Koran Jakarta | December 19 2018
No Comments
Rekonstruksi Peluru Nyasar

“Auto Switch” Senjata Dilakukan Tersangka Imam Aziz

“Auto Switch” Senjata Dilakukan Tersangka Imam Aziz

Foto : ANTARA/Rivan Awal Lingga
Reka Ulang Penembakan - Tersangka Imam Aziz Wijayanto melakukan reka ulang penembakan gedung DPR , di Lapangan Tembak, Senayan, Jakarta, Jumat (19/10).
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Markas Besar Kepolisian RI, Inspektur Jenderal (Pol) Setyo Wasisto, mengatakan setelah dilakukan rekonstruksi kasus peluru nyasar di ruangan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI),

di Lapangan Tembak Perbakin (Persatuan Menembak Indonesia), Senayan, Jakarta Pusat, Jumat, (19/10), polisi berkesimpulan bahwa kejadian itu tanggung jawab bersangkutan dan tidak ada kaitannya dengan organisasinya Persatuan Menembak Indonesia (Perbakin).

“Dalam aturan Perbakin, tidak diperbolehkan menggunakan senjata auto switch. Dan dalam rekonstruksi diketahui, tersangka Imam Aziz Wijayanto yang mengubahnya, sehingga terjadi peluru nyasar di ruangan anggota DPR .

Ini menjadi tanggung jawab bersangkutan. Jangan dikaitkan dengan organisasinya, pertanggungjawaban perorangan,” demikian Setyo, di Jakarta, Jumat (19/10). Rekontruksi dimulai pukul 09.30 WIB sampai pukul 10.30 WIB, total 25 adegan.

Kedua tersangka Imam Aziz Wijayanto dan Reiki Meidi Yuwana, hadir dalam rekonstruksi itu. Adegan dimulai dari Imam memasuki Lapangan Tembak, Senin, pukul 12.45 WIB. Sekitar 30 menit kemudian, Reiki datang menghampiri Imam.

Mereka kemudian bertemu AG, salah satu anggota Perbakin. Selanjutnya, mereka ke gudang untuk meminjam pistol. Imam dan AG masuk ke dalam gudang, sementara Reiki menunggu di luar.

Adegan selanjutnya, keduanya menuju lapangan tembak 25 meter line 6. Kemudian, mereka mulai mencoba menembak sasaran dengan bergantian menggunakan pistol manual.

Setelah itu, beberapa saat kemudian petugas lapangan tembak yang diketahui bernama Hadi, menawarkan kepada Imam penambahan perangkat auto switch yang dapat mengeluarkan bertubitubi peluru sekali pelatuk.

Selanjutnya, Imam mengatur pistol ke kondisi otomatis dan mereka berpindah ke line 7. Setelah beberapa kali menembak, amunisi peluru mereka habis. Lalu mengisi peluru ke line 6, dan kembali menembak di line 7.

Pada saat itulah, tersangka tidak bisa mengendalikan pistol dan mengakibatkan unsur kejut yang menimbulkan peluru tidak mengenai sasaran dengan tepat. Diduga pada saat ini peluru menembus Gedung DPR . Setelah itu, mereka meninggalkan tempat latihan menembak tersebut. tri/P-4

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment