Koran Jakarta | December 17 2017
No Comments
Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa, tentang Kebutuhan Logistik Pengungsi Gunung Agung

“Bupati Boleh Gunakan Cadangan Beras Pemerintah”

“Bupati Boleh Gunakan Cadangan Beras Pemerintah”

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperpanjang masa tanggap darurat bencana erupsi Gunung Agung, setelah dua pekan statusnya naik menjadi awas. Perpanjangan berlaku sejak 1–16 Oktober mendatang.

 

Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa, mendatangi tiga titik pengungsian sekaligus, yakni Kecamatan Abang Karangasem, Kecamatan Dawan Kabupaten Klungkung, dan Desa Pengotan Kabupaten Bangli pekan lalu.


Ketersediaan logistik, juga kondisi anak-anak dalam pengungsian menjadi perhatian Khofifah dalam kunjungannya kali itu.


Untuk mengupas masalah tersebut, Koran Jakarta mewawancarai Menteri Sosial ini. Berikut wawancara lengkapnya.


Apa saja yang Anda lakukan di tiga titik pengungsian yang Anda datangi kemarin?


Yang saya lakukan pertama adalah mengecek logistik untuk para pengungsi. Masalah utama yang harus terselesaikan dalam bencana adalah ketersediaan logistik yang cukup.


Berapa kebutuhan beras di pengungsian?


Saat 29 September lalu saja sedikitnya dibutuhkan 30 ton beras per hari untuk memenuhi kebutuhan pangan seluruh pengungsi Gunung Agung.

Angka tersebut dipastikan bertambah mengingat gelombang pengungsi terus bertambah. Hal tersebut tidak bisa dibendung karena berkaitan dengan psikologis warga.


Data pengungsi tanggap darurat?


Berdasarkan data BNPB, jumlah pengungsi pada (3/10) ada 140.897 jiwa dari 416 lokasi pengungsian yang tersebar di sembilan desa. Intinya, jangan sampai ada pengungsi yang tidak terpenuhi kebutuhan makanan karena logistik habis.


Peran kepala daerah untuk mengantisipasi kebutuhan logistik?


Sesuai Peraturan Menteri Sosial Nomor 20 Tahun 2012 Pasal 11 dan 12 disebutkan bahwa bupati/ wali kota mempunyai kewenangan menggunakan cadangan beras pemerintah (CBP) untuk penanganan tanggap darurat akibat bencana yang terjadi di wilayahnya paling banyak 100 ton dalam kurun waktu satu tahun. Jika lebih maka harus mendapatkan persetujuan gubernur.


Sedangkan Gubernur mempunyai kewenangan menggunakan CBP untuk paling banyak 200 ton dalam kurun waktu satu tahun, dan jika lebih maka harus mendapatkan persetujuan menteri.


Anda menurunkan Tim Layanan Dukungan Psikososial (LDP) ke lokasi pengungsian?


Iya, karena hiburan kepada anak-anak di pengungsian sangat penting guna menghindarkan anak-anak pada situasi yang membuat mereka stres. Ajakan bernyanyi dan bermain, menurut Khofifah, mampu membuat anak-anak sejenak melupakan bencana yang telah memaksa mereka berada di pengungsian.


Kondisi anak-anak di pengungsian saat ini seperti apa?


Situasi canggung pasti dirasakan anak-anak karena atmosfer di pengungsian sangat jauh berbeda sekalipun mereka berkumpul bersama keluarga.


Apa saja kegiatan untuk anak pengungsi?


Dalam layanan dukungan psikososial anak-anak dikumpulkan dalam tenda di ruang terbuka. Oleh tim, mereka diceritakan dongeng rakyat, diajak bernyanyi, dan bermain. Semua itu dilakukan setelah seluruh anak pulang dari sekolah. citra larasati/AR-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment