Koran Jakarta | October 18 2019
iklan koran jakarta
koran jakarta berita terkini hari ini 1 koran jakarta berita terkini hari ini 2

Mesti Lebih Fokus Benahi Daya Saing

Jumat 18/10/2019 | 00:04
A   A   A   Pengaturan Font
Kata kunci untuk beralih dari industri bahan mentah ke industri bernilai tambah adalah kemampuan produktivitas SDM. Kata kunci untuk beralih dari industri bahan mentah ke industri bernilai tambah adalah kemampuan produktivitas SDM.   JAKARTA – Sejumlah kalangan menilai...
Tampilkan Semua
FOLLOW US
KURS
SAHAM
LAPORAN KEUANGAN
laporan keuangan koran jakarta
Nasional

BPOM Wajibkan Lapak Daring Seleksi Produk yang Akan Dijual

Jumat 18/10/2019 | 06:29
A   A   A   Pengaturan Font
BPOM tengah menyusun rancangan peraturan yang mengatur peredaran obat dan makanan secara daring.

 

JAKARTA - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) akan mewajibkan para penge­lola situs jual beli daring untuk menyeleksi produk yang akan diperjualbelikan di lapak dar­ing. Ini dilakukan seiring den­gan makin banyaknya orang yang tidak bertanggung jawab memanfaatkan internet untuk menjual atau mengedarkan produk-produk ilegal yang da­pat membahayakan konsumen.

Marketplace atau platform jualan online sebagai sarana bisnis sekaligus sarana informa­si juga bertanggung jawab dan bersama Badan POM terlibat mengawasi peredaran Obat dan Makanan secara daring,” kata Kepala BPOM, Penny K Lukito, usai penandatangan nota kes­epahaman (MoU) dengan Aso­siasi E-Commerce Indonesia (Indonesian E-Commerce As­sociation/idEA) serta beberapa aplikasi dan situs lapak daring, di Gedung BPOM, Jakarta, Ka­mis (17/10).

Penny mengatakan MoU tersebut bertujuan untuk men­getatkan pengawasan pen­jualan. Aplikasi dan situs yang bekerja sama dengan BPOM adalah Bukalapak, Tokopedia, Go-Jek, Grab, Klikdokter, dan Halodoc.

BPOM juga tengah me­nyusun rancangan peraturan Badan POM yang mengatur peredaran obat dan makanan secara daring. Peraturan itu akan mencakup aspek pence­gahan dan penindakan den­gan mekanisme business to consumer, yaitu pengawasan peredaran obat dan makanan secara daring dari pelaku usaha sampai produk diterima oleh konsumen.

Oleh karana itu, BPOM akan mewajibkan pemilik situs jual beli menyeleksi produk yang akan dijual dalam kanal belanja daring.

Pentingnya pengawasan yang dilakukan oleh pengelola marketplace juga diakui oleh Ketua Bidang Perlindungan Konsumen idEA, Agnes Sus­anto.

Menurut Agnes, penggu­naan internet untuk keperluan sehari-hari sudah tidak dapat terelakkan. Oleh karena itu, selain pengelola marketplace juga diperlukan edukasi kepada penjual dan konsumen untuk lebih bertanggung jawab dalam menjual dan memilih produk.

“Harus dilakukan pembinaan dan edukasi tidak hanya kepada platform yang adalah anggota idEA, tapi kami juga melaku­kan edukasi kepada masyarakat bagaimana untuk bijak bertrans­aksi di Internet,” ujar Agnes.

Dalam kesempatan tersebut, Penny juga mengatakan, BPOM sudah menjaring 4.063 situs yang menjual obat yang tidak sesuai dengan ketentuan dan sebagian besar ditemukan di marketplace atau lapak daring.

Temuan itu merupakan hasil pengawasan dari tim pa­troli siber BPOM yang dibentuk pada 2018. Semua hasil temuan tersebut sudah dilaporkan ke Kemkominfo dan sekitar 70 per­sen sudah diturunkan.

Indonesia memang salah satu pasar e-commerce paling berkembang di dunia dengan data dari Bank Indonesia mem­perlihatkan bahwa pada 2019 saja jumlah transaksi e-com­merce per bulan mencapai 11 triliun–13 triliun rupiah.

Awal Baik

Para pengelola marketplace atau lapak daring menyambut baik kerja sama dengan BPOM untuk membangun sistem pen­gawasan produk makanan dan obat yang mumpuni.

Vice President Public Policy and Government Tokopedia, Astri Wahyuni, mengatakan bahwa pihaknya telah berupaya mengekang penjualan produk ilegal atau yang melanggar aturan BPOM.

Skema yang selama ini di­lakukan adalah sudah menem­patkan perihal produk yang dilarang dalam syarat dan ke­tentuan berjualan di lapak dar­ing tersebut selain tentu saja mengedukasi konsumen untuk aktif melaporkan produk berba­haya dan ilegal.

“Justru kerja sama hari ini merupakan awal yang baik su­paya kami bisa berkomunikasi lebih erat termasuk sharing in­formasi,” kata Astri.

Assistant Vice President of Public Policy and Government Relations PT Bukalapak, Bima Laga mengatakan, mudah-mudahan dengan kerja sama ini bisa membangun sistem yang baik. “Sekarang kalau ada pelanggaran atau perintah take­down dari BPOM selalu men­girimkan surat dan kita lang­sung selalu takedown,” katanya. ruf/Ant/E-3

Tampilkan Semua

Vokasi UI Berdayakan Desa lewat “Mataku Indonesia”

Jumat 18/10/2019 | 06:25
A   A   A   Pengaturan Font
DEPOK – Tim Dosen Pro­gram Pendidikan Vokasi Uni­versitas Indonesia (UI) didu­kung oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi (Ristekdikti) melun­curkan Program Masyarakat Literasi dan Kelompok Usaha...
Selengkapnya

Perfilman Harus Gunakan Teknologi Terbaru

Jumat 18/10/2019 | 06:23
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA – Di era Revolusi Industri 4.0, industri perfilman dalam negeri sudah harus mu­lai menggunakan teknologi perfilman terbaru agar dapat berkompetisi di tingkat glo­bal. Program studi di bidang perfilman di perguruan...
Selengkapnya

Gaji Guru Honorer Minimal Setara UMR

Jumat 18/10/2019 | 06:18
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy, mengatakan gaji guru honorer ke depan minimal setara dengan Upah Minimum Regional (UMR). Ini akan teralisasi jika nantinya skema pendanaan melalui Dana...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita nasional lainnya
beriklan di koran jakarta
Polkam

Penduduk Setempat Akan Diperhatikan

Jumat 18/10/2019 | 06:10
A   A   A   Pengaturan Font
Dalam membangun infrastruktur fisik dan juga pembangunan manusia, pemerintah tetap memperhatikan pendudukan setempat.

 

JAKARTA – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro menegaskan, dalam proses pembangunan ibu kota, keberadaan masyarakat lokal seperti Suku Dayak akan tetap diperhatikan. Tidak akan dipinggirkan. Bahkan ada difasilitasi. Misalnya distribusi lahan bagi Suku Dayak.

Bambang mengatakan itu di acara Seminar Nasional bertajuk, “Kebudayaan Dayak dan Kontribusinya terhadap Pemindahan Ibu Kota Negara ke Kalimantan Timur” yang akan digelar di Gedung Saleh Afiff, Kementerian Bappenas di Jakarta, Kamis (17/10). Menurut Bambang, suku Dayak tidak akan dipinggirkan. Bahkan pemerintah akan menyusun skema untuk pemberdayaan Suku Dayak. Termasuk lahan untuk Suku Dayak. Pihaknya akan berkoordinasi dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan.

“Tentunya nanti akan kami sampaikan Kementerian ATR (Agraria dan Tata Ruang) untuk melihat bagaimana akomodasi dari permintaan tersebut (lahan untuk Suku Dayak),”katanya.

Bambang menambahkan, pembangunan ibu kota baru, tidak hanya fokus di wilayah inti ibu kota. Tapi, fokus pembangunan juga akan menyasar ke daerah atau penyangga. Tentu, pembangunan tidak sekedar pembangunan fisik. Peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia, khususnya untuk masyarakat lokal juga akan diperhatikan.

“Pemerintah juga telah memikirkan pembangunan kualitas SDM lokal. Sehingga masyarakat lokal nanti bisa berbaur dengan mudah di ibu kota baru tersebut,” katanya.

Di seminar yang sama Wakil Bendahara Umum Majelis Adat Dayak Nasional, Dagut H. Djunas, meminta pemerintah pusat menaruh perhatian kepada Suku Dayak. Jangan sampai warga Dayak kian terpinggirkan dalam derap pembangunan di ibu kota yang baru nanti. Terlebih saat ini, banyak masyarakat Dayak tidak punya lahan garapan. Karena lahan sekarang banyak berubah jadi perkebunan sawit. Ia minta, pemerintah bisa memberi lahan untuk warga Dayak.

“Masyarakat kita ingin punya tanah 5 hektare tiap keluarga yang punya sertifikat gratis, dan setiap desa punya hutan adat 10 hektare,” katanya.

Narasumber lainnya, tokoh Ikatan Cendekiawan Dayak Nasional (ICDN) Kaltara, Dolvina Damus mengatakan, saat ini Suku Dayak adalah kelompok minoritas. Karena itu, harus diberi perhatian lebih. Sebab ketika mereka terpinggirkan, kesenjangan sosial kian menganga. Da dalam kondisi seperti itu, irentan menimbulkan kecemburuan sosial.

“Ini yang berpotensi menimbulkan konflik sosial, dan ini yang harus diantisipasi,” ujarnya.

Jangan Rusak Hutan

Warga Dayak, yang merupakan warga lokal, kata Damus mayoritas hidup dengan bertani dan berladang. Sedangkan yang menguasai perdagangan di Kalimantan Timur adalah suku Suku Banjar dan Bugis. Serta Suku Jawa yang banyak jadi pegawai negeri dan swasta. Karena itu ia berharap, dalam pembangunan dan pengembangan ibu kota ada kebijakan khusus untuk Suku Dayak.

Hal senada diungkapkan narasumber lain, Ketua Forum Heart of Borneo (HoB) Marko Mahin. Menurutnya, hutan bagi Suku Dayak sangat penting. Hutan sangat dihormati. Karena hutan bagi warga Dayak, adalah denyut kehidupan mereka. Karenanya, dalam pembangunan ibu kota, jangan sampai merusak atau membuat hutan tidak berfungsi lagi. Karena pertama yang akan jadi korban adalah orang Dayak.

“Pemerintah juga harus memperhatikan kearifan lokal yang dimiliki oleh orang-orang Dayak. Karena ini modal sosial untuk mengembangkan wilayah yang sejahtera, hijau dan berkelanjutan,” tuturnya. ags/AR-3

Tampilkan Semua

Menhub Menghadap Presiden

Jumat 18/10/2019 | 06:07
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta penjelasan mengenai infrastruktur pelabuhan yang sedang proses pembangunan kepada Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi. Infrastruktur tersebut seperti Pelabuhan Kuala...
Selengkapnya

Pemerintah Sewa 18 Mercy untuk Tamu Negara

Jumat 18/10/2019 | 06:05
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA – Pihak Istana Kepresidenan menyiapkan sebanyak 18 unit kendaraan berupa Mercedes Benz yang akan digunakan untuk mengantar para tamu undangan yang menghadiri pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih Joko Widodo dan...
Selengkapnya

Amendemen Perlu Kajian Mendalam

Jumat 18/10/2019 | 06:04
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA – Jakarta-Wakil Ketua MPR, Lestari Moerdijat menyatakan butuh proses panjang, panjang sekali. Perlu kajian mendalam, perlu mendengarkan masukan, mencermati aspirasi dari berbagai pihak, baik yang mendukung amendemen...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita polkam lainnya
beriklan di koran jakarta
Mondial

Malaysia Perkuat Armada Angkatan Laut

Jumat 18/10/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font

KUALA LUMPUR – Menteri Luar Negeri Malaysia, Saifuddin Abdullah, saat berpidato dihadapan parlemen pada Kamis (17/10) menyatakan bahwa Malaysia har­us memperkuat armada Angkatan Laut untuk meningkat­kan pertahanan atas wilayah perairannya. Seruan Menlu Saifuddin itu dilontarkan saat terjadi ketegangan dengan Tiongkok yang meningkatkan pengaruhnya di wilayah sen­gketa Laut Tiongkok Selatan (LTS).

“Pemerintah menginginkan kendali atas kehadiran ka­pal-kapal perang di lautan, oleh karenanya perlu diperkuat Angkatan Laut kita,” kata Menlu Saifuddin. “Kita pun perlu meningkatkan kapabilitas aset untuk mengendalikan per­airan kita, terutama saat menghadapi kekuatan negara ad­idaya di LTS,” imbuh dia.

Langkah Tiongkok yang mengklaim sebagian besar wilayah LTS dan pembangunan sejumlah pos militer di pu­lau-pulau kecil di LTS telah menyulut amarah banyak negara terutama yang terlibat sengketa teritorial di LTS termasuk Ma­laysia. Ketegangan di LTS semakin meningkat ketika sejumlah kapal perang asing memasuki LTS dengan alasan menjalank­an misi kebebasan bernavigasi di perairan internasional.

Selain meminta untuk meningkatan kekuatan Angkatan Laut, Menlu Saifuddin menambahkan bahwa Negeri Jiran atau Association of Southeast Asian Nations (Asean), bisa meminta Amerika Serikat dan Tiongkok untuk menguran­gi kehadiran kapal-kapal perangnya di LTS. SB/AFP/I-1

 

Tampilkan Semua

Oposisi Cecar Carrie Lam

Jumat 18/10/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
 Pemimpin legislatif Hong Kong, Carrie Lam, pada Kamis (17/10) kembali harus menghadapi cecaran dan cemooh dari anggota legislatif oposisi. Situasi itu diterima Lam saat hadir di gedung Dewan Legislatif untuk menjelaskan isi dari...
Selengkapnya

Presiden Duterte Terluka Akibat Kecelakaan Sepeda Motor

Jumat 18/10/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
 MANILA – Ajudan senior dari Kepresiden Filipina pa­da Kamis (17/10) pagi melaporkan bahwa Presiden Rodrigo Duterte mengalami cidera di bagian panggul dan luka baret dalam sebuah insiden kecelakaan sepeda motor. Kecelakaan...
Selengkapnya

Trump Bela Penarikan Pasukan AS dari Suriah

Jumat 18/10/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
WASHINGTON DC - Pres­iden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, pada Rabu (16/10) membela keputusan­nya untuk menarik pasukan AS dari Suriah utara. Pembelaan itu dilontarkan setelah seban­yak 129 anggota DPR gabungan dari...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita mondial lainnya
Ekonomi

Harga Gabah Naik

Jumat 18/10/2019 | 05:00
A   A   A   Pengaturan Font
Tampilkan Semua

Perupa Grafiti Raih UOB Painting of the Year 2019

Jumat 18/10/2019 | 05:00
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA – PT Bank UOB Indonesia (UOB Indonesia) memberi penghargaan UOB Painting of the Year 2019 (Indonesia) kepada perupa grafiti asal Padang, Sumatera Barat, bernama Anagard atas karyanya “Welcome Perdamaian, Goodbye...
Selengkapnya

Anak Usaha BIRD Buka Pool di Semarang

Jumat 18/10/2019 | 05:00
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA – Anak usaha PT Blue Bird Tbk (BIRD), Cititrans melakukan pembukaan pool baru di kota Semarang, Jawa Tengah, seiring dibukanya rute Semarang–Solo dan Semarang–Salatiga–Solo. CEO Cititrans, Andrew...
Selengkapnya

SMF Akan Terbitkan Obligasi Rp9 Triliun di 2020

Jumat 18/10/2019 | 05:00
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA – Badan Usaha Milik Negara ( BUMN) pembiayaan sekunder perumahan PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF akan menerbitkan obligasi sebesar 9 triliun rupiah pada 2020 untuk menopang kebutuhan pendanaan dalam...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita ekonomi lainnya
Daerah

Sumedang Siap Menjadi Kabupaten Wisata

Senin 30/9/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font

Memiliki potensi yang cukup banyak, membuat Sumedang semakin gencar mempro­mosikan destinasi wisatanya. Salah satunya dilakukan lewat kejuaraan paralayang inter­nasional yang akan diadakan perdana di Tanah Air yaitu West Java Paragliding World Championship and Culture Festival 2019, yang akan di­gelar pada 22–28 Oktober 2019 di Sumedang, Jawa Barat.

Tidak tanggung-tanggung, dengan dukungan Kemente­rian Pariwisata (Kemenpar), Kabupaten tertua di Jawa Barat ini mendeklarasikan diri sebagai Kabupaten Wisata. Aneka wisata yang ada di daerah ini, mulai dari alam, agriculture, budaya, dan sosial akan dikem­bangkan dengan serius.

Untuk mengetahui apa saja yang telah dan akan dilakukan jajaran Pemerintah Kabu­paten Sumedang ke depan, wartawan Koran Jakarta, Mohammad Zaki Alatas, berkesempatan mewawanca­rai Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, seusai pe­luncuran kegiatan West Java Paragliding World Champi­onship and Culture Festival 2019, di Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata, Ja­karta, belum lama ini. Berikut petikan selengkapnya.

Kalau boleh tahu potensi wisata apa saja yang ada di Sumedang?

Kami memiliki keka­yaan wisata yang beragam. Keragaman potensi wisata yang bisa ditemukan di Sumedang, mulai dari alamnya, agriculture, budaya, dan sosial.

Apakah itu semua objek wisata terse­but sudah diop­timalkan?

Kami sedang mengarah ke sana dengan melakukan berbagai pembenahan dan membangun sarana dan prasarana yang ada. Sep­erti yang diamanahkan oleh Menteri Pariwisata, Arief Yahya, yaitu untuk menarik wisatawan berkunjung ke Sumedang, baik wisatawan mancanegara atau domestik. Untuk itu, kami akan men­coba konsistensi melakukan pengembangan atraksi, akses, dan amenitas (3A).

Seperti apa yang akan Anda lakukan?

Sesuai yang disampaikan Menteri Pariwisata, ada tiga hal yang harus dimiliki yaitu 3A. Kami punya atraksi yaitu paralayang dengan standar internasional. Untuk akse­bilitas saat ini kami sedang membangun 62 ruas jalan yang menghubungkan dae­rah wisata. Lokasi Sumedang juga hanya 30 menit dari Bandara Kertajati. Jalan tol juga lengkap melintang si Sumedang.

Selain itu?

Untuk bisa menarik wisatawan, Sumedang punya destinasi unggulan. Destinasi yang diusulkan menjadi Ka­wasan Ekonomi Kreatif (KEK) yaitu Jatigede. Ke depannya yang akan menjadi unggulan kami adalah Jatigede.

Di sini pemandangannya sangatlah indah. Pengun­jung bisa naik ke namanya Pasir Cinta untuk melihat sunrise. Dari sini juga bisa melihat pulau-pulau kecil yang tersebar di waduk. Bisalah kita bilang seperti kini Raja Ampat, namun latarnya adalah gunung.

Sumedang juga tengah mengembangkan wisata agriculture?

Iya benar. Tak hanya mengandalkan Jatigede, kami juga punya wisata yang lainnya yang patut dikun­jungi wisatawan. Salah satunya merasakan wisata ubi cilembu. Kami membuat wisatanya, di mana wisatawan merasakan langsung memetik ubi cilem­bu, mencuci dan memasaknya langsung di wilayahnya. Satu hal yang pasti, kuliner khas Sumedang yaitu tahu sumedang. Masih banyak lagi destinasi yang semuanya bisa dirasakan bila berkunjung ke Sumedang. N-3

Tampilkan Semua

Tumbuhkan Terus Minat Riset Generasi Milenial

Senin 29/7/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
Terkenal sebagai daerah yang kerap menelor­kan inovasi kebijakan dan pariwisata, baru-baru ini Kabupaten Banyuwangi dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional XVIII, yang digelar Lembaga Ilmu...
Selengkapnya

Kawasan Transmigran di Kubu Raya Jadi Percontohan

Senin 15/7/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDTT) mendorong perubahan paradigma baru terkait pengembangan transmi­grasi bidang ekonomi, sosial budaya, mental spiritual, kelembagaan, dan pengelo­laan sumber daya alam...
Selengkapnya

Pemkab Terus Menekan Angka Kemiskinan di Rembang

Senin 8/7/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
Kabupaten Rembang me­miliki potensi yang luar biasa, baik sumber daya alam maupun manusia. Jika dikelola secara maksimal, ma­syarakat Kabupaten Rembang sudah dapat sejahtera. Ber­dasarkan data 2016, angka ke­miskinan...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita daerah lainnya
Properti

Apresiasi Kepada Pelanggan

Jumat 18/10/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Tampilkan Semua

Konsep Resort Cocok untuk Kaum Urban

Jumat 18/10/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Desain tempat tinggal makin mengarah pada kebutuhan pribadi penghuninya. Hal ini tidak lain, supaya tempat tinggal memberikan kenyaman sebagai tempat pulang usai melakukan aktifitas. Desain tersebutlah yang dikembangkan Wisteria, proyek...
Selengkapnya

Cara Tepat Memilih Keramik Berkualitas

Jumat 18/10/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Memilih keramik untuk interior maupun eksterior tidak sekadar hanya melihat corak, warna maupun motif. Keresapan air menjadi pertimbangan pada sebuah keramik. Supaya warna maupun motifnya tidak pudar. Keramik yang memiliki keresapan air...
Selengkapnya

“Start Up” Hotel Dorong SDM Digital 4.0

Jumat 18/10/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Perusahaan rintisan (start up) di sektor properti perhotelan harus memberikan dukungan teknologi dan pengetahuan properti perhotelan yang komprehensif bagi para mitra akomodasi dan konsumen. Inovasi-inovasi dalam bisnis berjalan...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita properti lainnya
Telko

Gelaran JSD Onlen

Kamis 17/10/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Tampilkan Semua

Transformasi Digital Kota Pintar

Kamis 17/10/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Perubahan akibat digitalisasi dan perkembangan teknologi semakin penting dalam kehidupan manusia. Ini termasuk pula dalam industri properti dan pengembangan kota. Sebab, pemanfaatan teknologi dan digital memberikan kebaikan bagi pelaku...
Selengkapnya

Edukasi Persempit Kesenjangan Digital

Kamis 17/10/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Kampanye nasional Internet 101 diharapkan dapat membantu memperkuat upaya inklusi digital dan mendorong orang-orang untuk menggunakan internet secara bertanggung jawab. Rendahnya tingkat penetrasi internet di pedesaan menciptakan...
Selengkapnya

Menekan Gangguan Kabel Palapa Ring

Kamis 17/10/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Jaringan kabel laut tulang punggung Palapa Ring yang baru saja diresmikan merupakan jaringan vital dalam lalu lintas telekomunikasi. Kabel laut ini bukan hanya menghubungkan lalu lintas data dan telefon antar pulau tetapi juga komunikasi...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita telko lainnya
Otomotif

Diskusi Pembiayaan

Rabu 16/10/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Tampilkan Semua

Tampilan Baru Kawasaki Ninja 250SL

Rabu 16/10/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Pesaing Yamaha R25 dan Honda CB 250RR, dari Kawasaki mengalami penyegaran. Ninja 250SL Kawasaki Racing Team (KRT) versi KRT, menawarkan tampilan baru namun masih yerlihat sporti dan agresif seperti sebelumnya. Tampilannya masih memakai...
Selengkapnya

Tipe “Flagship” Mobil Premium

Rabu 16/10/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Produsen mobil premiuam menawarkan produk flagship (tipe tertinggi) dengan berbagai keunggulan. Produk tertinggi menjadi tawaran maksimal bagi konsumen. Pada kategori sedan premium setiap merek memiliki produk unggulan atau flagship....
Selengkapnya

Fitur Keselamatan Aktif Mobil Listrik

Rabu 9/10/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Beberapa pabrikan Jepang telah mengumumkan jajaran mobil elektrifikasi canggih yang bakal hadir pada pameran yang dielenggarakan pada 25 Oktober hingga 4 November 2019 di Tokyo. Mobil listrik dan hibrida terus mengalami penyempurnaan...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita otomotif lainnya
beriklan di koran jakarta
Olahraga

Sergio Aguero Alami Kecelakaan

Jumat 18/10/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

Striker Manchester City Sergio Aguero mengalami kejadian buruk, Rabu (16/10) pagi waktu setempat. Aguero terlibat kecelakaan lalu lintas yang membuat mobilnya mengalami kerusakan.

Kecelakaan itu terjadi ketika Aguero sedang megendarai moblinya menuju tempat latihan City. asal Argentina itu tidak mengalami luka dalam kejadian tersebut, sementara mobilnya rusak pada bagian depan.

Laporan Sky Sports mengungkapkan, mantan pemain Atletico Madrid itu tidak perlu menjalani pemeriksaan dari tim medis City. Usai kecelakaan itu, Aguero telah melapor kepada Akademi Sepakbola City bersama rekan-rekan setimnya seperti biasa.

Ini bukan pertama kalinya Aguero terlibat dalam sebuah kecelakaan lalu lintas. Dua tahun lalu, Aguero mengalami retak tulang rusuk saat mobilnya menabrak tiang di pinggir jalan Amsterdam, Belanda.

Kali ini dia tak mengalami cedera apapun dan kondisi itu akan membuat City lega. Tim asuha Pep Guardola itu harus fokus kembali ke jalur kemenangan di Liga Inggris usai jeda internasional saat melawat ke Crystal Palace, Sabtu (19/10).

Sebelum jeda internasional, “The Citizens” dipermalukan Wolverhampton 0-2 di Etihad. Kekalahan itu membuat City tertinggal delapan poin dari Liverpool di klasemen sementara Liga Inggris.

Aguero akan diandalkan City untuk membobol gawang Palace usai mencetak delapan gol dan dua assist dalam delapan penampilan di liga. Selain itu, pemain berusia 31 tahun ini telibat dalam lima gol timnya (dua gol, dua assist) melawan Palace dalam sembilan pertemuan sebelumnya. ben/ AFP/S-1

Tampilkan Semua

Icardi Fokus Bela PSG

Jumat 18/10/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
PARIS – Striker asal Argentina, Mauro Icardi mengatakan dia menikmati fokus kembali ke sepakbola dan menjauh dari polemik seputar kehidupan pribadinya di klub Prancis Paris Saint-Germain. Mantan kapten Inter Milan itu tiba di...
Selengkapnya

Messi Rebut Sepatu Emas Keenam

Jumat 18/10/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Pemain asal Argentina itu mencetak gol 36 kali musim lalu ketika Barca mempertahankan gelar La Liga. BARCELONA – Striker Barcelona Lionel Messi mencatatkan rekor Sepatu Emas Eropa keenam dan ketiga berturut-turut. Penghargaan...
Selengkapnya

AC Milan Kian Terpuruk

Jumat 18/10/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
MILAN – Turunnya pendapatan dan meningkatnya pengeluaran mendorong AC Milan terpuruk lebih dalam ke zona merah. Hal itu terungkap dalam laporan keuangan yang dirilis pekan ini. Mantan klub yang pernah berjaya merebut gelar Eropa...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita olahraga lainnya
Kolom

Film “Joker” dan Potensi Kekerasan

Jumat 18/10/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

oleh Prakoso Permono
Film karya rumah produksi Warner Bros tentang badut sakit jiwa pembunuh, Joker, telah dirilis di Indonesia. Film ini menuai berbagai reaksi di sosial media. Ada imbauan yang frustrasi untuk tidak menonton film ini. Komisi Penyiaran Indonesia minta bioskop memperketat persyaratan usia penonton Joker di atas 17 tahun.


Amerika khawatir, Joker akan menginspirasi kekerasan di dunia nyata. Joker adalah tokoh fiksi ikonis yang antagonis dalam berbagai cerita superhero dan musuh Batman dalam berbagai kesempatan. Terlepas dari plot dan cerita panjang pada film ataupun komik pendahulunya, Joker 2019 mengulik secara mendalam kepribadian dan masa kecilnya.


Arthur Fleck nama asli Joker, digambarkan sebagai seorang yang bekerja sebagai badut penghibur yang mengalami gangguan kejiwaan. Dia harus rutin mengonsumsi obat dan bertemu psikiater. Fleck tinggal bersama ibunya di apartemen reyot kelas bawah. Joker juga ingin memiliki teman wanita. Yang menarik lainnya, kondisi sosial Kota Gotham yang tidak teratur, miskin, timpang, dan kejahatan merajalela. Dampaknya, anggaran untuk mendanai kesehatan gratis menurun, sehingga Fleck terpaksa berhenti mendapat pengobatan medis. Ini membuat kesehatan mentalnya terus memburuk.


Kondisi itu diperparah dengan berbagai masalah ekonomi, perundungan secara verbal dan fisik seperti pengeroyokan. Belum lagi, krisis jati diri saat ibunya menceritakan dia adalah anak haram dengan orang terkaya di Gotham yang tengah mencalonkan diri menjadi wali kota. Tapi Fleck harus tetap bisa menghibur dan tampil bahagia.


Fleck alias Joker sebenarnya mengharap kehidupan layak, afeksi keluarga, dan ketenaran. Di saat sama ada begitu banyak faktor eksternal dan internal kejiwaan yang akhirnya mendorong melakukan kekerasan yang begitu brutal. Berdasarkan penggalan plot ini, Joker menuju kekerasan melalui beberapa proses. Di antaranya, gagal aktualisasi diri, miskin, penganiayaan masa kecil, dan kejiwaan. Dengan memahami kepribadian Joker dan konstruksi sosial film ini, ada benang merah dan pembelajaran yang menggambarkan kerentanan masyarakat kita menuju kekerasan.


Pada awal tahun 2019, Program Kajian Terorisme Universitas Indonesia memublikasikan hasil penelitian yang cukup mengkhawatirkan. Sebagaimana jauh sebelumnya telah dipaparkan Guru Besar Psikologi UI Prof Sarlito Sarwono, pelaku kekerasan terorisme Indonesia sama sekali tidak memiliki gangguan kejiwaan. Seluruhnya memilih jalan kekerasan berdasarkan hasil pikirannya.


Jadi, agak berbeda dengan kasus Joker yang mengalami gangguan kejiwaan, tapi tidak serta merta sakit jiwa. Penyakitnya berakar pada kekerasan fisik masa kecil di lingkungan keluarga karena sang ibu sakit jiwa. Masa kecil mempengaruhi manusia hingga dewasa, sejalan dengan riset Kajian Terorisme UI terhadap data 18 mantan narapidana terorisme dalam perspektif psikologi sosial.


Ada enam komponen yang mendorong mayoritas dari 18 orang itu menjadi teroris, yaitu 16 di antaranya mengalami pola asuh buruk, keluarga pecah, dan tiada panutan dalam keluarga. Kemudian, 9 dari 18 orang menjadi teroris karena terdorong ingin memperoleh pengakuan, perhatian, afeksi, dan harga diri. Sedang 10 dari 18 orang dipengaruhi perasaan kecewa, tidak adil, dan kemarahan akan keadaan diri sendiri. Lainnya, 9 dari 18 teroris juga menghabiskan masa kecil dalam lingkungan pergaulan yang diwarnai kekerasan. Kebanyakan faktor ini persis seperti pengalaman Joker.


Paparan tersebut mengakar pada pemenuhan kebutuhan dasar manusia. Menurut Maslow, manusia memiliki tingkat-tingkat kebutuhan, dari makan minum, rasa aman sandang papan dan pergaulan. Terpenuhinya kebutuhan dasar hingga pengakuan diri dan penghargaan akan membangun harga diri yang baik. Sebaliknya, kegagalan pemenuhan kebutuhan dapat menyebabkan rendah diri, tidak tercapainya ekspektasi sampai frustrasi. Semua berujung pada konsep frustration-aggression theory. Orang-orang frustrasi cenderung bersifat agresif alias menggunakan kekerasan.


Pertanyaan lain, bagaimana individu akhirnya melegitimasi kekerasan? Apa pemantik eksternal selain kegagalan pemenuhan kebutuhan dasar? Psikolog Amerika keturunan Iran, Fathali Mughaddam, menulis tentang legitimasi individu menuju kekerasan terorisme seperti tangga, staircase to terrorism.


Tahap-tahap
Ketidakadilan adalah tahapan pertama menuju terorisme. Berikutnya, usaha untuk menghadirkan keadilan melalui berbagai saluran perubahan sosial. Hanya, di sini sering terjadi diskriminasi atau ketidakmampuan individu. Ini mirip Joker yang dinilai sebagai badut gagal dan tak berbakat. Hal ini yang kemudian menjadi legitimasi, ada entitas yang dianggap bertanggung jawab atas ketidakadilan. Jalan ini lalu membawa individu melegitimasi aksi teror dan kekerasan. Contoh Joker adalah gambaran nyata kompleksitas pendorong seseorang melakukan tindak kekerasan atau lebih lagi terorisme.


Dari keadaan-keadaan tadi lantas bagaimana dengan kerentanan masyarakat menuju kekerasan? Filsuf Inggris, Thomas Hobbes, menyebut manusia sebagai homo homini lupus alias manusia adalah serigala bagi sesamanya. Manusia bisa menjadi ganas, beringas, dan jahat. Dalam Islam ada istilah al-insan hayawan natiq (manusia itu binatang yang berpikir). Layaknya dua sisi koin manusia berpotensi menjadi beradab karena berpikir atau bersifat hewani. Apakah kita semua berpotensi berkarakter seperti Joker?


Tentu semua orang dalam analisis ini memiliki potensi berbeda-beda dalam menuju kekerasan. Perbedaan itu tergantung pada pemantik-pemantik seperti konflik horizontal berkepanjangan, krisis ekonomi, atau ketidakadilan hukum dalam konteks makro. Bisa juga karena bullying, fitnah, nyinyiran yang umum dilakukan warganet.


Kerentanan menuju kekerasan kemudian secara spesifik akan menyasar anak dari keluarga broken home. Mereka ini sering menerima perlakuan kekerasan fisik dan psikis, sehingga gagal mengaktualisasikan diri sebagai seorang yang bermanfaat. Sasaran lain pelajar dari keluarga tidak harmonis, jarang mendapat perhatian orang tua, pergaulan buruk, dan gagal mencapai prestasi akademik atau nonakademik.


Mirip anak-anak STM yang turut berdemonstrasi beberapa waktu lalu. Mereka diprovokasi dan tidak adanya saluran aktualisasi diri. Momen demo tersebut memberi angin segar aktualisasi diri, pengakuan, dan perasaan menjadi bagian dari sesuatu yang besar. Ini mirip seperti Joker yang bermimpi ingin menjadi komedian ternama.


Akhirnya perlu kepedulian semua pihak. Orang tua memastikan fungsi keluarga sebagai wadah kasih sayang, afeksi, serta pengakuan. Orang tua harus bisa menjadi model panutan. Selain itu, institusi pendidikan perlu meninjau kurikulum dan pendekatan agar seluruh siswa dapat mengaktualisasikan diri melalui berbagai kegiatan ekstraberbasis pengembangan minat dan bakat.


Sedang tugas pemerintah sesuai dengan amanat UUD 1945 untuk melindungi, mencerdaskan, menyejahterakan, dan menjamin keadilan sosial. Masyarakat berperan ikut serta mengawasi perilaku anak-anak. Dengan langkah-langkah preventif di atas, semoga tercegah sejak dini kemunculan joker-joker Indonesia. Penulis Magister Kajian Terorisme Universitas Indonesia

Tampilkan Semua

K PK dan UU Baru

Jumat 18/10/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Tepat 30 hari sejak Revisi Undang-Undang tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) disahkan dalam Rapat Paripurna DPR, 17 Sepptember 2019, maka UU ini, meski tidak ditandatangani Presiden Joko Widodo (Jokowi), otomatis berlaku....
Selengkapnya

Pesantren Diharapkan Mencetak Generasi Santun

Jumat 18/10/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Judul        : Modernisasi Kurikulum PesantrenPenulis    : Mohammad TakdirPenerbit : IrcisodCetakan  : Mei 2018Tebal        : 324 halamanISBN        :...
Selengkapnya

Beban Ekonomi Warga Nonproduktif

Kamis 17/10/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
oleh Ika Maylasari, MSIBumi tempat kita bernaung semakin tua. Pun demikian dengan struktur penduduk. Wajar jumlah persentase penduduk lansia (60+ tahun) semakin meningkat. Selama hampir lima dekade sejak tahun 1971, jumlah lansia...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita kolom lainnya
Rona

Belajar dari Balada Pencari Kerja

Jumat 18/10/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

Kira-kira tiga tahun lalu muncul postingan dari seorang pencari kerja yang setelah berjuang setengah mati sepanjang tahun, akhirnya dapat juga pekerjaan itu.

Setelah ribuan kilobyte kuota internet dihabiskan, jutaan rupiah dikeluarkan untuk membayar kos dan biaya makan semasa pengangguran; Berjam-jam waktu dihabiskan untuk melakukan kegiatan tanpa pemasukan; Ratusan lembar kertas dihabiskan untuk membuat surat lamaran; Ribuan kilometer ditempuh untuk mencari pekerjaan naik kereta api, motor, bus, pesawat, transjakarta, travel, taksi, angkot, ojek, maupun becak menuju tempat seleksi; Puluhan liter tetes air mata dan melewati 25 lebih perusahaan, akhirnya dapat juga pekerjaan itu.

Pencari kerja lain mengungkapkan keluhan dalam Facebook- nya, tahun lalu. Fresh graduate ini bersemangat begitu melihat iklan lowongan kerja. Tetapi semangatnya langsung lunglai karena harus berpengalaman 10 tahun dan berusia 25-30. “Ini membuat para sarjana terjebak pada pekerjaan apa adanya karena syaratnya tak bisa dipenuhi lulusan baru,” katanya. Ini terjadi pada 2016 dan 2018! Lalu apa yang bakal terjadi pada lulusan 10 tahun lagi, andai tidak ada pendidikan vokasi? Mereka akan mengulang pengalaman dua pelamar tadi. Beruntung Indonesia sudah mengubah paradigma pendidikan, antara lain, dengan mulai mengembangkan pendidikan vokasi. Lulusan Program Pendidikan Vokasi diarahkan mampu memasuki pasar kerja di bidang industri milik swasta, lembaga pemerintah maupun nonpemerintah atau berwiraswasta.

SDM vokasi siap memasuki bursa kerja karena isi pengajaran lebih mengutamakan praktik untuk mengasah keterampilan, daripada penguasaan teori. Gampangnya, vokasi itu lihat saja industri tempe berikut. Nanti sudah ada tenaga ahli yang khusus memilih kedelai unggul. Ada ahli mencuci kedelai agar tidak rusak. Ada ahli pembuat ragi. Ada ahli pemilih daun untuk bungkus (jangan memakai plastik, tidak ramah lingkungan). Tapi habis dipotong daunnya, pohon dipupuk lagi, biar tetap subur. Kemudian, ada ahli menyimpan bakalan tempe yang sudah diberi ragi dan dibungkus daun. Lalu ada ahli mengemas tempe yang sudah jadi agar tidak rusak untuk dikirim ke pasar.

Itulah gambaran masa depan SDM Indonesia. Semua ahli di subbidang dalam sebuah industri (bidang/sektor apa pun). Tanpa pendidikan vokasi memang negeri ini bisa kewalahan menyambut panen pekerja (kalau mau keren ya gunakan istilah bonus demografi) pada 2040. Sebab adik, kakak, tante, om, pakde, bude, malahan kakek dan nenek produktif semua (usia mereka 15-60 tahun). Jumlah mereka bisa sampai 190 juta atau sekitar 60 persen total penduduk. Semua punya mulut dan perut yang harus makan. Terus untuk menghidupi mulut sebanyak itu pakai apa? Mulut itu punya mulut-mulut lagi (anak-anak). Kalau hanya menggunakan ijazah umum, tidak mungkin. Lulusan sarjana umum, ibaratnya lahir 10 tahun lebih cepat (karena perusahaan minta pelamar berpengalaman 10 tahun). Nah, kalau lulusan vokasi, mestinya bisa memenuhi ‘syarat 10 tahun” karena mereka memang siap pakai.

Mereka sesungguhnya sudah bekerja selama di kampus, hanya tak dibayar. Mereka tidak perlu training dulu atau diberi pelatihan-pelatihan agar bisa bekerja. Lulusan vokasi, 100 persen siap kerja. Siapa mau bonus? Tiap tahun, pekerja menunggu bonus. Semua gembira menerima bonus. Indonesia juga akan menerima bonus. Tapi bahagiakah negeri ini? Gembirakah kita menerima bonus demografi, eh panen pekerja? Tergantung! Ada lapangan kerja atau tidak.

Diantisipasi

Panen angkatan kerja produktif harus diantisipasi dengan penyiapan lapangan kerja yang cukup, agar tidak malah bikin ribet, nganggur kabeh. Mereka harus dihidupi dengan langsung kerja. Maka, perbanyak program pendidikan vokasi supaya SDM Indonesia langsung kerja, terfokus pada bidang masing-masing karena sesuai dengan vokasi (panggilan jiwanya), sesuai dengan yang digeluti di bangku kuliah.

Inilah SDM yang terspesialisasi. Hal ini akan melahirkan SDM siap pakai sesuai dengan jalur yang dipelajari. Dengan pendidikan vokasi, tak ada lagi sarjana harus melamar sepanjang tahun atau menunggu pengalaman 10 tahun karena mereka sudah ‘berpengalaman’ begitu lulus. Pendidikan vokasi bisa menjadi solusi mengatasi “setahun” mencari kerja atau “syarat pengalaman 10 tahun.” Sebab pendidikan vokasi menyediakan lulusan siap pakai. Mereka dididik langsung praktik karena 80 persen praktik langsung.

Hanya, sebagai negara berkembang, SDM Indonesia memang belum bisa sepenuhnya specialized. Namun arahnya harus ke sana. Untuk sementara waktu, SDM Indonesia mesti diarahkan guna mendukung proyek-proyek padat karya, sehingga bisa lebih banyak masyarakat terserap kerja. Langkah tersebut hanya ‘masa transisi’ yang tidak lama karena kelak SDM Indonesia harus benar-benar bekerja sesuai dengan vokasi (bidang) agar bisa bersaing dengan para robot. Lulusan tanpa vokasi akan terlibas oleh om robot yang siap menggantikan kita.

Hanya tenaga tervokasi tak bisa digantikan mister robot. Dengan menggunakan sebanyak- banyaknya SDM, maka sebuah proyek padat karya benar-benar solusi era panen pekerja. Semua tertampung. Ini bukan pengangguran terselubung karena semua bekerja sesuai dengan keahlian di subsub bidang infrastruktur. Dengan kata lain, infrastruktur sebagai proyek padat karya akan menjadi jembatan menuju Indonesia jaya. Proyek infrastruktur sangat pas untuk menyerap tenaga terdidik yang melimpah baik di perdesaan maupun perkotaan.

Dengan begitu, Indonesia akan mendapat manfaat optimal dari panen pekerja. Apabila lonjakan usia produktif disediakan lapangan pekerjaan yang mencukupi, ekonomi akan tumbuh tinggi dan Indonesia akan bisa menggelinding melewati masa-masa resesi yang mungkin bakal terjadi beberapa waktu ke depan. Sebenarnya, saat ini era panen pekerja itu sudah mulai mengintip. Maka, infrastruktur mesti bisa mendukung investasi yang berorientasi penyerapan tenaga kerja sejak sekarang. Ini sangat dimungkinkan karena Kementerian Keuangan telah menyediakan dana investasi infrastruktur 2019–2024 mencapai 6.445 triliun rupiah, sebuah angka yang luar biasa gede.

Dengan dana investasi infrastruktur sebesar itu, pemerintah bisa mendorong aktivitas ekonomi secara langsung dari tingkat paling bawah, menengah, hingga atas. Dalam jangka panjang, infrastruktur padat karya diarahkan guna mendorong kegiatan industri dan perdagangan dalam negeri. Ini akan menghindarkan panen pekerja malah jadi malapetaka karena tak tertampung di lapangan pekerjaan. Banyak yang menganggur dan pengangguran hanya akan jadi beban sosial. Jika demikian, panen pekerja berubah menjadi bencana demografi. widiyatmaka

Pariwisata Tak Ada Matinya

Boleh saja orang khawatir bahwa di masa depan SDM akan digantikan robot. Namun, yakinlah banyak bidang tak bisa digantikan robot. Salah satunya, bidang pariwisata. Sektor ini akan mampu menyedot banyak SDM unggul lulusan program vokasi. Pariwisata tak ada matinya. Seahli apa pun, robot tak dapat tempat di bidang ini karena pariwisata amat mengandalkan sentuhan humanitas.

Invenstasi infrastruktur sektor pariwisata akan menyerap banyak tenaga sampai ke pelosok-pelosok, sehingga warga mendapat penghasilan tinggi. Untuk melahirkan kawasan wisata di seluruh Indonesia diperlukan ribuan desainer yang merancang area wisata. Ini akan melahirkan industri desain. Juga dibutuhkan jutaan pekerja. Jelas diperlukan jutaan ahli (vokasi) pemandu, yang turunannya bakal berdiri perusahaan-perusahaan pemandu. Tak bisa tidak, pariwisata akan menciptakan industri travel. Di sini diperlukan ahli (vokasi) bidang pertravelan.

Hotel-hotel akan tumbuh. Di sini peran jutaan vokasi perhotelan amat diperlukan. Ada hotel pasti perlu makanan, maka akan diperlukan ahli (vokasi) kuliner. Ikutannya, perlu pemasok bahanbahan makanan, maka diperlukan ahli (vokasi) pertanian. Dan banyak lagi bidang yang bisa dikembangkan. Semua itu tidak bisa digantikan oleh kang robot. Para ahli terdidik vokasi mendapat tempat dan masyarakat terangkat ekonominya karena pertanian hidup, perdagangan jalan. Industri souvenir akan menjamur.

Pusat oleh-oleh bertumbuh di mana-mana. Pemerintah perlu mengoptimalkan potensi pariwisata ini karena benar-benar dapat menjadi tumpuan hidup segenap warga: dari investor yang kaya raya (misalnya membangun hotel) sampai masyarakat kelas bawah (contohnya para petani). Tidak perlu takut tak punya minyak. Tak perlu takut CPO ditolak dunia. Indonesia bisa hidup tanpa minyak dan CPO karena ada pariwisata. Potensinya melimpah. Tinggal pemerintah, swasta, dan masyarakat serius tidak mengolah pariwisata sebagai masa depan. Masa depan Indonesia bukan di minyak atau hasil hutan, tapi di pariwisata. Minyak dan hasil hutan sudah masa lalu! widiyatmaka

Maju “Keno” Mundur “Keno”

Maju keno mundur keno. Begitulah situasi Indonesia sekarang dan ke depan karena harus bisa menghadapi industri 4.0 di satu sisi, tapi juga panen pekerja di sisi lain. Caranya bagaimana menghadapi arus deras Industri 4.0? Badai robotisasi itu sulit dibendung, namun tidak bakal menyusahkan negeri ini karena SDM-nya sudah terspesialisasi. Puluhan juta lulusan vokasi mampu menjawab terjangan Industri 4.0.

Robot-robot boleh istirahat atau menjadi penjaga padi di sawah karena semua bidang kerjanya sudah dipenuhi SDM vokasi Indonesia yang unggul. Industri makanan minuman (mamin) yang menjadi penyumbang terbesar pertumbuhan industri manufaktur tanah air harus terus dibenahi baik di hulu maupun hilir, sehingga pertumbuhan industri mamin akan menciptakan lapangan kerja baru.

Makanya, gantikan impor bahan baku mamin dengan bahan yang bisa dibuat di sini. Andai saja substitusi impor untuk mamin, tekstil, dan elektronika, semua bisa dipenuhi atau disiapkan di sini, tidak usah impor, akan menciptakan lapangan kerja yang tinggi di tiga sektor itu. Belum lagi pembangunan infrastruktur kawasankawasan ekonomi khusus (KEK) akan menciptakan lapangan kerja luas. Misalnya, pemanfaatan infrastruktur pembangkit listrik, jalan bebas hambatan, pelabuhan, dan bandara.

Pembangunan proyek-proyek infrastruktur bidang pariwisata di seluruh Nusantara, tak akan ada habisnya untuk menyerap tenaga-tenaga ahli vokasi. Demikian juga investasi bidang kemaritiman, pertanian, kelistrikan, industri substitusi impor, hingga industri berorientasi ekspor. Hanya, pemerintah (BKPM) harus bekerja keras memudahkan investasi asing masuk. Selama ini kita masih di bawah Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Filipina dalam hal kemudahan investasi.

Jika semua berjalan baik, proyek infrastruktur padat karya jangankan target 2 juta, lima juta pekerja pun tertampung setiap tahun. Kuncinya, menciptakan puluhan juta lulusan vokasi. Masih ada waktu menuju 2040 untuk melahirkan SDMSDM vokasi unggul. Dengan dibarengi akselerasi proyekproyek infrastrukur berbagai bidang tadi, dengan konsep padat karya, SDM vokasi kita mampu bersaing dengan robotisasi badai industri 4.0. Panen pekerja akan menjadi gerak gelombang SDM memajukan Indonesia sejajar dengan negara-negara maju. widiyatmaka

Tampilkan Semua

Berkreasi dengan Bahan Makanan Pokok

Jumat 18/10/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Variasi olahan dari beras pada dasarnya bertujuan untuk memberikan rasa berbeda selain nasi yang memiliki rasa hambar karena dimasak dengan cara yang biasa. Olahan kuliner dari beras memberikan cita rasa sajian nasi yang lebih gurih dan...
Selengkapnya

Upaya Memajukan Hortikultura Indramayu

Jumat 18/10/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Agro Wisata Situ Bolang (AWSB) ini merupakan suatu objek wisata yang unik karena bunga, buah, dan tumbuhan yang biasa berbuah di dataran tinggi, ternyata bisa hidup di dataran rendah. Hal yang sangat luar biasa yakni keberadaan mangga...
Selengkapnya

Jennifer Aniston Cetak Rekor Jumlah Pengikut di Instagram

Jumat 18/10/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Aktris yang dikenal mela­lui serial TV legendaris "Friends" Jennifer Aniston menjadi pemegang rekor di Guinness World Records, seba­gai artis yang mencapai satu juta pengikut di Instagram dalam waktu singkat. Dilansir dari laman...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita rona lainnya
beriklan di koran jakarta
Megapolitan

Pengamanan Unjuk Rasa

Jumat 18/10/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
Tampilkan Semua

Tarif Parkir

Jumat 18/10/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
Selengkapnya

Penertiban Utilitas

Jumat 18/10/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
Selengkapnya

Ada Pelantikan Presiden, “Car Free Day” Pekan Ini Ditiadakan

Jumat 18/10/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA - Car Free Day (CFD) atau Hari Bebas Kend­araan Bermotor (HBKB) pekan keempat Oktober atau berte­patan dengan Minggu (20/10) ditiadakan karena bertepatan acara pelantikan presiden. “Benar, tanggal 20 Oktober HBKB...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita megapolitan lainnya
Kupas

Keluarga TNI Harus Tahu Batasan dan Rambu Menggunakan Medsos

Jumat 18/10/2019 | 06:30
A   A   A   Pengaturan Font
Markas Besar TNI Angkatan Darat (Mabesad) menjatuhkan sanksi kepada anggota TNI AD yang tidak bisa menjaga istri dan keluarganya dalam menggunakan media sosial (medsos), seperti kasus ujaran kebencian terkait dengan penyerangan Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Wiranto.

 

Anggota yang dimaksud adalah Komandan Komando Distrik Militer (Dandim) 1417/Kendari, Kolonel (Kav) Hendi Suhendi. Selain Hendi, juga ada anggota Detasemen Kavaleri Berkuda, Serdan Dua Z, dan anggota Polisi Militer Angkatan Udara Lanud Muljono, Surabaya Pembantu Letnan Satu YNS yang juga dijatuhi sanksi terkait hal tersebut.

Sebenarnya seperti apa aturan yang dibuat oleh Mabesad kepada para anggota TNI AD dan keluarganya terkait penggunaan media sosial ini, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa memberikan penjelasannya di Mabesad, Veteran, Jakarta Pusat, Selasa (15/10). Berikut petikannya.

Bagaimana TNI AD mencegah anggota dan keluarganya agar menggunakan medsos dengan bijak?

Cara kami se­betulnya sudah dimulai sejak tahun lalu. Se­cara spesifik, kita beri perintah ke satuan bawah untuk tidak salah gunakan medsos untuk tidak sebar­kan informasi yang enggak benar, alias hoaks. Tidak sebarkan informasi profokatif, pecah belah, dan tidak menyebarkan informasi yang me­numbuhkan kebencian.

Jadi, sudah ada peraturan yang dibuat terkait penggunaan medsos?

Dari tahun lalu, Agustus 2019, bahkan bukan kepada anggota, tapi kepada keluarganya, setiap kali kami keluarkan perintah karena ada insiden penyalahgunaan sosmed (sosial media). Penyalahgunaan ini harus kita kontrol, karena memang satu hal yang tak bertanggung jawab, kami ini TNI AD dan keluarganya punya rambu ber medsos, karena medsos hak setiap orang tapi mereka harus tahu batas. Sebab, Informasi yang mereka putuskan untuk mereka share itu harus informasi yang memang benar dan tadi tidak timbulkan kebencian, provokasi atau berita yang tidak benar. Jadi, terkait ini, bukan hanya tahun lalu, tahun ini, tepatnya Januari, April juga kembali mengeluarkan perintah kepada satuan bawah

Tapi, kenapa masih saja ter­jadi?

Kalau dilihat dari betapa seringnya dinas atau komando ini berusaha memperingatkan anggota dan keluarganya, ini terjadi kita ingatkan lagi, terjadi lagi, kita ingatkan dan kita sudah perintahkan pada Agustus tahun lalu untuk setiap pemegang satuan setelah mengingatkan berkali-kali , menindak tegas anggota beserta keluarganya yang menyalahgunakan sosial media.

Sudah ada berapa anggota TNI AD yang diberikan sanksi terkait kasus medsos ini?

Sampai dengan hari ini, TNI AD sudah memberikan sanksi kepada tujuh orang anggota. Dua anggota, rekan-rekan media sudah men­dengar semua pada hari Jumat kemarin, kemudian tambahan lima sudah kita putuskan dan sedang kita proses.

Lima anggota tersebut dari mana saja dan apa pangkatnya?

Ada anggota kita yang dari Komando Resort Militer (Korem) Padang, itu prajurit kepala, itu tamtama. Ada yang dari Komando Distrik Militer (Kodim) Wonosobo, itu kopral dua tamtama juga. Ada Korem Palangkaraya, itu sersan dua bintara. Ada dari Kodim Banyumas, ada sersan dua, dan Kodim Muko Muko di Jambi, kapten. Kepada mereka, kita lepas dari jabatannya karena ini memang satu konsekuensi. Pada mereka juga kita jatuhi hukuman disiplin militer berupa penahanan ringan. muhammad umar fadloli/AR-3

Tampilkan Semua

Masyarakat Harus Menjadi Penjaga dan Pengaman Sungai

Selasa 15/10/2019 | 06:30
A   A   A   Pengaturan Font
Perhatian Presiden Joko Widodo terhadap lingkungan ditegaskan konkret dalam Peraturan Presiden No.15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum.   Presiden bertekad Sungai...
Selengkapnya

TNI Angkatan Darat Kerahkan Seluruh Prajurit

Senin 14/10/2019 | 06:30
A   A   A   Pengaturan Font
Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih hasil pemilih umum (pemilu) serentak 2019, Joko Widodo-KH. Ma’ruf Amin akan digelar pada 20 Oktober 2019. Agar seluruh rangkaian acara pelantikan tersebut berjalan lancar dibutuhkan...
Selengkapnya

Dukungan Parpol untuk Jokowi-Ma’ruf di DPR Sudah Cukup

Rabu 9/10/2019 | 06:30
A   A   A   Pengaturan Font
Pelantikan Presiden Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin akan dilakukan pada 20 Oktober 2019. Setelah itu, Jokowi- KH Ma’ruf akan resmi memimpin Indonesia selama lima tahun ke depan, 2019–2024. Agar pemerintahan lima tahun kedua berjalan...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita kupas lainnya
beriklan di koran jakarta
Edisi Weekend

La Nyalla Mahmud Mattalitti : DPD Akan Buat Aneka Terobosan Kr

Sabtu 12/10/2019 | 05:00
A   A   A   Pengaturan Font
La Nyalla Mahmud Mattalitti resmi terpilih sebagai Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) periode 2019–2024. Mantan Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) ini menang dalam pemilihan lewat voting dengan perolehan 47 suara.

La Nyalla mengungguli Nono Sampono dengan 40 suara, Mahyudin 28 suara, dan Sultan Baktiar Najamudin 18 suara. Sementara satu suara abstain. Catatan dari Sekretariat Jenderal DPD sendiri, anggota DPD yang menggunakan hak suara sebanyak 134 orang.

Setelah terpilih menjadi ketua, La Nyalla Mattalitti didampingi Wakil Ketua DPD, Nono Sampono, Mahyudin, dan Sultan B Najamuddin, memimpin pemilihan Pimpinan Alat Kelengkapan DPD periode 2019–2020. Pemilihan Pimpinan Alat Kelengkapan tersebut berlangsung melalui mekanisme musyawarah dan mufakat.

Untuk mengetahui apa yang akan dilakukan oleh jajaran pimpinan DPD ke depan, wartawan Koran Jakarta, Muhammad Umar Fadloli, berhasil mewawancarai Ketua DPD, La Nyalla Mahmud Mattalitti, di Gedung DPD, Kompleks Parlemen, Jakarta, baru-baru ini. Berikut petikan selengkapnya.

Apa yang akan Anda lakukan dalam memimpin DPD ke depan?

Saya ingin memastikan DPD dapat menjalin hubungan yang harmonis dan komunikatif, dengan semua lembaga negara, termasuk dengan Presiden dan semua kepala daerah di Indonesia. Ini penting bagi DPD, karena untuk memastikan pembangunan di daerah atau kepentingan daerah dapat terakomodasi dengan optimal.

Apalagi Presiden Joko Widodo sudah menyampaikan konsep pembangunan Indonesia sentris. Artinya, dari Sabang sampai Merauke menjadi prioritas, bukan hanya di Pulau Jawa saja. Dengan hubungan yang harmonis dan komunikatif, percepatan pembangunan harus bisa terlaksana.

Fokus apa yang akan dilakukan di awal kepemimpinan Anda?

Begini, DPD dari sisi konstitusi memang masih memiliki kekurangan. Artinya, ruang peran dan fungsinya masih terbatas. Tetapi Mahkamah Konstitusi telah memberi ruang dengan memberi tafsir yang lebih kuat dari kalimat yang tertulis di dalam UUD kita.

Nah, fokus awal kepemimpinan saya adalah melakukan terobosan-terobosan kreatif dan positif. Untuk memperbanyak ruang aksi bagi seluruh anggota DPD untuk bekerja demi daerah yang mereka wakili. Sehingga kembali ke spirit lahirnya DPD yaitu untuk memastikan keputusan di tingkat nasional, memberi manfaat sebesar-besarnya untuk daerah. Karena wajah Indonesia secara utuh itu bukan Jakarta atau Jawa, tetapi 34 provinsi itulah wajah Indonesia.

Bagaimana cara Anda menyolidkan seluruh anggota agar tugas di DPD berjalan lancar?

Pertama, pola kepemimpinan sangat penting. Saya menawarkan konsep kepemimpinan kolektif kolegial. Saya ingin semua anggota DPD adalah pemimpin karena sejatinya para anggota DPD ini adalah tokoh di daerah masing-masing.

Tidak ada siapa dipimpin siapa, tapi kita pimpin bersama. Kita bawa DPD ini secara bersama, menjadi DPD yang lebih kuat dan bermartabat, yang benar-benar berperan dalam memberi manfaat bagi daerah kita masing-masing.

Kedua, saya dan unsur pimpinan hanya pemandu arah dan penjaga marwah lembaga saja. Saya memilih mendelegasikan sebanyak mungkin tugas-tugas senator kepada anggota. Dengan begitu, otomatis anggota dituntut aktif. Tidak bisa santai-santai lagi.

Bagaimana upaya Anda meningkatkan kedisiplinan anggota untuk hadir dalam rapat-rapat?

Itu ada di domain Badan Kehormatan (BK) DPD. Ada sanksi dan mekanisme di dalam BK terkait dengan keaktifan anggota. Pimpinan tidak akan intervensi.

Lalu, apa yang akan Anda lakukan agar Anggota DPD lebih giat lagi dalam bertugas?

Saya memiliki skala prioritas program jangka pendek menyangkut kepentingan anggota DPD yang akan saya perjuangkan.

Apa saja skala prioritas tersebut?

Sejak DPD berdiri hingga saat ini, hanya ada empat kantor DPD di daerah, yaitu Jakarta, Yogyakarta, Sumatera Selatan, dan Nusa Tenggara Timur. Karenanya, kita akan menambah kantor DPD di daerah lain. Hal ini harus kita teruskan. Saya sudah berkoordinasi dengan para gubernur. Itu sudah disiapkan tanahnya. Kalau saya dipercaya, kita harus lanjutkan lagi. Itu prioritas pertama.

Kedua, banyak anggota DPD dari daerah yang tidak memiliki rumah di Jakarta. Hal ini berbeda dengan anggota DPR yang selama ini disediakan rumah dinas. Untuk itu, saya akan bicara dengan Menteri Keuangan agar ada skema bantuan bagi anggota DPD.

Prioritas selanjutnya apa?

Ketiga, akan menghidupkan kembali kaukus perempuan yang pernah ada. Keempat, kunjungan kerja anggota DPD ke luar negeri harus dibiayai secara lumpsum atau pembayaran langsung sekaligus, bukan at cost atau dibayar sesuai dengan kebutuhan. Anggota DPD yang bertugas harus mendapat fasilitas untuk bisa membawa staf seperti anggota DPR.

Kelima, dukungan tenaga ahli bagi setiap anggota DPD. Saat ini hanya tiga orang staf, padahal dapil DPD adalah provinsi. Untuk itu, ke depan, tujuh atau minimal lima orang staf.

Terkait mekanisme pemilihan Alat Kelengkapan Dewan yang sudah digelar kemarin seperti apa?

Semua pimpinan dipilih terlebih dahulu dari subwilayah masing-masing, yaitu Barat I, Barat 2, Timur 1, dan Timur 2. Setelah itu, baru kemudian akan dilakukan pemilihan ketua dan wakil ketua di masing-masing alat kelengkapan utama Komite dan non-Komite. Sebagian besar pimpinan alat kelengkapan yang dipilih melalui mekanisme musyawarah dan mufakat.

Apa yang Anda harapkan dari para pimpinan Alat Kelengkapan Dewan yang terpilih?

Saya harap yang terpilih terus bekerja secara kolektif kolegial dalam memperjuangkan kerja konstitusional DPD dan mengawal untuk kepentingan daerah. Saat ini banyak pimpinan alat kelengkapan yang terpilih dari kalangan muda.

Saya harap mudah-mudahan ini bisa jadi penerus kami-kami yang senior. Alat Kelengkapan yang ada dapat lebih optimal dalam melaksanakan tugas konstitusional sebagai wujud tanggung jawab bersama dalam menjalankan amanah yang diemban.

Lebih khusus untuk seluruh anggota DPD, apa harapan Anda?

Kami berharap keanggotaan DPD periode 2019–2024 ini dapat memperjuangkan aspirasi masyarakat dan daerah. Hal itu mengingat kehadiran DPD merupakan wujud keberpihakan kepada daerah.

Apa yang akan dilakukan DPD ke depan dalam rangka untuk kemajuan wilayah atau desa?

Begini, provinsi yang baik karena didukung kabupaten/kota yang baik. Kabupaten/kota yang baik karena kecamatannya bekerja dengan baik. Kecamatan yang baik karena desa atau kelurahan yang baik. Nah, Indonesia bisa lebih baik, salah satunya, apabila 34 provinsi itu berkinerja baik.
Di sini peran penting DPD untuk memastikan daerah mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan perlukan. Anggota DPD menyerap informasi, menyampaikan, memperjuangkan, dan mengawal ke daerah sekaligus mengawasi implementasinya.

Apa yang akan Anda lakukan dalam rangka terus menjalin komunikasi dengan para pemimpin tinggi negara, seperti DPR, MPR, dan Presiden?

Bisa formal, bisa informal. Yang penting komunikatif. Karena tidak jarang persoalan itu ada karena kebuntuan komunikasi saja. Kalau perlu, saya yang memulai komunikasi. Tidak harus menunggu atau saling tunggu.

Apakah dalam waktu dekat akan ada rapat dengan pimpinan terpilih DPR dan MPR?


Seharusnya ada. Mungkin setelah semua selesai menyusun alat kelengkapan masing-masing. Kalau perlu inisiasi pertemuan diusulkan DPD. Bisa saja.

DPD memiliki fungsi untuk ikut pembahasan dan memberikan pertimbangan yang berkaitan dengan bidang legislasi tertentu, apa nanti yang akan diusulkan DPD?

Untuk domain membahas RUU, tentu semua yang berkaitan dengan daerah, sedangkan untuk domain memberi pertimbangan, terkait dengan RAPBN, pajak, pendidikan, dan agama. Di UU MD3, dikatakan, pertimbangan DPD wajib ditindaklanjuti dalam pembahasan antara DPR dan Presiden.

Legislasi apa saja yang nanti disusulkan DPD?

Nanti dibahas dulu di DPD sebelum kami sampaikan dalam daftar Prolegnas.

Bagaimana tanggapan keluarga atas terpilihnya Anda sebagai ketua DPD?

Tentu berharap bisa konsisten dengan apa yang sudah saya sampaikan dalam ikhtiar ketika maju sebagai calon ketua DPD.

Apakah ada pesan khusus dari keluarga atas amanah yang telah diberikan ini?

Tentu agar saya amanah terhadap sumpah dan janji saat dilantik.

Bagaimana cara Anda untuk mengatur waktu dalam menjalankan tugas dan berinteraksi dengan keluarga?

Alhamdulillah tidak ada masalah. Selama ini saya sudah terbiasa aktif di beberapa organisasi dan tidak ada masalah membagi waktu.

Nama Anda muncul kembali untuk bursa ketua umum PSSI, bagaimana tanggapannya?
Ada banyak anggota yang meminta saya kembali membenahi PSSI.

Apa hobi yang paling Anda senangi?

Silaturahmi dan kumpul bersama sahabat, makan bersama. Itu sudah nikmat.

N-3

Tampilkan Semua

Produk Kertas Penyerap Noda Lemak

Sabtu 12/10/2019 | 05:00
A   A   A   Pengaturan Font
Banyak tebaran kertas di muka bumi. Ada yang digunakan untuk keperluan sekolah dan pekerjaan, ada juga untuk keperluan bungkus. Kertas juga difungsikan sebagai pembersih atau tisu. Khusus kertas tisu, ternyata ada beberapa kelebihan...
Selengkapnya

Material Lilin untuk Baju Tahan Air

Sabtu 12/10/2019 | 05:00
A   A   A   Pengaturan Font
Lapisan partikel lilin anti air juga cocok untuk memperoleh nuansa alami tekstil. Ada kekhawatiran yang berkembang atas dampak lingkungan dari produksi tekstil dan banyak produk tahan air di pasaran yang umumnya dibuat dengan bahan kimia...
Selengkapnya

Menikmati Keindahan Pantai Pandawa

Sabtu 12/10/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Potensi wisata bahari Indonesia telah dikenal di kalangan wisatawan dalam dan luar negeri. Dengan garis pantai 99.093 kilometer, terpanjang nomor dua di dunia, dan jumlah pulau mencapai 17.504 buah, memberi pilihan destinasi wisata tanpa...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita edisi weekend lainnya
beriklan di koran jakarta