327 Warung Kopi Disegel selama PSBB Surabaya Raya | Koran Jakarta
Koran Jakarta | May 30 2020
No Comments
Pencegahan Wabah - Pemkot Surabaya Galakkan Kampung Jaga Covid-19

327 Warung Kopi Disegel selama PSBB Surabaya Raya

327 Warung Kopi Disegel selama PSBB Surabaya Raya

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Semua pihak harus sinergis membantu memutus rantai penularan Covid-19 dengan mematuhi aturan yang ditetapkan pemerintah.

SURABAYA - Aparat gabungan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Polda Jawa Timur (Jatim) telah menyegel 327 warung kopi selama pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tahap II di wilayah Surabaya Raya yang meliputi Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo. Penyegelan dilakukan karena melanggar aturan PSBB.

“Yang disegel masing-masing 49 warung kopi di Surabaya, 18 warung kopi di Sidoarjo, dan 260 warung kopi di Gresik. Setalah diberi garis polisi, pedagang warung kopi dilarang membuka segel tersebut. Kalau sampai merusak itu (segel garis polisi) itu ranahnya sudah pidana,” kata Kepala Satpol PP Jatim, Budi Santosa dikonfirmasi, di Surabaya, Kamis (21/5).

Budi menjelaskan penyegelan meja dan kursi warung kopi dilakukan agar tidak digunakan selama PSBB. Hal itu dilakukan berdasarkan aturan dari Surat Edaran Gubenur Jatim Nomor 188/1624/013.1/2020 tentang Pengendalian, Pengawasan, dan Penegakan Hukum Dalam Pelaksanaan PSBB di Jatim.

Sita KPT

Selain menyegel meja dan kursi warung kopi, pihaknya dibantu aparat dari Polda Jatim juga menyita Kartu Tanda Penduduk (KTP). Saat ini, sementara tercatat 661 KTP yang ditahan Satpol PP, yang rinciannya yakni Satpol PP Gresik menyita 250 KTP, Satpol PP Sidoarjo menyita 260 KTP, dan Satpol Jatim menyita 151 KTP dari wilayah Kota Surabaya.

Selain itu, tambah Budi, untuk pelanggar jam malam PSBB tahap II yang terdiri dari puluhan remaja dihukum fisik dengan melakukan push up. Sebenarnya itu hanya sebagai shock theraphy bagi anak-anak muda. Karena hampir setiap malam kami patroli, terutama anak-anak muda ini yang memenuhi banyak warung kopi di Surabaya,” kata Kasub Subdit Banops Covid-19 Polda Jatim, Kompol Kamran.

Hukuman itu, tambah Budi, hanya untuk memberikan efek jera bagi para remaja dan membiasakan lebih disiplin sekaligus melatih kekebalan tubuh anak-anak muda di tengah pandemik Covid-19. Tak hanya berikan sanksi fisik, petugas juga memberikan nasihat pada para pelanggar.

“Kami berikan nasihat dan sosialisasi tentang bahaya Covid-19. Kami jelaskan bahwa penularannya sangat cepat sehingga harus diantisipasi menggunakan masker, gunakan cairan pembersih tangan, dan cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir,” tuturnya.

Sekretaris Komisi D Bidang Kesra DPRD Surabaya, Akmarawita Kadir, mengatakan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggalakkan program Kampung Jaga Covid-19 di sebagian besar RT dan RW Kota Surabaya. Hal ini dilakukan sebagai upaya memutus rantai penyebaran dan penularan Covid-19.

“Dengan program itu, RT dan RW ikut berperan aktif dengan mendata warga yang sakit dan miskin selama pandemi Covid- 19. Ada empat gerak yang harus diperhatikan untuk menjalankan program itu yakni gerak data, gerak edukasi, gerak kontrol, dan gerak lapor,” kata Akmarawita.

Menurut Akmarawita, agar empat gerak tersebut bisa dilaksanakan RT dan RW, maka pihaknya menekankan agar Pemkot Surabaya membuat standar operasional prosedur (SOP). Ini agar semua RT dan RW dalam menjalankan program Kampung Jaga Covid-19 semuanya bisa sama.

SB/Ant/N-3

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment