Koran Jakarta | October 20 2018
No Comments

7 Kesalahan Yang Biasa Dilakukan Saat Membuat CV

7 Kesalahan Yang Biasa Dilakukan Saat Membuat CV
A   A   A   Pengaturan Font

Pertanyaan:

Bu Rossa, saya sudah se­ring mengirimkan CV ke ber­bagai perusahaan tapi belum ada satupun yang lolos untuk interview. Apakah ada yang salah dengan CV saya?

Toni, Jakarta

Jawaban:

Saat ini persaingan kerja begitu ketat. Hanya dengan berpendidikan tinggi, keah­lian dan pengalaman yang relevan tidak lah cukup. Pen­ting bagimu untuk mencip­takan kesan yang bagus bagi HRD saat pertama melihat CVmu. Namun sayang, pe­nyajian, relevansi isi, kejelas­an dan personalisasi sebuah CV sering kali diabaikan oleh pencari kerja.

Apakah kamu melaku­kan kesalahan-kesalahan berikut? Mungkin karena hal inilah kamu belum dipanggil interview:

Tidak Ada Pernyataan Intro

CV yang efektif harus dimulai dengan penyataan intro yang jelas dan ringkas. Maksudnya mampu mem­berikan gambaran latar belakang profesionalmu dan menjelaskan apa yang kamu sukai. Hal ini akan membuat CV menjadi lebih manusiawi sehingga HRD bisa ter­hubung dengan kamu pada tingkat yang lebih dalam.

Informasi Yang Berle­bihan

Kamu mungkin memiliki pengalaman 10 tahun, tapi tidak perlu mencatat detail­nya. Informasi yang berlebih­an menyebabkan pembaca kehilangan minat. Lebih sedikit itu lebih baik. Buat agar resume tetap sederhana, ringkas dan relevan dengan pekerjaan yang kamu lamar.

Prestasi Yang Tidak Jelas

Saat menjelaskan pen­capaian, kamu harus jelas dan spesifik. Jauhkan kata kerja yang lemah seperti “mengurus” dan “mengk­oordinasikan” – kata-kata ini terlalu umum. Gunakan kata kerja yang kuat seperti “memprakarsai”, “mem­pelopori”, “mengawasi”, dan sebisa mungkin gunakan angka untuk mengukur pencapaian. Katakan kamu meningkatkan penjualan X% atau berhasil menyele­saikan dalam 24 jam dari 3 hari waktu yang ditetapkan, dengan demikian memberi­kan ilustrasi yang lebih jelas mengenai kemampuanmu pada HRD.

Kurangnya Kepribadian

HRD sering mencari pe­tunjuk mengenai kepribadi­an calon pegawai dalam CV, disamping kemampuan dan pengalaman yang biasanya seperti bakat artistik, bakat kewirausahaan atau sesuatu yang lain. Jika kamu tidak pandai menulis, mintalah copy writer untuk mengerja­kannya karena CVmu.

Konten Yang Tidak Re­levan

Membuat CV yang ringkas dan mengunakan poin dapat meningkatkan minat HRD untuk tetap membaca CVmu sampai selesai. Kurangi penggunaan istilah teknis sebanyak mungkin – istilah cenderung tidak jelas dan membingungkan yang dapat menyebabkan HRD ber­henti membaca. Fokus pada informasi yang paling tepat diawal dan jaga agar tetap pendek dan manis.

Tidak Layak Untuk Dibaca

Apakah CVmu dipenuhi dengan paragraf yang pan­jang dan penuh dengan kata-kata? Apakah kamu menggunakan format tebal dan format miring untuk menyorot kata kunci dan frasa? Apakah ada spasi yang cukup antar bagian dan paragraf agar tetap bersih dan nyaman untuk dibaca? Apakah ada ukuran hurufnya terlalu besar atau telalu ke­cil? Kelayakan untuk dibaca merupakan faktor penting yang bisa membuat pembaca tetap membaca CV mu.

Kesalahan Ejaan dan Gramatikal

Terakhir, selalu gunakan pemeriksaan ejaan dan terkoreksi sebelum me­ngirimkannya. Tidak ada yang lebih tidak profesional daripada menyerahkan CV yang penuh dengan kesa­lahan ejaan dan gramatikal. Jangan lakukan kecerobohan dengan tidak peduli untuk memeriksa ejaan yang ada dalam CVmu.

Jika kamu tidak fasih berbahasa Inggris, minta teman untuk membantu atau seperti yang sudah di­sebutkan sebelumnya, minta copywriter untuk mengerja­kannya. Calon pemberi kerja akan menghargai komit­men dan usahamu dengan memberimu peluang untuk interview.

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment