Koran Jakarta | November 23 2017
No Comments
Kekerasan di Akpol

35 Saksi Diperiksa Kasus Penganiayaan Taruna Akpol

35 Saksi Diperiksa Kasus Penganiayaan Taruna Akpol

Foto : ANTARA/R Rekotomo
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - Penyidik Polda Jawa Tengah memeriksa 35 saksi dalam kasus kematian taruna Akpol, Brigadir Dua Taruna (Brigdatar) Mohamad Adam. Hasil autopsi atas jenazah korban sudah keluar, namun sampai saat ini belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka.


“Hasil autopsi ditemukan adanya luka, tetapi itu nanti, yang penting penyebab kematian sudah diketahui. Saksi-saksi akan dikroscek apa yang mereka perbuat, lihat, dan dengar. Jenazah sudah dimakamkan di Jakarta,” kata Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Setyo Wasisto di Gedung Mabes Polri, Jakarta, Jumat (19/5).


Tim dari Inspektorat Pengawasan Umum Polri (Itwasum) Polri serta Divisi Propam Polri telah turun sebagai pemeriksa internal. Dalam kasus tersebut, ujar Setyo, Kapolri telah memerintahkan agar pelakunya dituntut pidana dan ditindak tegas.


Seperti diketahui, korban diketahui tewas pada Kamis sekitar pukul 02.30 WIB. Korban sempat dibawa ke RS Bhayangkara Semarang, namun nyawanya sudah tidak tertolong.

Luka di Paru-paru


Ada dugaan paru-paru korban terluka parah sehingga menyulitkannya untuk bernapas. Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengatakan adanya kejadian tersebut, menjadi momentum untuk mengubah budaya di Akpol Semarang.


Sebelum kejadian, Tito sudah mewanti-wanti ke taruna dan pengasuh agar tidak ada lagi budaya kekerasan. “Karena lebih banyak mudaratnya dan tidak banyak untungnya,” kata Tito.


Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono mengatakan Adam diperkirakan tewas ketika apel pembinaan oleh para seniornya di luar kegiatan resmi sekolah tersebut. “Jadi senior melihat juniornya tidak disiplin saat pesiar,” katanya.


Ketua Komisi III DPR, Bambang Soesatyo meminta Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian untuk menghentikan budaya kekerasan di Akpol. Jangan lagi ada senior-senior memukul dan mengintimidasi juniornya, apalagi seperti ini yang sampai menyebabkan kematian. eko/SM/fan/N-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment