Koran Jakarta | April 20 2019
No Comments
Hari Keagamaan

1.617 Personel Polisi Amankan Perayaan Waisak

1.617 Personel Polisi Amankan Perayaan Waisak

Foto : koran jakarta/aloysius widiatmaka
Upacara Pradaksina - Sebagai bagian dari rangakaian peringatan Waisak, ribuan umat Buddha bersama para bhiku melakukan prosesi mengelilingi Candi Mendut sebanyak tiga kali, Minggu (27/5), di Magelang, Jawa Tengah. Puncak perayaan Tri Suci Waisak 2562 BE/2018 secara nasional akan dipusatkan di pelataran Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Selasa (29/5).
A   A   A   Pengaturan Font

MAGELANG - Puncak perayaan Tri Suci Waisak 2562 BE/2018 secara nasional akan dipusatkan di pelataran Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Selasa (29/5).

Sebanyak 1.617 personel kepolisian diterjunkan untuk mengamankan hari raya umat Buddha tersebut. “Pengamanan dilakukan oleh personel Polres Magelang, dipertebal dengan Polda Jawa Tengah, jumlahnya 1.617 personel.

Pengamanan mulai dari persiapan sampai akhir kegiatan,” kata Wakil Kepala Polda Jawa Tengah, Kombes Polisi Ahmad Lutfi, di Candi Borobudur, Minggu (27/5).

Lutfi optimistis, pelaksanaan Tri Suci Waisak 2018 akan berjalan lancar dan kondusif, termasuk bebas ancaman terorisme.

“Tidak ada (ancaman terorisme). Semua kegiatan Polri mengantisipasi ancaman apa pun, kewaspadaan bagi anggota Polri itu wajib hukumnya,” tegas mantan Kapolresta Solo itu.

Kikis Kebencian

Sementara itu, Ketua Umum Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi), Hartati Murdaya, mengajak seluruh umat Buddha mengikis segala kebencian, ego, sifat kikir, serakah, serta kebodohan yang selalu mengiringi batin manusia.

“Sesuai dengan ajaran Buddha, marilah kita mengikis kebencian, kekikiran, keserakahan, dan kebodohan batin,” kata Hartati dalam sambutannya saat menerima kedatangan api abadi di Candi Mendut, Magelang, Minggu (27/5).

Api abadi yang diambil dari Mrapen, Grobogan, Jateng, selanjutnya akan dijadikan sarana puja bakti di Candi Borobudur dalam upacara Waisak Nasional 2018. K etua Walubi itu juga meminta agar umat berintrospeksi ke dalam diri sendiri.

Umat harus menganalisis segala sesuatu yang kurang baik agar hidup lebih baik. “Dengan begitu, benih-benih ajaran Buddha yang telah bersemayam atau tertanam di dalam batin bisa tumbuh subur,” tandasnya.

Dia yakin, jalan tersebut bisa membuat umat Buddha kelak terbebas dari penderitaan jasmani dan rohani dan dapat mencapai kebebasan abadi di nirwana.

“Kita akan mampu karena diterangi api dharma dalam segala langkah. Semoga api dharma selalu menerangi dalam mengarungi samudera kehidupan,” ungkap Hartati. wid/Ant/P-4

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment