Koran Jakarta | June 22 2018
No Comments
Kepala Badan Geologi, Rudy Suhendar, tentang Kemungkinan Gempa Besar di Jakarta

Megathrust Hasilkan Gempa Besar

Megathrust Hasilkan Gempa Besar

Foto : ISTIMEWA
Gempa Megathrust dikhawatirkan akan terjadi di Ibu Kota Jakarta dengan kekuatan yang dahsyat. Peringatan ini muncul dari Ketua Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati M.Sc, Ph.D.
A   A   A   Pengaturan Font

Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Rudy Suhendar menjelaskan kemungkinan gempa tersebut. Menurutnya Jakarta masih aman untuk ditinggali. Untuk mengupas masalah ini Koran Jakarta mewawancarinya, berikut wawancara dengan Rudy Suhendar.

Apa yang dimaksud dengan Megathrust itu?

Megathrust merupakan salah satu jenis sumber gempa bumi dengan mekanisme sesar naik dan ukurannya sangat besar yang terbentuk dari proses tumbukan antara dua lempeng tektonik. Kebetulan wilayah Indonesia merupakan lokasi pertemuan beberapa lempeng tektonik. Yakni Lempeng Indo-Australia, Lempeng Eurasia dan Lempeng Pasifik. Pertemuan dua lempeng itu dapat terjadi di sebelah barat ujung utara Sumatera, ke selatan Jawa hingga di selatan Kepulauan Lesser Bali dan Nusa Tenggara.

Terjadilah gempa Megathrust itu. Gempa bumi Megathrust dapat dikategorikan sebagai gempa bumi yang berasosiasi dengan aktifitas subduksi pada kedalaman 0,5 kilometer. Megathrust berpotensi menghasilkan gempa bumi dengan kekuatan yang besar -sangat besar, dengan maksimum dapat mencapai 9,5 skala magnitudo. Contohnya saat Tsunami Aceh lalu.

Jakarta sendiri ini bagaimana dari sisi kondisi geologinya?

Lapisan tanah dan batuan Wilayah Jakarta merupakan sedimen lunak yang mengisi cekungan Geologi yang terdiri dari tiga Kelompok Fasies Endapan Kuarter dengan ketebalan mencapai 250 meter dibagian Utara dan menipis ke arah Selatan dengan ketebalan 40 meter. Endapan ini merupakan endapan terurai (unconsolidated) dan tersusun atas endapan fasies darat, transisi dan inner klastik. Jadi bisa memperkuat dampak gempa. Adanya beberapa patahan aktif di wilayah DKI Jakarta.

Pada bagian Utara melintang dari Timur-Barat terdapat kelurusan Patahan Baribis, sedangkan di sebelah selatan wilayah ini melintang Patahan Bogor. Disamping itu wilayah DKI Jakarta juga diapit oleh Patahan Cisadane pada bagian barat dan Patahan Bekasi pada bagian Timur. Namun keberadaaan patahan aktif di sekitar Jakarta ini masih memerlukan penilitian rinci lebih lanjut di lapangan.

Apakah pernah terjadi gempa bumi di Jakarta?

Berdasarkan data sejarah kegempaan, catatan oleh ahli gempa Jerman Winchmann (1918), pernah terjadi gempa bumi besar yang berasal dari sumber gempa di sekitar Jakarta dan menimbulkan kerusakan berat di wilayah Jakarta serta kota-kota lain di sekitar Jawa dan Lampung. Tiga kali gempa besar terjadi pada 5 Januari 1699, 22 Januari 1780 dan 10 Oktober 1834.

Sedangkan dalam 10 tahun ke belakang, setidaknya ada empat gempa bumi yang guncangannya dirasakan cukup kuat hingga di Jakarta, diantaranya Gempa Indramayu 9 Agustus 2007, Gempa Tasikmalaya 2 September 2009, Gempa Tasikmalaya 15 Desember 2016 dan Gempa Lebak 23 Januari 2018. Ini menandakan Jakarta memiliki kerentanan terhadap goncangan gempa.

Jadi benar akan terjadi lagi gempa skala besar?

Gempa bumi berskala besar berpotensi terjadi. Belum ada cara untuk memprediksi kejadian gempa bumi baik titik atau tempatnya, waktu dan besaran secara tepat, namun potensi besaran dan dampak gempa bumi pada prinsipnya dapat dihitung dan diprediksi secara ilmiah. Gempa akan terjadi tapi tidak akan berpusat di Jakarta, karena kemungkina terdekat itu di Selat Sunda. Kemungkinan jauh titiknya, tapi tetap akan terasa ke Jakarta. 

 

teguh slamet rahardjo/AR-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment