Koran Jakarta | January 18 2018
No Comments
Ketua DPP PDI Perjuangan, Andreas Hugo Pareira, tentang Target dalam Pilkada Serentak 2018

“Kami Akan Pertahankan Kemenangan di Daerah Basis PDIP”

“Kami Akan Pertahankan Kemenangan di Daerah Basis PDIP”

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font
Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, telah mengumumkan enam pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernurnya di enam provinsi di Pilkada serentak 2018.

 

Bagi PDIP, kontestasi dalam Pilkada serentak 2018 ini menjadi parameter untuk menyongsong Pemilu serentak 2019. Mampukah pasangan yang diusung PDIP ini memenangkan pertarungan?
Untuk mengulas hal itu, Koran Jakarta mewawancarai Ketua DPP PDIP, Andreas Hugo Pareira, di Jakarta. Berikut petikannya.


Dalam pilkada serentak, bisa disebutkan pasangan cagub-cawagub yang diusung PDIP?


Ada delapan cagub kader PDIP yang diusung, antara lain Sumatera Utara (Sumut), Djarot Saiful Hidayat dan Sihar Sitorus, Sumatera Selatan (Sumsel) Doddy Alex Noerdin dan Ramandha Kiemas, Jabar (TB Hasanudin dan Anton Charlian),

Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo dan Taj Yasin Maiomoen (Gus Yasin), Kalimantan Barat (Kalbar) Karolin Margaret dan Suryatman Gidot, dan Kalimantan Timur (Kaltim), Irjen Safarudin, Papua, Jhon Wempi Wetipo dan Habel Melkias Suwae,

Maluku Utara, KH Abdul Ghani Kasuba dan M Al Yasin Ali, Lampung, Herman HN dan Ir Sutono, MM, dan Nusa Tenggara Barat, Tuan Guru Haji Ahyar Abduh dan Mori Hanafi.


Bagaimana strategi PDIP sendiri di Pilkada serentak 2018 ?


Secara umum, mesin partai harus digerakkan maksimal. Karena itu, kita telah konsolidir dan menggerakan mesin partai itu. Kemudian, meraih pemilih dengan mengembangkan jaringan dan menonjolkan daya tarik kandidat.


Dari semua wilayah pertarungan, daerah mana saja yang berpeluang menang?


Target kita mempertahankan daerah tradisional PDIP, di mana PDIP mencalonkan beberapa incumbent-nya, guna merebut kembali daerah basis tradisional yang sempat lepas seperti Bali, Lampung, Maluku, dan Sumatera Selatan juga berpeluang. Selain itu, daerah lain juga potensial kita rebut.


Dalam Pilkada serentak ini, ada dua provinsi, yaitu Kalbar dan Jateng, yang berkoalisi dengan Demokrat, apakah itu sinyalemen hubungan Bu Mega dengan Pak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono membaik?


Hubungan Ibu Mega dan Pak SBY biasa saja. Soal kerja sama antarpartai di daerah terjadi mengikuti dinamika dan relevansi konteks politik masing-masing daerah. Jadi, soal koalisi di pilgub hal yang biasa.


Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, sempat menangis saat mengetahui Azwar Anas menjadi korban black campaign dan akhirnya mundur sebagai cawagub di Jatim, tanggapan DPP PDIP?


Nangisnya Pak Hasto merupakan ekspresi dari komitmen, semangat juang dan militansi seorang Sekjen partai yang berjuang dalam proses pilkada ini dalam merekrut kader-kader potensial untuk menjadi calon kepala daerah.

Membantu Ketum membuat strategi untuk memenangkan paslonnya di pilkada, agar memimpin daerah sesuai dengan garis ideologi perjuangan partai.


Bagaimana PDIP menyikapi dan menangkal black campaign termasuk SARA?


Isu black campaign selalu muncul dalam setiap pilkada di hampir semua daerah. Menanggapi isu dan black campaign ini dari segi hukum salah ya harus dilaporkan ke pihak yang berwajib.

Tidak hanya Polri sebagai penegak hukum, tetapi Bawaslu sebagai penyelenggara pemilu yang khusus mengawasi pelaksanaan pemilu wajib memberi pencegahan dan penindakan tegas kepada paslon yang terbukti melakukan isu black campaign.


Harapan PDIP di pilkada serentak mendatang?


Harapan kita adalah calon yang diusung bisa memenangkan paslon di banyak pilkada. Juga berharap pilkada ini aman, lancar tanpa ada gejolak konflik apa pun.

Juga berharap bangsa ini bisa melahirkan pemimpin-pemimpin daerah yang andal dan benar-benar menjadi represensatasi masyarakat di daerah. rama agusta/AR-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment