Koran Jakarta | June 18 2018
No Comments
Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, tentang Penerapan Ganjil-Genap di Bekasi

“Ganjil-Genap Ini Akan Kita Terapkan Juga di Depok, Bogor, dan Tangerang”

“Ganjil-Genap Ini Akan Kita Terapkan Juga di Depok, Bogor, dan Tangerang”

Foto : ANTARA/Puspa Perwitasari
A   A   A   Pengaturan Font
Penerapan peraturan ganjil-genap mulai diberlakukan di gerbang Tol Bekasi Barat dan Timur, Senin (12/3). Peraturan ini hanya berlaku untuk kendaraan dari Bekasi menuju Jakarta mulai pukul 06.00–09.00 WIB.

Penerapan peraturan ganjilgenap ini sama seperti di ruas jalan protokol di Jakarta. Dengan peraturan ini, kendaraan yang melintas melalui gerbang Tol Bekasi Barat dan Timur harus menyesuaikan tanggal.

Untuk mengetahui lebih jauh mengenai penetapan ganjil-genap di Tol Bekasi Barat dan Timur, Koran Jakarta berhasil mewawancarai Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, di Kompleks Istana Kepresidenan Bogor. Berikut petikannya.

Tanggapan Anda soal penerapan ganjil-genap di Bekasi?

Kalau menurut saya, respons dari masyarakat relatif baik. Jadi, kalau ada riak satu atau dua, itu wajar.

Maksudnya masyarakat menerima?

Kami sepakat dengan Kapolri tidak mengesampingkan pendapat dari masyarakat. Kita akan buat semacam suatu tim yang bertugas memantau kegiatan ini sehingga satu sisi kita akan secara konsisten memberlakukan itu. Dan, kami juga menerima pendapat-pendapat masyarakat untuk menjadi bagian mencarikan solusi yang lebih baik.

Kenapa cuma di Bekasi pemberlakukannya?

Pada dasarnya permasalahan itu terjadi antara Karawang–Jakarta, Bandung–Jakarta yang semakin buruk. Dari inventarisasi kita, interupsi itu terjadi di Kota Bekasi di mana banyak kendaraan yang masuk ke jalan tol mengakibatkan lalu lintas dari Karawang dan Bandung itu terinterupsi. Di sisi lain, Bekasi kan punya jalan alternatif konvensional. Tapi, dibalik itu semua selain ingin membuat itu lancar. Kita ingin sekali saudara-saudara kita yang di Bekasi pindah ke transportasi massal karena jaraknya tak terlalu jauh ada bus. Kita juga mulai mengedukasi mereka menggunakan moda transportasi massal yakni LRT (Light Rail Transit)

Arah Jakarta, Cikampek, Bandung kenapa tidak diberlakukan hal sama?

Tidak sebesar (kemacetan di Bekasi), dan harus dipahami bahwa ini model pertama dan kita akan lakukan apakah itu melakukan ekstensifikasi ke arah Karawang atau kita melakukan intensifikasi dengan waktu dari pagi sampai sore disana.

Ada kemungkinan diterapkan di wilayah Jabodetabek?

Kita juga akan memberlakukan ini di Bogor–Depok–Tangerang dengan skema kombinasi yang mungkin tak terlalu sama. Intinya, kita ingin melakukan suatu law enforcement untuk mengatur melakukan upaya agar masyarakat lebih lancar.

Berapa lama pemberlakuan ganjil-genap ini?

Bisa minimal satu tahun.

Untuk evalusinya seperti apa?

Evaluasi nanti satu bulan baru kita lakukan.

Lalu, pengawasannya di lapangan?

Sekarang itu dilakukan sama polisi. Dari kementerian perhubungan kita lagi mengupayakan usulan dari kepolisian kita membuat semacam polsus. 

 

m umar fadloli/AR-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment