Koran Jakarta | October 22 2017
No Comments
Antisipasi Terorisme

17 WNI Kabur dari ISIS Sudah Berada di Irak

17 WNI Kabur dari ISIS Sudah Berada di Irak

Foto : REUTERS/Zohra Bensemra
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Menteri Luar Negeri RI, Retno LP Marsudi, mengonfirmasi 17 warga Indonesia yang melarikan diri dari ISIS di Raqqa, Suriah, kini telah berada di Irak. “Ya, 17 WNI tersebut sudah berada di Irak, tepatnya Irbil,” kata Retno, di Jakarta, Jumat (11/8).

Sebelum dievakuasi ke Irak, belasan WNI yang terdiri dari 12 perempuan dan anak serta lima laki-laki dewasa itu telah kabur keluar Raqqa dan diamankan salah satu faksi Kurdi di Suriah.

Retno mengatakan pihaknya melalui tim perlindungan WNI dan Badan Hukum Kementerian Luar Negeri RI terus berupaya menjaga komunikasi dengan 17 WNI tersebut dan kelompok-kelompok terkait di sana.

Sebab, belasan WNI itu saat ini berada di wilayah konflik yang tidak dikuasai pemerintahan resmi mana pun. Namun, Retno masih enggan menjelaskan lebih detail perkembangan upaya pemulangan 17 WNI ini.

Dia juga menolak menjelaskan target pembebasan belasan warga Indonesia tersebut. “Nanti, ya nanti, yang pasti mereka dalam kondisi baik dan kami terus melakukan kontak dengan mereka,” kata Retno. Sebelumnya, di tempat terpisah, Wakil Menteri Luar Negeri RI, Abdurrahman M. Fachir, menyebutkan bahwa 17 WNI yang kabur dari ISIS itu sudah berada di Irak.

“Kita sudah berkomunikasi dengan pihak KBRI Baghdad, perwakilan kita di Baghdad sudah mencoba mengawal proses ini,” ujarnya.

Sementara soal kedatangan 17 WNI tersebut, Fachir belum bisa memastikan. “Prosesnya di Irak itu cukup sulit karena Irak punya kawasan khas dan harus melewati otoritas setempat,” kata Fachir. Pemerintah RI pertama kali mengetahui kabar 17 WNI yang kabur dari ISIS tersebut sekitar pertengahan Juni 2017.

Saat itu, mereka telah diamankan di Ain Issa dan Kobane, Suriah, dekat perbatasan Irak. Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Kemlu RI, Lalu Muhammad Iqbal, beberapa waktu lalu mengatakan terus berupaya melakukan komunikasi dengan belasan WNI tersebut dan sejumlah pihak di Suriah.

“Selain melakukan upaya kemanusiaan, pemerintah juga terus melakukan peninjauan risiko atau risk assessment terhadap 17 WNI tersebut,” jelasnya. Dilaporkan sebelumnya, sebanyak 17 WNI yang bergabung dengan kelompok ISIS di Kota Raqqa, Suriah bagian utara, telah diserahkan ke perwakilan RI setempat dan telah meninggalkan Suriah.

WNI yang terdiri dari kaum dewasa pria dan wanita, serta anak-anak telah diserahkan pada Selasa (8/8) di persimpangan perbatasan Suriah-Irak.

“Mereka telah meminta untuk dipulangkan. Belum diketahui identitas para warga Indonesia tersebut, dan pejabat Irak tidak dapat mengonfirmasi laporan ini,” kata Juru Bicara dari Unit Perlindungan Wanita Nisreen, Abdullah, yang mengonfirmasi penyerahan itu. “Komunikasi kita dengan partai-partai yang ada di sana lebih mengarah pada situasi.” Ant/SB/AR-2

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment