Koran Jakarta | November 20 2018
No Comments
Kebakaran Hutan - Anggota Satgas Masih Padamkan Karhutla di Bengkalis

140 Titik Panas Terdeteksi di Riau

140 Titik Panas Terdeteksi di Riau

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Akibat musim kemarau, BMKG Stasiun Pekanbaru mendeteksi 140 titik panas yang mengindikasikan terjadinya karhutla di Provinsi Riau.

PEKANBARU - Badan Me­teorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pe­kanbaru mendeteksi 140 titik panas yang mengindikasikan terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pro­vinsi Riau. Terpantau lonjakan titik panas di Kota Dumai da­lam kurung waktu 24 jam ter­akhir mencapai 67 titik.

“Angka tersebut merupakan yang tertinggi dua pekan terak­hir terjadinya karhutla di wila­yah tersebut. Selain di Dumai, keberadaan titik panas dengan jumlah besar juga terpantau di Kabupaten Rokan Hilir dengan jumlah 42 titik,” kata Kepa­la BMKG Stasiun Pekanbaru, Sukisno, di Pekanbaru, Ming­gu (19/8).

Namun, tambah Sukisno, keberadaan titik panas di Ro­kan Hilir justru jauh berkurang dibanding medio pekan ini yang sempat menyentuh angka 100 titik panas. Titik panas tu­rut terpantau di Bengkalis 12 titik, Pelalawan enam, Rokan Hulu, dan Indragiri Hulu ma­sing-masing empat dan satu titik di Kampar serta Kuansing.

Lebih jauh, Sukisno me­ngatakan selain mendeteksi 140 titik panas yang terpan­tau melalui pencitraan Satelit Terra dan Aqua di Riau, BMKG juga mendeteksi ratusan titik panas lain di Sumatera, di an­taranya adalah 35 titik panas di Sumatera Selatan, 32 titik di Lampung, 28 Bangka Belitung. Selanjutnya, 15 titik panas di Sumatera Utara, sembilan ti­tik di Sumatera Barat, lima titik masing-masing di Aceh dan Jambi serta tiga titik di Ke­pulauan Riau.

Menurut Sukisno, dari 140 titik panas di Provinsi Riau, BMKG menyatakan 68 titik di antaranya dipastikan sebagai titik api atau indikasi kuat ada­nya karhutla dengan tingkat kepercayaan di atas 70 persen. Titik api terbanyak masih ter­pusat di wilayah pesisir Riau, seperti Dumai, Rokan Hilir, dan Bengkalis.

“Titik api terbanyak terpan­tau di Dumai dengan 37 titik, selanjutnya 17 titik di Rokan Hilir, dan Bengkalis enam ti­tik. Titik api turut terpantau di Pelalawan dua titik, Rokan Hulu dua titik, Indragiri Hilir tiga titik, dan Indragiri Hulu satu titik,” jelas Sukisno.

Wakil Komandan Satgas Karhutla Riau, Edwar Sanger memastikan seluruh personel terus berjibaku memadamkan karhutla, meski hari ini me­rupakan hari libur. “Tidak ada hari libur untuk Satgas Karhutla. Kami tetap bekerja melakukan operasi pemadaman di daerah yang terbakar,” kata Edwar.

Edwar mengatakan pem­adaman kebakaran fokus ke daerah pesisir, yakni Kabupa­ten Rokan Hilir dan Kota Du­mai. “Pemadaman hari ini di Rokan Hilir dan Dumai. Salam tangguh 247,” kata Edward sembari menggunakan istilah 247, yang berarti terus bekerja tanpa henti selama 24 jam da­lam seminggu.

Komandan Kodim (Dan­dim) Bengkalis, Lekotl Inf Timmy Prasetya Harmianto, mengatakan saat ini tim ga­bungan dari satgas karhutla masih memadamkan api yang terjadi dalam sepekan ini di daerah setempat.

“Tim gabungan dari TNI, Polri, Badan Penanggulang­an Bencana Daerah (BPBD), Manggala Agni, dan Masya­rakat Peduli Api (MPA) te­rus bekerja secara maksimal memadamkan api di lokasi karhutla yang terjadi di Keca­matan Mandau, Pinggir, dan Bathin Solpan,” ujar Timmy.

Hadapi Kendala

Kendala yang dihadapi di lapangan, di antaranya akses menuju lokasi yang sangat jauh dan tidak bisa ditempuh dengan kendaraan roda empat, ditam­bah lagi faktor cuaca, sumber air yang sulit, dan struktur tanah gambut. “Kami tetap berupaya melakukan pemadaman dari jalur darat dan bantuan penge­boman air atau waterbombing. Kami berharap hujan bisa turun di lokasi yang terbakar meng­ingat lokasi gambut yang mu­dah terbakar,” kata Timmy.

Mengenai adanya perin­tah Danrem untuk menembak pelaku pembakar lahan, dini­lai Timmy merupakan bentuk keseriusan dari TNI terhadap pelaku yang tidak bertanggung jawab. Tim yang bekerja saat ini tanpa ada hari libur dalam upaya membebaskan Riau dari asap, apa lagi sedang ada perhelatan Asian Games.

“Perintah tersebut jangan disalahartikan dahulu. Yang jelas perintah tersebut me­rupakan bentuk keseriusan dari Komandan Korem yang juga sebagai Ketua Satgas Kar­hutla dalam memerangi pe­laku pembakaran lahan,” kata Dandim.

eko/Ant/N-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment