impor Gula Rusak Upaya Kemandirian Pangan

Jumat 27/5/2016 | 00:01
A   A   A   Pengaturan Font

Pelaku produksi dalam negeri selalu dikalahkan demi kepentingan importir. Impor saat musim giling membuat harga gula jatuh, apalagi ada bocoran gula rafinasi.

JAKARTA. – Rencana menteri BUMN mengimpor gula mentah produk petani asing dinilai akan merusak konsep dan citacita kemandirian pangan yang sedang dijalankan pemerintahan Joko Widodo.

Kebijakan jangka pendek berupa impor yang terus dilanggengkan pemburu rente itu juga akan mengganggu tatanan pasar serta menghancurkan semangat petani meningkatkan produksi.

Peneliti Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan UGM Yogyakarta, Awan Santosa, mengatakan masuknya gula impor akibat negara terlalu lama dikuasai oleh korporatokrasi yang berbasis pada ekonomi rente.

Korporatokrasi adalah istilah yang menggambarkan sistem pemerintahan yang dikuasai berbagai korporasi besar.

“Pelaku produksi dalam negeri dalam hal ini petani tebu selalu dikalahkan demi kepentingan importir dan pedagang pemburu rente. Rente sebagai tujuan utama korporatokrasi menghancurkan sendi produksi masyarakat. Kendali pedagang dalam tata niaga dan distribusi membuat janji swasembada pemerintah sebagai muslihat belaka untuk petani,” kata Awan saat dihubungi, Kamis (26/5).

Seharusnya, lanjut dia, pemerintah membuat sistem dan pengawasan yang ketat terkait distribusi gula impor dan impor pangan lain sehingga meyakinkan petani bahwa hasil panennya bisa diserap pasar dengan harga tinggi.

“Impor gula berpotensi mengancam kesejahteraan petani tebu rakyat. Proyeksi kekurangan produksi gula belum jelas. Sekira ternyata surplus harga gula turun sehingga merugikan petani tebu. Sebaiknya fokus selesaikan masalah inefisiensi pabrik gula,” ujar Awan.

Sebelumnya, sejumlah kalangan menilai kebijakan Menteri BUMN, Rini M Soemarno, yang menugaskan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X mengimpor gula mentah sebanyak 381.000 ton di saat petani tebu sedang memulai panen raya pertama memunculkan dugaan adanya praktik perburuan rente atau rent seeking di kalangan oknum pejabat negara.

Pasalnya, setiap tahun pemerintah terlihat seperti kecanduan mengimpor gula dengan dalih menstabilkan harga, tanpa berusaha lebih keras untuk meningkatkan produktivitas gula nasional guna mencapai cita-cita swasembada pangan.

“Kabinet terus saja melanggengkan politik impor. Padahal, rent seeking impor jadi candu yang mematikan petani,” tegas Guru besar ekonomi pertanian UGM Yogyakarta, Masyhuri.

Sementara itu, Sekjen Andalan Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI), M Nur Khabsyin, menilai impor gula mentah atau raw sugar sekarang ini tidak tepat karena bertepatan dengan musim giling atau panen tebu di Jawa, sedangkan untuk wilayah Sumatera Utara musim giling dimulai Maret 2016.

“Ironisnya ada organisasi yang mengatasnamakan petani tebu cukup getol mendukung impor,” ujar dia. Menurut Nur Khabsyin, kebijakan impor akan menyebabkan stok gula bertambah sehingga harga di pasar turun dan petani akan dirugikan.

“Kami, petani tebu tidak anti-impor. Akan tetapi waktu impor tidak pada saat musim giling dan jumlahnya sebatas memenuhi kekurangan kebutuhan saja,” papar dia.

Rafinasi Bocor

Namun, menurut Nur Khabsyin, realisasi rencana impor gula mentah itu akan membuat stok gula melimpah pada saat puncak musim giling, yakni sekitar Agustus dengan asumsi impor dua bulan baru datang.

Akibatnya, harga gula pasir dipastikan jatuh, terlebih lagi rafinasi juga bocor ke pasar. Padahal, kata dia, pemerintah tidak menjamin harga minimal gula petani. Yang diamankan hanya harga di tingkat konsumen maksimal 11.000 rupiah per kilogram.

Sedangkan petani tebu dari Desa Clumprit, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Winardi, mengaku prihatin bila pemerintah memutuskan untuk impor di saat petani tebu seharusnya memetik hasil dari jerih payah mereka.

“Kalau ada jaminan rendemen di atas 8,5 tidak apa-apa, tapi kalau tidak kita yang susah. Kalau di bawah itu gulanya paling hanya 5 sampai 6 kilogram. Itu dari satu kwintal tebu. Jika ditambah lagi dengan impor maka meski panen tebu sedang melimpah percuma saja, karena akan terbuang. Kami tidak akan pernah menikmati hasil tanam selama ini,” ujar dia.

Winardi mengungkapkan setiap kebijakan impor diterapkan, tebu petani semakin sulit terserap oleh pabrik gula.

“Terkadang tebunya dibakar untuk dijadikan pupuk humus. Kalaupun bisa dijual akan kalah bersaing dengan rembesan gula rafinasi di pasar konsumen yang katanya didatangkan untuk pabrik makanan dan minuman saja,” tukas dia. YK/SB/ers/WP

“Holding” BUMN Energi Diarahkan Emisi Obligasi

Kamis 26/5/2016 | 06:30
A   A   A   Pengaturan Font

Penerbitan obligasi oleh BUMN bertujuan agar pasar keuangan domestik semakin beragam, sehingga dapat menampung dana repatriasi hasil kebijakan pengampunan pajak (tax amnesty).

JAKARTA – Pemerintah mengarahkan kelompok korporasi (holding) Badan Usaha Milik Negara (BUMN), terutama kelompok BUMN Energi yang akan … Selengkapnya

IPO Emiten Pelayaran Masih Prospektif

Kamis 26/5/2016 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Penawaran saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) bagi emiten pelayaran di bidang minyak dan gas masih prospektif pada tahun ini. Direktur Utama PT Lautandhana Securindo, Wientoro Prasetyo, mengatakan prospek penerbitan IPO bagi sektor pelayaran masih prospektif.

Selengkapnya

Kepatuhan “Hedging” Meningkat

Kamis 26/5/2016 | 06:30
A   A   A   Pengaturan Font

Penerapan sarana lindung nilai diperlukan untuk mencegah risiko rugi kurs akibat gejolak nilai tukar dan juga menjadi indikator yang akan dipertimbangkan investor.

JAKARTA – Tingkat kepatuhan korporasi BUMN dan swasta untuk menerapkan prinsip lindung nilai atau hedging terus meningkat. Ke … Selengkapnya

rona

DIFIX Rilis Single “EGO”

Jumat 27/5/2016 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

DiFIX Band akhirnya bisa sedikit bernafas lega. Single yang bertajuk “Ego” telah resmi rilis oleh band rock yang digawangi oleh Didit (guitar, vocal), Firman (bass, vocal), Ican (drum), dan Raga (vocal) ini. Rencananya, tembang ‘Ego’ ini adalah satu dari lima lagu yang akan dirilis dalam bentuk mini album dari band yang berdiri pada 2013 lalu itu.

“Kita yakin dengan karya kita. Mudah-mudahan single awal ini bisa membuka peluang ke depan dan bisa memberi warna di musik kita,” kata Didit kepada wartawan, di bilangan Jakarta Selatan, baru-baru ini. Band rock asal Jakarta ini berharap tembang-tembang yang dilahirkan oleh mereka bisa diterima oleh pecinta musik Tanah Air. Saat ini, seluruh personel DiFIX tengah konsentrasi penuh pada proses penggarapan mini album mereka. Video klip single Ego pun telah selesai digarap. Uniknya, video klip mereka buat sendiri.

“Band ini mandiri. Kreatifitas dalam berkarya membuat kita bisa melakukan semuanya dengan sendiri, alat-alat pun mendukung untuk membuat sebuah karya yang hebat,” sahut Didit. Didit menambahkan, arti dari judul tembang Ego adalah keegoisan antara dua pasangan yang mengedepankan kemauan sendiri, sehingga menimbulkan rasa egois dalam diri keduanya.

Didit beserta personel lain yakin, tema-tema cinta dalam lagu masih tetap akan diminati oleh pecinta musik sampai kapanpun. Tema cinta pun bisa menjadi manis saat dibalut dengan genre pop rock yang kental.

DiFIX optimistis lagu-lagu mereka akan diterima pendengar musik, meski oleh penyuka genre selain pop rock seperti mereka. Terbentuk pertama kali pada tahun 2013 di Jakarta, DiFIX mulai bangkit kembali di awal tahun 2015 dengan para personil baru. Untuk genre musik, DiFIX membebaskan para pendengarnya memilih sendiri aliran apa yang mereka sukai. Namun untuk pribadi masing-masing personil, mereka lebih memilih untuk konsisten pada aliran musik pop rock.

Sesuai dengan nama DiFIX yang mereka pilih dari kata “Fix”, yang artinya sesuatu yang pasti dan tetap, seluruh personel ingin karier musik mereka itu nyata. Seluruh personel ingin selalu menjaga eksistensi mereka di blantika musik Tanah Air. Proses bermusik dari DiFIX ini pun lebih mengedepankan kebebasan para personil, yang tak mau ada batasan dalam membuat karya. Selalu menjaga kekompakan dan kompromi dari aturan yang berlaku sehingga mereka bisa saling menjaga hubungan keluarga satu sama lain. yzd/S-2

Rumah Adat Nusantara di Danau Dariza

Jumat 27/5/2016 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

Garut, kota kecil di sebelah Kota Bandung selalu menjadi pilihan alternatif bagi pelancong yang sudah bosan dengan suasana Bandung. Lokasinya yang bersebelahan, hanya perlu waktu dua jam untuk mencapainya, menjadikan kota yang berjuluk Swiss van Java itu selalu menarik minat.

Selengkapnya

Kolaborasi Residensi Seniman Indonesia-Prancis

Jumat 27/5/2016 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

Sejak 2004, Festival Seni Printemps Francais (Musim Semi Prancis) sudah digelar di Indonesia, dan menampilkan pertunjukkan berkualitas dari para seniman Prancis.

Festival yang digelar oleh Institut Francais Indonesia (IFI) ini juga mendorong berbagai bentuk kolaborasi residensi, dan konser bersama dengan … Selengkapnya

Ragam Hidangan Sate Khas Daerah

Jumat 27/5/2016 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

Sate sudah sangat populer di Indonesia, bahkan mungkin di dunia. Sate adalah makanan yang terbuat dari potongan daging kecil-kecil yang ditusuk sedemikian rupa dengan tusukan lidi tulang daun kelapa atau bambu kemudian dipanggang menggunakan bara arang kayu.

Sate disajikan dengan … Selengkapnya

megapolitan

Lapor Melalui Qlue Bentuk Tanggung Jawab RT/RW

Jumat 27/5/2016 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

 JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menegaskan Ketua RT/RW harus memiliki tanggung jawab atas insentif yang mereka terima tiap bulan. Salah satu bentuk tanggung jawabnya adalah dengan melaporkan kondisi lingkungan melalui aplikasi Qlue. 

“Kamu kenapa jadi RT RW? Karena kamu kan punya hati mengurusi lingkungan,” kata Ahok di Balai Kota, Kamis (26/5).

Ahok ingin mereka melaporkan temuan mereka agar mengetahui mana yang belum berjalan baik.

Tiap bulannya, ketua RT mendapat insentif sebesar 975.000 rupiah dan ketua RW mendapat 1,2 juta rupiah. Menurut Ahok, mereka dipilih menjadi ketua RT dan RW karena dianggap memiliki hati untuk mengurusi lingkungannya.

Jika ada masalah di lingkungan itu, Ahok mewajibkan mereka lapor melalui Qlue sehingga dapat diketahui satuan kerja perangkat daerah (SKPD) mana yang tidak bekerja dengan baik.

“Kalau kamu enggak pengin berbuat ini, kamu jangan jadi (ketua) RT/RW. Ya sudah jadi RW relawan saja. Enggak pantas terima APBD,” kata Ahok.

Ia juga menduga, pihak yang menolak lapor di Qlue adalah oknum RT/RW yang biasa menjual lapak kepada pedagang kaki lima (PKL). Padahal, pengurus RT/RW tersebut dibentuk dan diberi insentif untuk melayani warga di lingkungannya.

“Saya belum cek nih RT/RW yang ngoceh. itu banyak enggak, penjualan PKL, kios dan lapak yang dia pungut. Saya temukan ada oknum RW lho yang bikinin lapak Rp 1,5 juta satu kios,” katanya.

Ahok mengungkapkan, nilai poin 10 ribu rupiah per laporan bisa menjadi pengganti, pulsa yang digunakan RT/RW saat melapor. Seharusnya langkah ini justru menjadi pemicu RT/RW bekerja lebih baik, karena RT/RW dinilai sebagai bagian dari lurah.

Efisien

Secara terpisah, Kepala Biro Tata Pemerintahan (Tapem) Sekretariat Daerah DKI Jakarta, Bayu Megantara mengatakan, aplikasi Qlue yang digunakan RT dan RW dapat mengurangi anggaran penggunaan kertas. “Kami berupaya paperless. Kurangi pemakaian laporan,” ujarnya Bayu.

Dikatakan Bayu, sebelum adanya aplikasi Qlue itu, lurah yang ada di Ibukota selalu menggunakan kertas untuk membuat laporan yang dikirimkan setiap RT dan RW. Laporan itu sering membuat lurah kewalahan. 

“Dulu Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) RT/RW satu kelurahan bisa menghabiskan tiga rim kertas. Ini bikin lurah kesulitan,” ucapnya

Selain itu, ditambahkan Bayu, penerapan aplikasi Qlue sudah sesuai dengan landasan hukum positif karena diatur dalam SK Gubernur 903 Tahun 2016. nis/P-5

Ahok Minta Satpol PP Tak Tebang Pilih Razia Miras

Jumat 27/5/2016 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

 JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menegaskan, pihaknya tidak akan segan merazia toko-toko atau minimarket yang menjual bebas minuman keras (miras). Namun, dia tidak akan melarang peredaran miras itu di Jakarta mengingat ibu kota dihuni beberapa warga … Selengkapnya

Gerindra dan PDIP Sepakat Koalisi

Jumat 27/5/2016 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

 Ahok mengapresiasi PDIP berkoalisi dengan Gerindra dalam Pilkada DKI 2017. 

 JAKARTA – Partai Gerindra dan PDIP memiliki pandangan yang sama tentang Pilkada DKI 2017. Nantinya, hasil pertemuan ini akan dilaporkan kepada DPP Gerindra dan DPP PDIP.

“Ada kesamaan dari segi … Selengkapnya

APTB Mulai Juni Dilarang Masuk Jalur Transjakarta

Jumat 27/5/2016 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

 JAKARTA – Dinas Perhubungan dan Transportasi (Dishubtrans) DKI Jakarta memaastikan Angkutan Perbatasan Terintegrasi Busway (APTB) tidak lagi beroperasi di jalur Transjakarta mulai Juni 2016. 

“Mulai 1 Juni 2016, APTB tidak boleh lagi beroperasi di jalur bus Transjakarta. Jadi, hanya boleh … Selengkapnya

olahraga

Wujudkan Mimpi Generasi Emas

Jumat 27/5/2016 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

Tim nasional Polandia tercatat untuk ketiga kalinya tampil di Piala Eropa sejak 2008. Meski baru tiga kali berpartisipasi, mereka mampu menebar ancaman dengan pemain bintang yang dimiliki.

Meski dianggap sebagai musuh bebuyutan Jerman, prestasi tim nasional Polandia tak berkilau layaknya “Der Panzer”. Mereka bahkan belum pernah meraih gelar bergengsi di ajang Internasional. Dalam sejarahnya, Polandia jarang melahirkan pemain bintang, namun skuad yang mereka miliki saat ini diklaim sebagai generasi emas dan terbaik dalam sejarah. Salah satunya adalah Robert Lewandowski.

Tim nasional Polandia tercatat untuk ketiga kalinya tampil di Piala Eropa sejak 2008. Meski baru tiga kali berpartisipasi tim asuhan Adam Nawalka mampu memberikan kejutan dan menebar ancaman dengan pemain bintang yang dimiliki.

Polandia berhasil memberikan kejutan pada debutnya di Piala Eropa 2008 dengan berhasil memuncaki grup A babak kualifikasi dengan koleksi 28 poin. Saat itu Polandia berada di bawah asuhan pelatih berkebangsaan Belanda yang pernah sukses bersama Ajax Amsterdam dan Real Madrid, Leo Beenhakker.

Leo Beenhakker berhasil membawa Polandia lolos ke putaran final setelah menyingkirkan tim-tim seperti Serbia dan Belgia di babak kualifikasi. Sayangnya, Polandia gagal meneruskan tren positif di putaran final dan harus puas jadi juru kunci grup B.

Polandia ditemani tim debutan lainnya, Austria, tidak mampu berkutik di tangan Kroasia dan Jerman yang jadi juara grup dan runners up. Polandia kemudian ditunjuk sebagai tim tuan rumah pada Piala Eropa 2012 bersama Ukraina. Secara otomatis Polandia yang saat itu dilatih oleh Franciszek Smuda lolos ke putaran final tanpa perlu menjalani laga yang padat di babak kualifikasi. Sayangnya, Polandia yang tergabung di grup A gagal tampil bagus dan hanya menjadi juru kunci.

Perjalanan Polandia di Piala Eropa 2016 kali ini terbilang lancar. Polandia mampu lolos ke putaran final dengan status runner up grup D di babak kualifikasi. Tidak hanya itu, Polandia hanya menelan satu kekalahan selama kualifikasi, yakni takluk 1-3 dari Jerman. Secara kebetulan, kedua tim bertemu kembali di grup C Piala Eropa 2016.

Dengan memiliki pemain sekelas Jakub Blaszczykowski, Gregorz Krychowiak dan Robert Lewandowski, Nawalka berharap dapat memperbaiki prestasi di putaran final Piala Eropa dari dua edisi sebelumnya. “Saya menilai pemain dengan seksama, baik dari klub mereka dan penampilan di tim nasional, dan saya yakin bahwa ini adalah pilihan terbaik,” ucap Nawalka.

“Saya memilih pemain yang sudah saya kenal dengan sangat baik, para pemain yang saya percayai. Ada tantangan besar di depan kami dan saya yakin mereka siap untuk itu,” sambungnya.

Selain Lewandowksi, skuad asuhan Nawalka juga diisi oleh Lukasz Piszczek, Kamil Glik dan striker Ajax Amsterdam, Arkadiusz Milik, bersama dengan pemain belia Benfica, Pawel Dawidowicz, yang secara mengejutkan menembus tim pra Piala Eropa meski tak tampil sekalipun dengan Benfica musim ini.

Nawalka akan memangkas skuadnya menjadi 23 pemain pada akhir Mei, sebelum dua laga persahabatan melawan Belanda dan Lithuania. Polandia mengawali persaingan di Grup C dengan melawan Irlandia Utara di tanggal 12 Juni, sebelum menghadapi Jerman empat hari setelahnya dan Ukraina pada tanggal 21 Juni.  ben/S-1

Pemanasan Jelang Copa America

Jumat 27/5/2016 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

BUEONOS AIRES – Tiga hari setelah tampil gemilang dengan memberikan assist untuk dua gol kemenangan Barcelona di final Copa del Rey atas Sevilla yang menjadi trofi ke-28 bagi klub Catalan itu, Lionel Messi siap untuk kompetisi lainnya. Messi harus langsung … Selengkapnya

Semua Mata Tertuju Pada Rashford

Jumat 27/5/2016 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

LONDON – Dengan keajaiban yang ditampilkannya bersama Manchester United, Marcus Rashford diharapkan untuk membuat debutnya di tim senior saat Roy Hodgson memfinalisasi skuad Piala Eropa 2016 dengan laga persahabatan melawan Australia.

Laga di markas Sunderland Stadium of Light, Sabtu (28/5) … Selengkapnya

Cino Mulai Beradaptasi di Uruguay

Jumat 27/5/2016 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

 

MONTEVIDEO – Petinju profesional Indonesia, Daud “Cino” Yordan harus beradaptasi dengan cuaca dingin di Montevide, Uruguay. Kendati demikian, Daud merasa hal itu bukan masalah baginya jelang laga perebutan gelar kelas ringan  WBA Internasional (61,2 kg) melawan petinju Argentina, Christian … Selengkapnya

kupas

Ini Akibat Salah Kelola di Mahkamah Agung

Jumat 27/5/2016 | 02:02
A   A   A   Pengaturan Font

Tim Satgas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam operasi tangkap tangan (OTT), pada Senin (23/5) berhasil menangkap Ketua Pengadilan Negeri Kepahiang, Bengkulu bernama Janer Purba, 55 tahun. Selain itu, juga ditangkap hakim ad hoc Pengadilan Tipikor Bengkulu Toton, dan Panitera Pengganti PN Bengkulu Badarudin Bacshin.

KPK juga mencokok mantan Kabag Keuangan RS M Yunus, Safri Safei, dan mantan Wakil Direktur Umum dan Keuangan RS M Yunus, Edi Santoni.

Mereka terkait penanganan perkara korupsi penyalahgunaan honor dewan pembina RSUD M Yunus Bengkulu di Pengadilan Tipikor Bengkulu OTT ini menambah panjang daftar aparat penegak hukum yang ditangkap lembaga antikorupsi.

Sebelumnya, KPK meringkus jaksa pada Kejati Jabar, Deviyanti Rochaeni dan Fahri Nurmallo lantaran diduga menerima suap dari Bupati Subang Ojang Sohandi terkait pengamanan perkara korupsi dana Jamkesmas Kabupaten Subang di Pengadilan Tipikor Bandung.

Selain itu, KPK juga menangkap Panitera Sekretaris Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Edy Nasution karena diduga menerima suap dari pihak swasta terkait pengamanan perkara peninjauan kembali (PK) pada PN Jakpus.

Tak pelak lagi, peristiwa ini bukan saja makin memprihatinkan kita semua, tapi juga memperburuk citra peradilan kita. Para penjaga keadilan itu mendemonstrasikan kerusakan moral mereka.

Untuk mengupas masalah ini, Koran Jakarta mewawancarai Hakim Agung, Topane Gayus Lumbuun di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (26/5). Berikut petikannya.

KPK kembali melakukan OTT terhadap penegak hukum, tanggapan Anda?

Pertama tentunya saya sangat menyayangkan hal tersebut sampai terjadi. Tertangkapnya beberapa hakim oleh aparat penegak hukum kemarin mencerminkan betapa buruknya sistem peradilan di Indonesia.

Terhadap penegak hukum, tanggapan Anda?

Pertama tentunya saya sangat menyayangkan hal tersebut sampai terjadi. Tertangkapnya beberapa hakim oleh aparat penegak hukum kemarin mencerminkan betapa buruknya sistem peradilan di Indonesia.

Lantas, apa yang menyebabkan hal ini terjadi?

Sudah jelas ini akibat salah kelola di Mahkamah Agung (MA). Selain ketua terdapat kepala bidang pembinaan dan promosi, pada sektor itulah perombakan perlu dilakukan agar sistem peradilan di Indonesia dapat pulih kembali.

Apa yang perlu dilakukan agar hal tersebut tidak terulang?

Sudah jelas di sini kan akibat tata kelola Mahkamah Agung. Oleh karena itu perlu untuk melakukan perombakan agar tidak ada lagi pejabatnya yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Perombakan seperti apa yang harus dilakukan MA dalam hal ini?

Perombakan yang perlu dilakukan yakni MA perlu melakukan evaluasi terutama terkait masalah rekrutment, promosi dan mutasi, harus diubah dengan memperhatikan kemampuan individu, dan bukan faktor kedekatan dengan pimpinan.

Apa alasan evaluasi dan perombakan di dalam tubuh MA itu perlu?

Perlu diketahui Mahkamah Agung sedikit sekali orangorang yang memiliki integritas dalam membangun lembaga hukum negara yang memiliki kemarwahan.

Di sana terbagi dua kelompok yakni kelompok two tumbs yaitu kelompok yang lebih mencari aman, atau yang kedua kelompok oportunis yang memiliki tingkat ego, guna mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya.

Harapan Anda agar sistem peradilan di Indonesia tidak terpuruk di mata masyarakat?

Saya berharap Presiden Joko Widodo bisa turun tangan untuk menerbitkan Peraturan Pengganti Undang-undang agar dunia peradilan kembali mendapat kepercayaan dari masyarakat.

Selain itu kiranya evaluasi di dalam tubuh MA benar-benar dilakukan berdasarkan kompetensi dan track record, namun tetap mengedepankan transparansi ke hadapan publik. franciscus/AR-3

Tunggakan Pengembang Diserahkan Kepada Jaksa

Kamis 26/5/2016 | 02:02
A   A   A   Pengaturan Font

Persoalan tunggakan kewajiban pengembang atas fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasos dan fasum) telah berlangsung bertahuntahun. Pemerintah Provinsi DKI pun dibuat tidak berkutik untuk menagih kewajiban para pengembang hitam ini.

Padahal, nilai tunggakan 28 pengembang pemilik Surat Izin Penunjukan Penggunaan … Selengkapnya

“Kita Jangan Mewariskan Impor”

Rabu 25/5/2016 | 00:00
A   A   A   Pengaturan Font

Kementerian Pertanian (Kementan) merupakan instansi pemerintah yang secara tegas menolak impor komoditas pangan. Sebab, impor hanya memperkaya petani di negara lain tetapi memiskinkan atau mematikan petani di negeri sendiri.

Lagi pula, Kementan merupakan lembaga yang berfungsi untuk membantu petani dalam … Selengkapnya

Mendagri Tidak Pernah Mencabut Perda Anti Miras

Selasa 24/5/2016 | 00:00
A   A   A   Pengaturan Font

Informasi tentang Menteri Dalam Negeri,Tjahjo Kumolo akan mencabut Peraturan Daerah anti minuman keras atau perda miras, terus menuai pro- kontra. Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo sendiri dengan tegas membantah, akan atau telah mencabut perda anti miras.

Bahkan, ia mendukung penuh … Selengkapnya

berita lain

Desain Baru Bangunan di Kota Tua

Jumat 27/5/2016 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

Pengecatan membuat bangunan tampak rapi dan baru. Hal serupa yang akan dilakukan di sejumlah bangunan heritage di Kota Tua, Jakarta. Bangunan yang berusia ratusan tahun bersolek dengan memperbaharui warna yang telah kusam.

Gedung-gedung yang berada di kawasan Kota Tua, Jakarta … Selengkapnya

Kian Inovatif, Sistem Pembayaran Toko “Online”

Kamis 26/5/2016 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

Rendahnya kepemilikan kartu kredit dan debit menjadi tantangan tersendiri bagi industri e-commerce dan transaksi online. Pasalnya dari 250 juta takyat negeri ini jumlah kartu kredit hanya sebesar 6,81 juta sedangkan jumlah kartu debit 60 juta saja.

Untuk memberikan kemudahan bagi … Selengkapnya

Desain CR-Z Lebih Agresif dan Sporty

Rabu 25/5/2016 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

Segmen mobil sport kian mengerucut. Pabrikan Jepang, Honda, kian unjuk gigi dengan “hybrid sport” CR-Z. Mobil ini kian merebut hati konsumen sejak pertama kali diluncurkan di Indonesia pada ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2012 di Jakarta.

Generasi mutakhir, Honda … Selengkapnya