Koran Jakarta | December 17 2017
No Comments
Dirjen Perhubungan Udara, Agus Santoso, tentang Penghentian Sementara Operasi Maskapai Kalstar

“Keselamatan Penerbangan Sangat Mutlak”

“Keselamatan Penerbangan Sangat Mutlak”

Foto : ISTIMEWA
Agus Santoso
A   A   A   Pengaturan Font
Mulai Sabtu akhir September lalu, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menghentikan sementara seluruh penerbangan maskapai Kalstar Aviation dengan alasannya, regulator menilai operator penerbangan ini belum dapat memenuhi standar teknis maupun finansial yang telah ditetapkan.

Untuk mengetahui lebih jauh terkait hal tersebut, Koran Jakarta mewawancarai Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Udara Kemenhub, Agus Santoso, di Jakarta. Berikut petikannya.

Bisa dijelaskan masalah yang terjadi pada Kalstar?

Iya, beberapa hari lalu kami mendapat laporan bahwa maskapai Kalstar Aviation saat ini mempunyai masalah teknis, operasional, dan finansial.

Maksudnya masalah teknis?

Saat ini sebagian besar armada pesawat Kalstar berhenti beroperasi dengan berbagai alasan, seperti misalnya sedang dalam perawatan (maintenance). Dengan demikian, Kalstar tidak bisa memenuhi peraturan mengenai persyaratan jumlah pesawat yang dioperasionalkan, di mana dalam UU No 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan, syarat pesawat yang harus dioperasionalkan maskapai penerbangan berjadwal adalah lima pesawat milik dan lima pesawat yang dikuasai.

Kalau masalah opersional?

Selain itu, dari 22 rute yang harus diterbangi Kalstar, hingga hari Jumat 29 September 2017, hanya empat rute yang benarbenar diterbangi.

Lalu, apa yang dilakukan oleh regulator?

Untuk itu, kami meminta internal maskapai untuk melakukan koreksi dan audit. Agar langkah koreksi dan audit internal tersebut berjalan lancar, dan kami sementara akan menghentikan izin operasional Kalstar.

Mulai kapan penghentian operasional?

Pemberhentian izin operasional maskapai Kalstar tersebut dimulai Sabtu, 30 September 2017, hingga masalah-masalah maskapai tersebut terselesaikan dengan baik.

Apakah hal tersebut wajib dipenuhi?

Masalah-masalah tersebut dapat dipastikan mempengaruhi keselamatan penerbangan maskapai tersebut. Padahal, keselamatan penerbangan adalah sesuatu yang mutlak dan tidak boleh diganggu gugat dalam penerbangan. Untuk itu, Kalstar diberi waktu untuk memperbaiki diri sehingga aspek keselamatan penerbangannya terpenuhi dengan baik dan benar.

Apa saja yang harus dilakukan oleh Kalstar agar bisa beroperasi lagi?

Koreksi dan audit yang harus dilakukan oleh pihak Kalstar meliput pembenahan finansial atau memperbaiki kinerja keuangan dengan menaikkan tingkat likuiditas.

Apakah hal tersebut penting?

Hal ini sangat penting karena akan berpengaruh pada masalah teknis dan operasional maskapai penerbangan tersebut, seperti jumlah pesawat yg beroperasi, Crew & SDM yang tersedia, training mandatory yang harus dilaksanakan serta kemampuan penyelesaian masalah teknis yang muncul dalam pengoperasian, termasuk kemampuan dalam menyelesaikan temuan hasil safety audit yang baru-baru ini dilaksanakan oleh Ditjen Perhubungan Udara.

Lalu, terkait penumpang yang sudah memiliki tiket Kalstar bagaimana?

Terkait masalah kenyamanan masyarakat yang sudah membeli tiket penerbangannya, Kalstar diminta untuk bertanggung jawab sesuai aturan yang berlaku. Manajemen Kalstar harus bisa memberi solusi seperti misalnya memberikan penerbangan pengganti memakai maskapai lain, mengganti uang tiket atau melakukan negosiasi ulang kesepakatan dengan penumpang. 

 

m zaki alatas/AR-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment