“Clearview AI” Rancang Aplikasi Pengenalan Wajah yang Inovatif | Koran Jakarta
Koran Jakarta | February 25 2020
No Comments

“Clearview AI” Rancang Aplikasi Pengenalan Wajah yang Inovatif

“Clearview AI” Rancang Aplikasi Pengenalan Wajah yang Inovatif

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font

Hoan Ton-That, seorang teknisi teknologi informasi (TI) dari Australia, melalui perusahaannya, Clearview AI, berhasil merancang aplikasi pengenalan wajah yang inovatif. Dia berhasil menemukan teknologi untuk mencegah seseorang bepergian tanpa diketahui, dan memberikan informasi itu kepada ratusan lembaga penegak hukum, mulai dari kepolisian lokal Florida, FBI, dan Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat (AS).

Jika Anda mengambil foto seseorang, lalu mengunggahnya, maka dia bisa melihat foto dari orang itu yang dilengkapi dengan tautan lokasi foto itu diambil. Sistem dengan basis data lebih dari tiga miliar gambar yang diklaim Clearview AI diambil dari Facebook, YouTube, Venmo, dan jutaan situs web lain itu, jauh melampaui sistem lain yang pernah dibuat oleh pemerintah AS atau perusahaan-perusahaan raksasa teknologi dari Silikon Valley.

Tapi hingga kini, pengguna terbanyak Ton-That itu adalah permainan di ponsel iPhone yang tidak jelas. Aplikasinya memungkinkan seseorang mengubah penampilan dengan menambahkan rambut kuning khas milik Donald Trump pada foto mereka.

Aparat penegak hukum federal dan pejabat pemerintah mengakui bahwa sementara ini mereka hanya memiliki pengetahuan terbatas tentang cara kerja Clearview, dan siapa yang berada di belakang aplikasi itu. Mereka telah menggunakan aplikasi tersebut untuk menyelesaikan kasus pengutilan, pencurian identitas, penipuan kartu kredit, pembunuhan dan kasus eksploitasi seksual terhadap anak.Sampai sekarang, teknologi untuk mengidentifikasi orang berdasarkan wajah dinilai tabu karena dianggap sebagai erosi privasi yang radikal.

Perusahaan teknologi yang mampu merilis alat seperti itu telah menahan diri untuk tidak melakukannya. Pada tahun 2011, pimpinan Google pada saat itu mengatakan cara itu adalah satu-satunya teknologi yang tidak dirilis perusahaannya karena dapat digunakan “dengan cara yang sangat buruk”. Beberapa kota besar, termasuk San Francisco, telah melarang polisi menggunakan teknologi pengenalan wajah. Namun tanpa pengawasan publik, Clearview AI. menyebut lebih dari 600 lembaga penegak hukum dalam satu tahun terakhir telah mulai menggunakan teknologi itu.

 

thenewyorktimes/SB/P-4

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment