Koran Jakarta | June 27 2019
No Comments
KUALIFIKASI EURO 2020

“Gli Azzurri” Jaga Posisi

“Gli Azzurri” Jaga Posisi

Foto : AFP/MARCO BERTORELLO
A   A   A   Pengaturan Font

Tim asuhan Roberto Mancini berada di puncak Grup J dengan raihan maksimum 12 poin setelah empat pertandingan.

TURIN – Lorenzo In­signe dan Marco Verrat­ti mencetak gol di babak kedua ketika Italia bangk­it dari ketinggalan untuk mengalahkan Bosnia-Her­zegovina 2-1. Hasil pertandingan yang berlangsung di Turin, Rabu (12/6) dini hari WIB itu mem­perpanjang performa sempurna “Gli Azzurri” pada kualifikasi Pi­ala Eropa 2020 menjadi empat pertandingan.

Penyerang Roma Edin Dzeko membawa Bosnia unggul lebih dulu pada menit ke-32 di Stadi­on Juventus. Gol itu menjadi ke­bobolan pertama Italia di kuali­fikasi Piala Eropa.

Tapi Insigne membalas setelah jeda dengan tendan­gan voli yang menakjubkan. Kapten Napoli kemudian bekerja sama dengan Verratti untuk mencetak gol kemenan­gan empat menit sebelum laga usai.

Tim asuhan Roberto Mancini berada di puncak Grup J dengan raihan mak­simum 12 poin setelah em­pat pertandingan. Mereka mencetak 13 gol dan hanya kebobolan sekali. Mancini yang merupakan mantan pelatih Manchester City dan Inter Milan itu mengatakan dia ter­kesan dengan karakter yang ditun­jukkan timnya untuk bangkit.

“Saya memperkirakan kami kesulitan, tetapi kami menunjuk­kan kekuatan dan keyakinan un­tuk membalikkan hasilnya,” ujar Mancini.

“Yang penting adalah kami be­rada pada posisi pertama di grup, saya tidak melihat tim lain. Kami ingin menempatkan diri kami di posisi terbaik untuk memiliki pe­luang nyata di Piala Eropa 2020,” sambung Mancini menjelang turnamen yang dimulai di Roma pada 12 Juni tahun depan.

“Hasilnya tetap sangat positif, hari ini kami telah mengambil langkah maju dari sudut pandang karakter tim, meskipun mengala­mi kesulitan,” tandasnya.

Italia unggul tiga poin dari Finlandia yang berada di posisi kedua dengan Armenia di uru­tan ketiga, diikuti oleh Bosnia dan Yunani yang terpaut delapan poin. “Kami agak terlalu tegang di babak pertama, mungkin sedikit lelah, tapi kami membaik setelah istirahat,” jelas Mancini.

“Tidak mudah untuk mengu­bah permainan seperti ini dan kami memberikan segalanya, terutama dalam hal karakter tim,” sambung Mancini, yang men­gambil alih tim setelah kegagalan Italia untuk lolos ke Piala Dunia tahun lalu di Russia.

Bosnia Kecewa

Gelandang Juventus Miralem Pjanic diskors saat Bosnia kalah 0-2 dari Finlandia dan itu mem­buatnya gagal tampil di stadion milik klubnya. Namun tim tamu menumpuk tekanan kepada tuan rumah di awal laga. Dzeko berha­sil mencetak gol setelah meman­faatkan umpan silang Edin Visca.

Pemain berusia 33 tahun itu mengakhiri laju Italia, enam pertandingan beruntun tanpa kebobolan satu gol pun sejak Ok­tober lalu.

“Kami layak mendapat ha­sil imbang tetapi Italia memiliki energi lebih dari kami di babak kedua,” ujar Dzeko. “Penyesalan terbesar saya adalah bahwa kami tidak berhasil mencetak gol kedua ketika kami memiliki kes­empatan untuk melakukannya,” sambungnya.

“Kami masih berharap lolos, tetapi kami memainkan pertand­ingan buruk melawan Finlandia dan kehilangan poin itu bisa jadi mahal untuk kami,” tandasnya.

Pemain veteran Italia Fabio Quagliarella yang merupakan pencetak gol terbanyak Serie A musim ini gagal mencetak gol untuk menyamakan kedudu­kan. Kiper Bosnia Ibrahim Sehic membelokkan tembakan Quagli­arella dengan ujung jarinya.

Federico Chiesa menggan­tikan Quagliarella setelah jeda. Insigne berhasil menerobos per­tahanan Bosnia pada menit ke-49 untuk menyamakan kedudukan. Verratti akhirnya mencetak gol kemenangan untuk menjaga Ita­lia tetap di jalur menuju putaran final Piala Eropa 2020.

Italia selanjutnya akan berh­adapan dengan Armenia pada 5 September. Sementara Bosnia menjamu Liechtenstein.

Hasil laga lainnya di Grup J, Finlandia, menang 2-0 atas Liechtenstein di Vaduz. Yunani dikalahkan 3-2 oleh Armenia, yang berada di peringkat ke-106 FIFA. ben/AFP/S-1

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment