Koran Jakarta | October 24 2018
iklan koran jakarta
koran jakarta berita terkini hari ini 1 koran jakarta berita terkini hari ini 2

Politikus Malaysia Dikecam Kaitkan Gempa Palu dengan LGBT

Rabu 24/10/2018 | 00:00
A   A   A   Pengaturan Font
KUALA LUMPUR - Pemimpin oposisi Malaysia, Ahmad Zahid Hamidi, mendapat kecaman dari berbagai kalangan setelah mengeluarkan pernyataan kontroversial terkait dengan bencana gempa...
Tampilkan Semua
FOLLOW US
KURS
SAHAM
LAPORAN KEUANGAN
laporan keuangan koran jakarta
Nasional

ITS Teliti Manfaat  Bakau untuk Atasi Pencemaran Logam Berat 

Selasa 23/10/2018 | 06:26
A   A   A   Pengaturan Font

SURABAYA - Dosen Departemen Teknik Kelautan Insti­tut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Herman Pratikno, berhasil menemukan manfaattanaman bakau un­tukmenurunkan kadar logam krom pada lingkungan. Pada manusia, krom merupakan jenis logam berat yang dapat menyebabkankanker paru-paru, kerusakan hati dan ginjal, iritasi, dan gangguan pernapasan, sementarabagi lingkung­an, dapat menyebabkan korosi pada bangunan di pantai dan mengganggu ekosistem.  

“Keberadaan bakau jenis Api-api Putihsebagai reduk­tor, mampu mengurangi kadar krom yang mencemari ekosistem pantai,” ujarnya, di Surabaya, Jawa Timur, Senin (22/10).

Hermanmenemukan bahwa sampel air yang terkon­taminasi krom diPantai Wonorejo, Surabaya, mengalami penurunan yang signifikan setelah diujikan dengan bakau jenis Api-api Putih (Avicennia Marina).

“Tanaman ini ternyata cukup mudah untuk dibudidaya­kan. Pembuatan hutan bakau yang menggunakan bakau jenis Api-api Putih, sebaiknya lebih digalakkan lagi karena sudah teruji secara ilmiah,” pungkasnya. SB/E-3

Tampilkan Semua

Poltek Malang Kembangkan Robot Pengumpul Informasi

Selasa 23/10/2018 | 06:05
A   A   A   Pengaturan Font
MALANG - Politeknik Kota Malang tengah me­lakukan pengembangan robot pengumpul infor­masi perjalanan. Nantinya diharapkan mampu men­jadi penyuplai data untuk para pengambil kebijakan khususnya dalam meng­hadapi era...
Selengkapnya

Peringati Hari Santri

Selasa 23/10/2018 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
Selengkapnya

Dugaan Penyuapan

Selasa 23/10/2018 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita nasional lainnya
beriklan di koran jakarta
Polkam

Perkembangan Kebebasan Pers Indonesia belum Merata

Selasa 23/10/2018 | 04:53
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Tokoh pers Atmakusumah Astraatmadja menilai perkembangan kebebasan pers di Indonesia setelah reformasi 20 tahun lalu belum merata di semua daerah, misalnya di Papua.”Saya kira di daerah perkembangan itu masih belum semaju dalam pikiran para pejabat pemerintah pusat, terutama di Papua, kebebasan persnya masih agak jauh di belakang dibandingkan di Jawa,” kata dia ditemui usai bedah buku terbarunya “Pers Ideal untuk Masa Demokrasi” di Jakarta, Senin (22/10).

Menurut mantan Ketua Dewan Pers itu, kebebasan pers di Jawa paling maju, dapat dilihat dari kebebasan menyampaikan pendapat dan menyampaikan ekspresi.

Sementara di Papua, Papua Barat dan Aceh, wartawan masih takut memberitakan masalah kritis yang terjadi di daerah tersebut. Untuk itu, ia mengajak insan pers nasional di Jakarta membantu mengembangkan kebebasan pers di daerah-daerah tersebut dengan jalan memberitakan masalah kritis yang terjadi di sana. sur/Ant/AR-3

Tampilkan Semua

Raker Komisi IV DPR-KLHK

Selasa 23/10/2018 | 04:49
A   A   A   Pengaturan Font
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar (kanan) mengikuti rapat kerja dengan Komisi IV DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (22/10). Rapat tersebut membahas sejumlah isu aktual seperti pengendalian...
Selengkapnya

Pemerintah Tidak Alergi Kritik

Selasa 23/10/2018 | 04:40
A   A   A   Pengaturan Font
BOGOR – Sekertaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung mengatakan bahwa pemerintah selalu siap menerima kritikan terkait kinerja yang sudah dijalankan selama kurang lebih 4 tahun ini.”Pertama, ini kan sudah masuk masa kampanye....
Selengkapnya

KPU Tak Setuju Debat Capres Digelar di Kampus

Selasa 23/10/2018 | 04:36
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA – Komisi Pemilihan Umum tidak menyetujui usulan Ketua Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak, agar debat calon presiden (capres) dan wakil...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita polkam lainnya
Mondial

Politikus Malaysia Dikecam Kaitkan Gempa Palu dengan LGBT

Rabu 24/10/2018 | 00:00
A   A   A   Pengaturan Font

KUALA LUMPUR - Pemimpin oposisi Malaysia, Ahmad Zahid Hamidi, mendapat kecaman dari berbagai kalangan setelah mengeluarkan pernyataan kontroversial terkait dengan bencana gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah.

Hamidi mengatakan gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah itu merupakan peringatan dari Tuhan karena Indonesia membiarkan praktik lesbian, gay, bisexual, dan transgender (LGBT) di sana. Para menteri Malaysia langsung mengkritik mantan Wakil Perdana Menteri (PM) Malaysia tersebut. Para menteri Malaysia mendesak Hamidi untuk fokus ke isu-isu yang fundamental, seperti korupsi.

Wakil Menteri Perempuan, Keluarga, dan Perkembangan Komunitas, Hannah Yeoh, mengingatkan Hamidi bahwa korupsi merupakan penyakit sosial terbesar di Malaysia saat ini dibandingkan isu LGBT.

“Dari semua isu-isu mendesak yang bisa diangkat pemimpin oposisi @Zahid_ Hamidi, dia memilih ini,” tulis Yeoh lewat akun Twitter-nya. Kecaman juga disampaikan Menteri Pemuda dan Olahraga, Syed Saddiq Syed Abdul Rahman, yang menanyakan nasib apa yang bakal diterima orang yang mencuri uang rakyat.

“Bagaimana dengan mereka yang korup dan bersekongkol dengan orang-orang yang mencuri uang rakyat? Akankah terjadi kemalangan?” tanyanya. Pang Khee Teik, aktivis HAM terkemuka di Malaysia, menyebut komentar Hamidi tersebut “bukti bahwa tiap kali seorang politikus dalam masalah, orang-orang LGBT disalahkan.”

“Lain kali Anda mendengar seorang politikus mengatakan bahwa orang-orang LGBT menyebabkan bencana alam, harap diingat bahwa itu disebabkan kariernya akan tertelan oleh bumi,” cetusnya. Komentar Hamidi tersebut juga menuai kemarahan para netizen.

Seorang pengguna Facebook menyebut komentar Hamidi sebagai “pernyataan bodoh dan tidak bertanggung jawab”. Hamidi, yang merupakan pemimpin sebuah partai Islam yang mendapat sedikit suara dalam pemilu Mei lalu, menyampaikan hal itu bagi parlemen sebagai peringatan atas terus berkembangnya komunitas gay di negara itu.

Pernyataan itu merupakan tekanan terbaru terhadap kaum homoseksual di Malaysia dalam beberapa bulan terakhir, setelah para pejabat, termasuk perdana menteri yang juga menentang hak-hak gay dan lesbian. Sebelumnya, dua lesbian mendapat hukuman cambuk karena melanggar larangan hubungan sesama jenis.

Mantan wakil perdana menteri yang sekarang menghadapi penjara karena kasus korupsi itu mengatakan, terdapat lebih dari seribu orang kaum LGBT dari korban gempa dan tsunami di Palu barubaru ini. “Akibatnya, seluruh daerah itu hancur. Ini hukuman dari Allah,” ujarnya, Selasa (23/10).

Gempa berkekuatan 7,5 skala Ricther dan tsunami menerjang pesisir Palu, Sulawesi, pada 28 September lalu. Lebih dari dua ribu jenazah ditemukan dan diduga kuat lima ribu orang lainnya masih berada di bawah reruntuhan bangunan dan beberapa wilayah yang sulit dijangkau. 

 

AFP/SB/P-4

Tampilkan Semua

Saudi Utus Tim Harimau untuk Bunuh Khashoggi

Rabu 24/10/2018 | 00:00
A   A   A   Pengaturan Font
Saud al-Qahtani, pembantu utama Putra Mahkota Saudi, Mohammed bin Salman, diduga adalah orang yang mengarahkan pembunuhan terhadap Khashoggi. Riyadh - Arab Saudi diduga mengirim tim khusus yang bernama Firqat el-Nemr atau Tiger Squad atau...
Selengkapnya

Tiongkok-Asean Mulai Latihan Militer Maritim

Selasa 23/10/2018 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
BEIJING – Tiongkok dan negara-negara di Asia tenggara telah memulai latihan militer maritim gabungan pada Senin (22/10). Latihan militer gabungan ini bertujuan untuk meredakan ketegangan terkait sengketa perebutan klaim kepemilikan...
Selengkapnya

Korsel-Korut-PBB Bahas Perlucutan Senjata di Perbatasan

Selasa 23/10/2018 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
SEOUL - Korea Selatan (Korsel), Korea Utara (Korut), dan Komando Perserikatan Bangsa-Bangsa, pada Senin (22/10) melakukan pembicaraan kedua menyangkut perlucutan senjata di Wilayah Keamanan Bersama (JSA) di perbatasan kedua...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita mondial lainnya
Ekonomi

Sinergi Pelni-Garuda

Selasa 23/10/2018 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font

Petugas melayani pelanggan di outlet kargo udara GA-Pelni, Tanjung Priok, Jakarta, Senin (22/10). PT Pelni (Persero) menggandeng PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dengan membangun jaringan layanan kargo udara bersama dalam bentuk outlet GA-Pelni di Jakarta, Surabaya, dan Makassar yang diharapkan dapat meningkatkan bisnis kedua BUMN tersebut

Tampilkan Semua

SOSIALISASI TABUNGAN

Selasa 23/10/2018 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
Direktur PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Budi Satria (kiri) mendampingi Direktur Literasi dan Edukasi Keuangan OJK, Horas VM Tarihoran berinteraksi dengan siswa SD untuk menjelaskan tentang tabungan “SimPel” atau...
Selengkapnya

DIREKSI BARU

Selasa 23/10/2018 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
Komut dan Komisaris Independen PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk Yulie Sudargo (kedua kiri) bersama Komisaris Jaka Prasetya, Direktur Utama Hengky Koestanto, dan Direktur dan Direktur Independen Charlie Dungga usai Rapat Umum Pemegang...
Selengkapnya

Asuransi Sinar Mas Bagikan Kartu Perlindungan untuk Petani

Selasa 23/10/2018 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA - Anak usaha PT Sinar Mas Multiartha Tbk. (SMMA), yakni PT Asuransi Sinar Mas (ASM) membagikan Kartu Asuransi Mikro Simas Petani bagi peserta yang mengikuti literasi keuangan yang digelar perusahaan. Pada kegiatan kali ini,...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita ekonomi lainnya
Daerah

Pemkot Terus Entaskan Kemiskinan Rakyat Semarang

Senin 8/10/2018 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font

Perekonomian global yang menunjukkan risiko perlambatan pertumbuhan dalam jangka menengah, mengakibatkan menurunnya nilai mata uang di beberapa negara, termasuk Indonesia. Sejumlah wilayah di Indonesia, mencemaskan hal tersebut, termasuk Kota Semarang.

Kota Semarang menjadi daerah dengan ketimpang­an masyarakat terbesar di Indonesia saat terjadi krisis ekonomi global pada tahun 2008–2009. Namun, Kota Se­marang di era kepemimpinan Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, sejak tahun 2012 berbenah dengan cepat me­lakukan reformasi struktural dengan berbagai kebijakan ekonomi kerakyatan.

Untuk mengetahui apa yang dilakukan untuk mengatasi perlambatan ekonomi di Kota Semarang, wartawan Koran Jakarta, Henri Pelupessy, ber­kesempatan mewawancarai Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, di Semarang, bebera­pa waktu lalu. Berikut petikan wawancaranya.

Perekonomian global menunjukkan risiko perlam­batan pertumbuhan. Apa yang Anda lakukan untuk mengatasi hal tersebut?

Salah satunya dilakukan reformasi struktur konsentrasi ekonomi Kota Semarang. Se­mula dominan di sektor indus­tri menjadi berkonsentasi pada sektor perdagangan dan jasa. Kebijakan menghentikan penambahan kawasan industri di Kota Semarang hingga pe­ngembangan pariwisata.

Reformasi struktural yang kami lakukan menjadi salah satu yang paling tepat di In­donesia. Dengan catatan Gini Rasio 0,31 di tahun 2015, Kota Semarang mampu menjaga kondisi ekonomi lebih stabil dibandingkan kota-kota besar lain.

Bagaimana dengan jumlah penduduk miskin?

Data BPS, terjadi penu­runan angka kemiskinan sempurna (tanpa fluktuasi) dari tahun 2013 sebesar 5,25 persen menjadi 4,62 persen di tahun 2017. Bahkan, indeks keparahan kemis­kinan di Kota Sema­rang tercatat sangat kecil di angka 0,12 persen yang meng­gambarkan ketimpang­an pengeluaran pendu­duk miskin dan kaya semakin kecil.

Untuk per­tama kalinya dalam se­jarah, pada saat bulan Ramadan, infla­si di Kota Semarang justru turun dan harga-harga stabil. Ini membuktikan bagaimana kokoh dan kuatnya ekonomi kami saat ini. Jadi, mari ting­katkan optimisme agar dapat semakin saling menguatkan.

Masyarakat miskin masih susah hidupnya, bagaimana dengan gejolak ekonomi saat ini?

Kalau dikatakan ada orang yang punya usaha lalu gagal atau ada masyarakat miskin yang masih susah hidupnya, ya pasti ada. Angka kemiskinan sebesar 4,62 persen bukan jumlah yang sedikit. Tapi kalau bicaranya semakin banyak atau bertambah, ya tunggu dulu karena datanya tidak begitu dan optimisme harus dibangun.

Kota Semarang akan mewujud­kan diri sebagai daerah poros maritim Indone­sai?

Pelabuhan di Semarang ini nama­nya Tanjung Emas, kalau di Sura­baya namanya Tanjung Perak. Jadi kalau perolehan medali, harusnya Semarang yang jadi juara 1. Sejarah menyebutkan Kota Semarang adalah me­rupakan daerah pusat per­dagangan di Indonesia yang menjadi bagian penting dari aktivitas perdagangan dunia melalui jalur sutra. Sejarah tersebut harus dapat dibangun kembali.

Apa tantangannya untuk mewujudkan hal tersebut?

Untuk menjadi poros maritim di Indonesia, Kota Semarang menghadapi dua tantangan yaitu terkait penataan infrastruktur dan penambahan nilai pemanfaat­an kekayaan laut. Bila dua hal tersebut mampu diupayakan bersama-sama, Kota Semarang akan dapat semakin cepat me­wujudkan diri sebagai daerah poros maritim di Indonesia.

Konon, Kota Semarang ini adalah daerah wilayah maritim yang hebat, namun kenyata­annya hari ini banyak potensi yang belum terbangun baik dari sisi infrastrukturnya mau­pun kekayaan lautnya. Men­jadi tanggung jawab generasi muda, khususnya para siswa untuk bersama dengan kami mengembangkan kemaritimin di Kota Semarang.

Bagaimana dengan pe­ningkatan infrastrukturnya?

Terkait peningkatan in­frastruktur sejumlah upaya dilakukan, di antaranya meng­atasi permasalahan rob dan banjir dengan penataan sistem drainase, pembangunan kolam retensi, normalisasi sungai-sungai, hingga penataan pemukiman di kawasan pesisir Tambak Loro. Terkait peman­faatan kekayaan alam laut, tidak tergarapnya potensi ter­sebut terlihat dari nilai ekspor nonmigas Kota Semarang pada sektor perikanan dan makanan yang nilainya sangat kecil.

Nilai ekspor nonmigas, khususnya Kota Semarang terutama perikanan dan ma­kanan masih kurang karena cara menjual ikan masih sederhana. Maka ke depan­nya, kami butuh pemikiran generasi muda untuk mampu memberikan nilai tambah.

Kenapa Anda rajin me­ngunjungi sekolah-sekolah di Kota Semarang?

Kunjungan itu sebagai upaya meningkatkan fasilitas pendidikan di seluruh Kota Semarang. Mendatangi seko­lah satu per satu akan dapat melihat langsung kondisi nyata di lapangan. Komitmen saya untuk Kota Semarang, antara lain fasilitas pendidikan dan kesehatannya harus prima. Bagi saya, dua sektor tersebut adalah kunci kesejahteraan masyarakat disamping eko­nomi tentu saja.

N-3

Tampilkan Semua

Pemkab Terus Kembangkan Pariwisata di Ponorogo

Senin 1/10/2018 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
   Tahun Baru Islam yang jatuh di bulan Muharam bertepatan dengan awal penanggalan kalender Jawa, yang dimulai dari bulan Suro. Bagi sebagian masyara­kat, satu Muharam atau satu Suro dianggap penting dan sangat lekat...
Selengkapnya

Kembangkan Budaya Bali untuk Tarik Wisatawan

Senin 24/9/2018 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
Selama ini, Provinsi Bali sangat dikenal men­jadi tujuan wisata bagi wisatawan dalam negeri maupun mancanegara. Para wisatawan tersebut ingin menikmati semua keindahan yang ada di Pulau Dewata ini. Berbagai destinasi wisata seperti...
Selengkapnya

Pemkab Jemput Bola Layani Masyarakat Sleman

Senin 17/9/2018 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
Angka kemiskinan di Ka­bupaten Sleman masih di level dua digit, yakni di angka 10,6 persen dari total warga sekitar 1,2 juta. Peme­rintah Kabupaten (Pemkab) Sleman terus berusaha untuk menurunkan tingkat kemis­kinan dengan...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita daerah lainnya
Properti

Serahkan Bantuan

Senin 22/10/2018 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

Staf biro CSR Semen Indonesia Chusnul Zaini (kiri) memberikan bantuan di Kantor Kecamatan Gayam, Pulau Sapudi, Sumenep Jawa Timur, Kamis (18/10). PT Semen Indonesia (Persero) Tbk melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) menyerahkan bantuan 1.000 zak semen untuk keperluan rekonstruksi bangunan bagi korban bencana gempa di kawasan tersebut.

Tampilkan Semua

Perusahaan “Joint Venture” Kebut Proyek Tower

Senin 22/10/2018 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
BPJS Kesehatan dan PT PP resmi memiliki sebuah tower yang memiki 33 lantai dan telah menyelesaikan topping off. Pencakar langit bernama Social Securyty Tower ini merupakan proyek joint venture kedua perusahaan dengan menelan investasi...
Selengkapnya

Perbankan Permudah Skema Kredit Hunian untuk Atlet

Senin 22/10/2018 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Sejalan dengan komitmen menyukseskan Program Satu Juta Rumah dan mendukung kesejahteraan para atlet nasional, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. menggelar kemitraan dengan Komite Olimpiade Indonesia (KOI). Lewat kemitraan tersebut,...
Selengkapnya

Mendorong Generasi Milenial di Bisnis Properti

Senin 22/10/2018 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Kehadiran generasi milenial di industri properti sangat dibutuhkan. Mereka dapat memberikan inovasi yang tepat untuk pengembangan dan pemasaran produk hingga akses pembiayaan. Generasi milenial menjadi generasi yang dilirik untuk...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita properti lainnya
Telko

CEO Talks

Selasa 23/10/2018 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

COO Bukalapak Willix Halim (kiri) bersama CEO Mandiri Capital, Eddi Danusaputro (tengah) dan CEO at GDP Venteru Martin Hartono(kanan) menyampaikan pandangan saat menghadiri acara CEO Talks: Venteru Capital and Its Interest di Epecentrum Jakarta, Jumat (18/10). CEO Talks diharapkan dapat membantu para startup meraih tujuan awal mereka agar kesempatan berbisnis lewat startup semakin berkembang positif sehingga menyumbangkan prestasi dan meningkatkan nilai ekonomi Indonesia.

Tampilkan Semua

Dirilis, Ponsel Murah Android Oreo Edisi Go

Selasa 23/10/2018 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Bersama dengan Axis, SPC Mobile membundel ponsel bernama “Hyphone” dengan paker data. Ponsel dangan Android Oreo edisi Go yang ringan ini, dirancang untuk bisa melakukan selancar internet, game, dan chatting dengan...
Selengkapnya

Aplikasi Cerdas Pengenal Wajah dan Mobil

Selasa 23/10/2018 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Dengan teknologi big data, dan kecerdasan buatan gambar video mampu diolah menjadi informasi berguna. Perusahaan rintisan lokal menciptakan platform untuk mendukung sistem keamanan kota pintar. Perpaduan teknologi big data dan...
Selengkapnya

AC Pintar yang Hemat Daya

Selasa 23/10/2018 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Pilihan penyejuk ruangan yang hemat energi namun juga cerdas menjadi tuntutan masyarakat di jaman digital. LG Electronis Indonesia mengeluarkan seri Dual Cool with Watt Control, yang dilengkapi dengan fitur SmartThinQ, untuk kendali...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita telko lainnya
Otomotif

Makin Ngebut dengan Desain Baru Aerodinamika

Rabu 17/10/2018 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

Yamaha telah resmi merilis seri terbaru dari Yamaha R25 dan R3. Dengan acara peluncuran bertajuk R1 20th Anniversary “We Are R” Global Launching, sekaligus menjadi ajang perayaan dari ulang tahun ke 20 Yamaha R1. Tema “We Are R”, diusung karena Yamaha berhasil dalam melahirkan Yamaha seri R.

“PT. Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) adalah satu-satunya pabrik yang memproduksi R25 dan R3 sejak kami menjualnya pertama kali pada Juli, 2014,” kata Presiden Direktur Director & CEO PT Yamaha Indonesia Motor Minoru Morimoto. Menurut Minoru, Yamaha R25 dan R3 generasi terbaru tampil lebih sporty dengan desain anyar bertemakan “Super Sport Desain.”

Motor ini terinspirasi dari YZR-M1, desain body Yamaha R25 generasi terbaru memiliki aerodinaka tinggi yang dapat meningkatkan performa berkendara. Dengan R25 dapat melaju lebih kencang 8 kilometer per jam pada kecepatan puncak (top speed) dari model sebelumnya.

Peningkatan berforma tercipta berkat penggunaan sirip-sirip tambahan yang menambah aerodinamis motor itu Pada bagian lampu depan dan belakang juga sudah mengadopsi full LED yang menjadikan sistem pencahayaan menjadi lebih terang, efisien serta tahan lama. Bagian cockpit turut di desain menyerupai Yamaha R1 mulai dari bentuk speedometer full digital hingga gaya stang under yoke dengan plat crown segitiga yang memiliki beberapa kisi lubang diatasnya.

Pengaplikasian fitur suspensi Up Side Down (USD) pada kedua motor diklaim tidak hanya menambah macho tampilan motor tetapi turut meningkatkan handling yang membantu dalam agresifitas serta kenyamanan berkendara.

“Hal ini sesuai dengan konsep “Riding The R Anytime” yang diusung oleh Yamaha R25 dan R3 generasi terbaru,” tambah Minoru. Yamaha R25 sendiri dibanderol pada harga 58,600 juta untuk tipe yang biasa dan 58,950,000 untuk tipe Movistar Livery. Sementara untuk seri R3 Yamaha belum mengeluarkan harga secara resmi. hay/E-6

Tampilkan Semua

Desain Brio Baru Lebih Sporti

Rabu 17/10/2018 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Generasi kedua Honda Brio akan menambah marak persaingan di segmen hatcback. All New Honda Brio ini merupakan model yang dikembangkan melalui survei terhadap kebutuhan konsumen, terutama di Indonesia. Model yang terdiri dari varian RS...
Selengkapnya

Coupe Empat Pintu yang Tetap Elegan

Rabu 17/10/2018 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Desain mobil coupe yang elegan dan sporty menjadi pilihan pembeda dengan model lain. Dengan fitur kenyamanan yang lengkap coupe mampu memanjakan penggunanya. Selain menawarkan mobil terbaru New A Class, Mercedes Benz juga mengusung...
Selengkapnya

Inisiasi Program SATU Indonesia Awards

Rabu 10/10/2018 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Co-Chairman IdeaFest, Ben Soebiakto (kedua dari kanan) berbincang bersama Head of  Corporate Communications PT Astra International Tbk, Boy Kelana Soebroto (kedua dari kiri)  bersama official partners lainnya usai memberikan...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita otomotif lainnya
beriklan di koran jakarta
Olahraga

NBA Hukum Ingram, Rondo, dan Chris Paul

Selasa 23/10/2018 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

LOS ANGELES - Bran­don Ingram dan Rajon Rondo dari Los Angeles Lakers, serta Chris Paul dari Houston Rockets di­jatuhi skorsingg oleh NBA, Minggu waktu setempat atau Senin (22/10) WIB, kare­na terlibat perkelahian.

Ingram dilarang bertand­ing untuk empat pertanding­an tanpa bayaran, Rondo tiga pertandingan tanpa bayaran dan Paul dihukum skorsing dua pertandingan, juga tanpa bayaran. Dalam pertanding­an yang rusuh tersebut, ketika pertandingan tersisa 4:13 menit saat Rockets unggul 109-108.

Rekaman video memperli­hatkan Rondo meludah di wa­jah Paul. Paul kemudian men­garahkan jarinya menunjuk ke arah wajah Rondo. Adalah Rondo yang pertama kali me­lancarkan pukulan yang me­ngenai pipi kanan Paul yang kemudian dibalas pukulan oleh Paul.

Ingram pun kemudian melibatkan diri dengan melepaskan pukulan ke arah Paul. Ingram, Paul dan Rondo semuanya dikeluarkan dari lapangan akibat perkelahian itu.

Wakil presiden NBA Kiki VanDeWeghe ikut menjadi saksi keributan di Staples Cen­ter di Los Angeles itu kemudian mengeluarkan pengumuman pada Minggu yang berbunyi: “Ingram dihukum skorsing karena secara agresif melibat­kan diri dalam perkelahian dengan melepaskan pukulan ke arah Paul, melawan wasit dan memperlihatkan sikap ti­dak bersahabat dengan guard Rockets James Harden.

“Rondo dihukum karena ikut memicu perkelahian fi­sik, meludah dan melepaskan pukulan ke arah Paul. Paul dihukum karena melakukan gerakan yang mengenai wajah Rondo, dan melepaskan puku­lan.” AFP/S-2

Tampilkan Semua

“Minions” Bidik Gelar di Prancis Terbuka

Selasa 23/10/2018 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
ODENSE - Atlet bulu tangkis ganda putra Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fer­naldi Gideon, atau akrab disapa pasangan Minions, sukses mere­but gelar juara Denmark Terbuka pada 2018 setelah gagal meraih gelar pada...
Selengkapnya

Dovizioso Akui Marquez Layak Jadi Juara Dunia

Selasa 23/10/2018 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
MOTEGO – Pembalap Ducati, Andrea Dovizioso, menilai rivalnya pembalap Repsol Honda, Marc Marquez memang layak men­jadi juara dunia MotoGP 2018. Pada MotoGP Jepang di sirkuit Motegi, Minggu (21/10) siang WIB kemarin,...
Selengkapnya

Pliskova Kalahkan Wozniacki di WTA Finals

Selasa 23/10/2018 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
SINGAPURA - Petenis Republik Ceko, Karolina Pliskova, mengandalkan kepiawai­annya dalam pukulan servis keras untuk men­galahkan juara bertahan Carolina Wozniacki 6-2 6-4 pada pertandingan pembukaan Grup Putih turnamen tenis WTA...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita olahraga lainnya
Kolom

Menjaga Inflasi Tetap Rendah

Selasa 23/10/2018 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

Oleh Dr Nugroho SBM, MSi

 

Salah satu tujuan kebijakan ekonomi makro, khususnya moneter, adalah menjaga inflasi tetap rendah yang menjadi tugas utama Bank Indonesia (BI) dibantu pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha. Inflasi yang tinggi mempunyai beberapa dampak negatif, di antaranya menggerogoti daya beli masyarakat, khususnya berpenghasilan rendah. Ini akan menurunkan kesejahteraan dan meningkatkan kemiskinan.

Inflasi tinggi biasanya juga akan diikuti depresiasi atau penurunan nilai tukar mata uang domestik terhadap mata uang asing. Ini menyebabkan dampak ikutan berupa kenaikan harga barang-barang impor dan beban pembayaran cicilan serta bunga utang luar negeri, tanpa tambahan utang baru.

Inflasi tinggi akan mendorong ketidakstabilan ekonomi. Selanjutnya. mendorong para spekulan bermain untuk mencari keuntungan pribadi. Selain itu, bisa mengancam kredibilitas pemerintah sampai bisa-bisa bahkan melengserkan rezim berkuasa. Ini dialami Orde Lama di bawah Soekarno yang jatuh gara-gara (tahun 1965) inflasi mencapai 600 persen. Harga-harga naik enam kali lipat. Soeharto juga jatuh karena krisis moneter dan ekonomi yang salah satu indikatornya tingginya tingkat inflasi mencapai 54,54 persen.

Inflasi tinggi memperparah ketimpangan pemerataan atau distribusi pendapatan dan membuat orang kaya makin kaya, yang miskin tambah terperosok. Orang kaya biasanya mempunyai beberapa jenis ase. Beberapa di antaranya, justru nilainya naik saat inflasi tinggi seperti tanah dan bangunan. Sementara itu, orang miskin biasanya hanya mempunyai uang tunai yang nilainya justru makin anjlok.

Tiga tahun terakhir, BI telah berhasil menjaga inflasi tetap rendah. Realisasi inflasi 2015 pada level 3,35 persen, 2016 (3,02), 2017 (3,61), dan 2018 ditargetkan 3,18 persen. Inflasi rendah lebih baik daripada deflasi atau penurunan harga karena merangsang dunia usaha lebih produktif guna meningkatkan keuntungan. Sedangkan, deflasi atau penurunan harga justru tidak baik karena biasanya merupakan indikator penurunan daya beli.

Ada beberapa faktor BI dan pemerintah berhasil menjaga inflasi tetap rendah. Di antaranya, BI tetap independen dalam melaksanakan kebijakan moneter. Artinya, BI bebas menggunakan alat atau piranti kebijakan moneter untuk mengendalikan inflasi, tanpa intervensi pemerintah maupun DPR. Kemudian, terjadi koordinasi yang baik antara pemerintah dan BI seperti dalam menentukan target inflasi. Koordinasi ini membuat target inflasi lebih realistik dan memungkinkan koordinasi antara kebijakan moneter dan fiskal bisa berjalan baik.

Selain itu, inflasi daerah bisa terjaga dengan baik sehingga akumulasinya secara nasional juga rendah berkat kerja secara efektik Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Tim terdiri dari BI, Dinas Perdagangan, BPS, dan kepolisian. Instrumen baru BI yang diberlakukan sejak Agustus 2016 tentang BI 7 Days Repo Rate yang menggantikan BI Rate ternyata – di luar dugaan banyak pihak efektif mencapai target-target kebijakan moneter, termasuk inflasi.

 

Tantangan

Namun prestasi BI menjaga inflasi tetap rendah tersebut akan mendapat tantangan serius di tahun depan dengan target 3,5 persen plus minus 1 persen. Dalam jangka menengah sampai 2021, inflasi dipatok lebih rendah, yaitu 3 persen plus minus 1 persen. Tahun 2019 akan dilaksanakan pilihan presiden (pilpres) dan juga lesgislatif (pileg). Dalam perhelatan tersebut bisa saja ada berbagai faktor pendorong inflasi karena pertambahan jumlah uang beredar. Antara lain, pengeluaran besar-besaran calon presiden dan wakil serta para calon anggota legislatif untuk kampanye. Pengeluaran ini selain mempertinggi pertumbuhan ekonomi, juga bisa mendongkrak inflasi.

Kebijakan fiskal yang dilakukan juga bisa “tergoda” untuk pengeluaran-pengeluaran yang populis seperti untuk berbagai bantuan sosial agar masyarakat bersimpati pada petahana. Kemudian, pengeluaran untuk menjaga keamanan pemilu, apalagi bila terjadi kerusuhan biayanya lebih besar.

Lalu, dari sisi moneter, bank-bank pemerintah juga bisa terpaksa mengucurkan kredit berlebihan untuk mendukung petahana sehingga menyebabkan pertambahan uang beredar yang akan mendorong tingkat inflasi lebih tinggi. Perlu diingat, dalam peristiwa-peristiwa besar termasuk politik, para spekulan sering bermain. Caranya, menimbun barang untuk meraih keuntungan. Ini akan menyebabkan harga-harga naik yang berarti menaikkan inflasi.

Maka, agar inflasi tetap terjaga rendah BI harus tetap menjaga independensi dalam melaksanakan kebijakan monter. BI harus dengan tegas dan independen mengendalikan jumlah uang beredar, jika perlu menjalankan kebijakan uang ketat. Pemerintah hendaknya juga mengerem “nafsu” untuk melaksanakan kebijakan fiskal populis guna menarik simpati rakyat. Sebab buntutnya menyebabkan inflasi naik, sehingga justru merugikan rakyat.

Bank-bank pemerintah juga harus menjaga kehati-hatian dalam pemberian kredit agar tidak berlebihan. Para capres dan cawapres hendaknya menjaga agar berkampanye yang menyejukkan supaya tidak menimbulkan ketegangan. Masyarakat juga harus bersikap dewasa dalam menghadapi pilpres dan pileg. Berbeda pilihan boleh, tetapi jangan sampai menimbulkan kerusuhan. Untuk memberantas para spekulan yang senang menimbun barang, TPID hendaknya sering melakukan inspeksi mendadak. Spekulan hendaknya ditindak secara tegas.


Penulis Dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Undip Semarang

Tampilkan Semua

Empat Tahun Jokowi-JK

Selasa 23/10/2018 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Pemerintahan Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla (JK) telah berjalan empat tahun, dan kini pasangan yang memenangkan Pilpres 2014 itu masih tersisa selama satu tahun lagi. Banyak capaian. Sebaliknya, masih banyak program dan janji kampanye...
Selengkapnya

CSR Bukan Lagi Sekadar Program Amal

Selasa 23/10/2018 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Judul : Corporate Social Initiative Penulis : Lis Hendriani dan Godo Tjahjono, PhD Penerbit : Swasembada Tebal : 203 halaman   Berbagi kebaikan dengan masyarakat sekitar telah menjadi kewajiban perusahaan-perusahaan. Inilah...
Selengkapnya

“Post-Truth” dan Tugas Santri

Senin 22/10/2018 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Oleh Mohammad Farid Fad   Akhir-akhir, ini jantung dibuat sesak oleh akrobat hoaks yang secara vulgar dipertontonkan di tengah deraan keprihatinan ribuan korban gempa bumi dan tsunami Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, pada Jumat...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita kolom lainnya
Rona

Ratna Listy "Cantik Bukan Hanya Soal Fisik"

Selasa 23/10/2018 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

Artis Ratna Listy boleh dibilang salah satu selebritas yang konsisten dalam menjaga kebugaran dan kecantikan. Di usianya yang sudah berkepala empat, penyanyi dan presenter ini kerap tampil bugar dan cantik di se­tiap kemunculannya di publik. Meski belakangan ini para artis tak sedikit yang menjalani operasi plastik demi mendapatkan kecantikan, Ratna mengaku tak ingin sampai menjalani proses itu. Ia lebih memilih perawatan kecantikan yang tanpa operasi pada saat mengunjungi sebuah klinik kecantikan.

Ternyata, selain ingin tampil cantik alami, Ratna juga tak ingin merogoh kocek terlalu dalam untuk biaya operasi plastik. "Mahal ya, mending buat biaya sekolah anak. Kecantikan wanita itu kan bukan hanya dari luar aja," ujar Ratna Listy saat menghadiri acara berbagi kasih dengan anak-anak yatim, di Klinik Kecantikan Queen Beauty, di bilangan Sunter, Jakarta Utara, baru-baru ini.

Ratna mengatakan banyak cara agar seorang perempuan itu bisa selalu tampil cantik tanpa harus mengeluarkan biaya fantastis. Meski ia pun pernah ditawari operasi plastik gratis alias tak dipungut biaya, namun Ratna selalu meno­lak melakukan hal itu. Pasalnya ia memang ingin tampil cantik secara alami dan apa adanya. "Ada sih yang nawarin gratis. Tapi ya biar kayak gini aja cantik alami, cukup olahraga rutin. Badan dijaga aja tetap bugar dan kelihatan cantik," kata penyanyi asal Madiun, Jawa Timur ini.

Ratna pun menyebut, salah satu kecantikan perempuan dari dalam diri adalah dengan berprilaku baik dan positif. Dengan kebaikan, maka aura positif pun akan muncul secara otomatis bagi si perempuan. "Cantik kan bukan soal fisik aja ya. Wanita itu kalau baik, positif, pintar, akan terlihat cantik kok," tambah Ratna.

Tak heran, Ratna memang boleh disebut se­bagai salah satu artis yang sangat aktif dan peduli terhadap sosial. Seperti halnya saat ia terlibat di kegiatan yang dihelat oleh Queen Beauty Clinic Sunter tersebut. Ratna terli­hat senang menghibur anak-anak yatim untuk membuat mereka gem­bira dan senang, hingga melupakan kesedihan yang mereka alami lan­taran hidup tanpa kasih sayang orangtua. yzd/S-1

Tampilkan Semua

“Smart Window” Memanfaatkan Energi Surya

Selasa 23/10/2018 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Peneliti mengembangkan sebuah metode pendingin ruangan yang terdiri dari polimer elektrokromik, yang mengendalikan warnanya, dan dapat dioperasikan hanya dengan menggunakan tenaga yang diproduksi oleh sel surya. Teknologi jendela pintar...
Selengkapnya

Kamera Termal “Drone” Pendeteksi Panas Tidak Wajar

Selasa 23/10/2018 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Saat ini drone terbagi menjadi tiga kategori, yaitu drone untuk militer, drone untuk industri, dan drone untuk kelas konsumer. Masing-masing memiliki spesifikasi tersendiri tergantung regulasi, de­ngan kemampuan berbeda-beda. Salah...
Selengkapnya

Nadia Purwoko Harap Doa dan Dukungan dari Masyarakat

Selasa 23/10/2018 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Kontes kecantikan Miss Grand Interna­tional 2018 tengah berlangsung di Myanmar. Puluhan wanita cantik dari berbagai negara sedang men­jalani masa karantina. Puncaknya, pada 25 Oktober mendatang akan masuk pada sesi malam grand...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita rona lainnya
beriklan di koran jakarta
Megapolitan

Akhir 2018, Proyek ITF Dimulai

Selasa 23/10/2018 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

Peletakan batu pertama fasilitas ITF Sunter memberi kepastian pengolahan sampah segera dimulai di Jakarta.

 

JAKARTA - Fasilitas pengelolaan sampah Intermediate Treatment Facility (ITF) di Sunter, Jakarta Utara, akan mulai dibangun dengan peletakan batu pertamanya (groundbreaking), pada Desember 2018.

“Jadi insya Allah, bulan Desember akhir tahun kita bisa groundbreaking ITF di Sunter. Mudah-mudahan nanti bisa mengelola kapasitasnya 2.200 ton perhari. Jadi, harapannya sebagian kita akan mulai,” kata Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan, di Jakarta, Senin (22/10).

Diharapkan, kata Anies, pengelolaan sampah terpadu ini akan menjadi alternatif pembuangan sampah ibu kota selain Bantargebang dan membantu beban Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) yang berlokasi di Bekasi, Jawa Barat, tersebut yang sehari menampung sekitar 7.000 ton sampah.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI, Isnawa Adji, mengatakan peletakan batu pertama fasilitas ITF Sunter yang memberikan kepastian fasilitas itu akan segera dimulai di Jakarta, diperkirakan akan bisa menghasilkan listrik 35 megawatt dari pengolahan sampah sebanyak 2.200 ton per hari.

Selain di Sunter, Pemprov DKI berencana membangun dua atau tiga fasilitas ITF lainnya di Jakarta dan saat ini kajian pembangunan ITF di lokasi lain, masih dikaji.

ITF adalah tempat pengolahan sampah dalam kota yang dinilai cepat dan ramah lingkungan. Sistem pengolahan sampah pada ITF menggunakan mesin pembakaran sampah bersuhu tinggi.

Polemik Pengolahan sampah Ibu Kota ini sendiri sempat menjadi polemik antara Pemprov DKI Jakarta dengan Pemkot Bekasi, Jawa Barat akibat dana hibah kemitraan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang yang disebut Pemkot belum dibayarkan sejumlah 2,09 triliun rupiah yang akan dipergunakan untuk membantu meneruskan proyek pembangunan Flyover atau Jalan Layang Cipendawa, Jalan Layang Rawa Panjang yang akan digunakan sebagai jalur truk sampah dari Ibu Kota, juga untuk pembebasan lahan Jalan Siliwangi.

Sementara pihak Pemprov DKI sendiri mengaku sudah memenuhi kewajibannya yakni membayarkan dana hibah ke Pemerintah Kota Bekasi.
Tidak bertemunya permasalahan ini berbuntut penahanan belasan truk sampah DKI Jakarta oleh Pemkot Bekasi beberapa hari lalu hingga akhirnya pada Senin, dua pemimpin daerah tersebut bertemu dan membicarakan masalah ini di Balai Kota Jakarta.

 

Rawan Penyelewengan

Sementara itu, Koordinator Investigasi Center for Budget Analysis (CBA), Jajang Nurjaman menilai dana hibah ke Pemerintah Kota Bekasi atas peruntukkan kompensasi tempat TPST rawan pemilih pengguna dana.

“Penggunaan dana 194 miliar rupiah itu, kita temukan indikasi korupsi, dan sudah dilimpahkan ke kejari kota Bekasi. Memang harus ada evaluasi dulu terkait penggunaan dana hibah dari DKI, karena rawan diselewengkan,” ujar Jajang Nurjaman.

Tahun 2017, ungkapnya, Pemkot Bekasi mendapatkan “uang bau” dari Jakarta sebesar 316 miliar rupiah. Dana ini digunakan untuk pembangunan infrastruktur jalan, serta program pemberdayaan masyarakat di sekitar Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang. Namun, pihaknya menemukan banyak kejanggalan yang bisa merugikan keuangan negara.

“Sedikitnya ada delapan proyek infrastruktur yang dijalankan Pemkot Bekasi tahun 2017. Tujuh melalui dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), satu melalui Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air yang diduga bermasalah. Untuk anggarannya sendiri, total menghabiskan uang sebesar 146,9 miliar lebih rupiah,” katanya. 

 

Ant/P-5

Tampilkan Semua

DKI Tunggu BNNP Menutup Diskotek Old City

Selasa 23/10/2018 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI masih menunggu surat resmi BNN Provinsi DKI untuk menjatuhkan hukuman pada Diskotek Old City, Kali Besar Barat, Tambora, Jakarta Barat, terkait penemuan narkoba di lokasi itu. “Tadi kan...
Selengkapnya

“Skybridge” Beri Kenyamanan Penumpang Kereta

Selasa 23/10/2018 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA - PD Pembangunan Sarana Jaya akan menghubungkan Jembatan Penyeberangan Multiguna (JPM) dengan Stasiun Tanah Abang sehingga akan meningkatkan kenyamanan dan kemudahan akses bagi penumpang kereta di Stasiun Tanah Abang, Jakarta...
Selengkapnya

Dana Kemitraan Itu Bukan Kewajiban DKI

Selasa 23/10/2018 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Polemik pengelolaan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, kembali berulang. Armada pengangkut sampah milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ditahan dengan beragam alasan. Untuk mengetahui lebih lanjut hal ini,...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita megapolitan lainnya
Kupas

Andalkan Impor Devisa Terkuras

Jumat 19/10/2018 | 02:00
A   A   A   Pengaturan Font
Menyambut Hari Pangan Sedunia, masih banyak problem pangan di Indonesia terutama masih dominannya impor dalam pemenuhan pangan nasional.

Selain itu, dunia hari ini juga dihadapkan pada persoalan degradasi kualitas lingkungan hidup dan juga perubahan iklim yang membuat pemenuhan pangan di masa depan terancam.

Untuk mengupas masalah ini, Koran Jakarta mewawancarai Guru Besar Fakultas Pertanian UGM, Masyhuri. Berikut petikannya.

Apa catatan utama peringatan Hari Pangan Sedunia tahun ini?

Ada isu nasional, ada isu global. Ada makro dan mikro. Isu nasional masih tetap soal swasembada pangan, sementara isu internasional adalah isu lingkungan dan pertanian berkelanjutan.

Untuk swasembada pangan, secara makro swasembada sebagai target Presiden Jokowi, ternyata tidak tercapai. Beras impor, jagung, kedelai, gula, dan masih banyak lagi semua impor. Impor gandum juga makin naik. Sehingga devisa kita terkuras dan kita makin jauh dari ketahanan dan kedaulatan pangan.

Lalu, kondisi petani?

Secara mikro kehidupan petani masih di bawah kemiskinan. Desa masih jadi pusat kemiskinan, lebih banyak daripada kota. Kesenjangan di desa juga makin curam. Nilai tukar petani tidak meningkat. Luas lahan yang dipunyai petani tidak meningkat.

Sebagai akademisi itulah yang jadi keprihatinan kita. Tidak jelas mau bagaimana ini persoalan pangan negara kita.

Di tingkat dunia, kita sudah dipaksa berpikir soal lingkungan, padahal produktivitas masih bermasalah?

Betul. Karena kondisi lingkungan yang buruk juga mengancam penyediaan pangan dunia. Padahal, penduduk dunia bertambah. Maka memang tren dunia mengarah ke pertanian organik yang dipandang lebih sustain menghadapi masa depan. Dunia hari ini berpikir kualitas lingkungan dari sisi pertanian maupun energi karena dua itu berkontribusi terhadap kerusakan lingkungan.

Nah, kita harus bagaimana?

Ada beberapa isu utama. Isu sawit misalnya, pada beberapa hal kita dirugikan oleh isu lingkungan karena dengan isu itu sawit kita nggak bisa masuk ke Eropa. Padahal, kalau kita lihat pesaing sawit ini kan kedelai. Kedelai sebenarnya menghadapi isu lingkungan yang lebih besar karena daya serap air kedelai rendah, lebih rendah dari sawit. Namun, karena pengembang kedelai Amerika ya kita kalah kampanyenya.

Tapi, di sisi lain sawit di dalam negeri dan juga oleh negara-negara tetangga tiap musim kemarau tiba juga dituding menyebabkan kebakaran hutan. Artinya apa, artinya perlu ada negosiasi yang pas antara isu produktivitas dengan isu lingkungan demi masa depan negeri ini.

Menghadapi isu baru, seperti relasi pertanian dan lingkungan hidup yang makin erat itu, apakah perlu perubahan kurikulum di kampus Pak?

Pak Jokowi sudah minta sejak tiga tahun lalu untuk adanya perubahan kurikulum merespons perubahan dunia. Tapi itu semua kan tergantung Menristekdikti. Baru-baru saja Presiden kembali ingatkan, tapi kalau Menristekdikti nggak merespons ya susah bagi kampus berubah.

Secara khusus, bagaimana perkembangan pertanian organik kita?

Pertanian organik kita terkendala dengan market nasional yang masih terlalu kecil. Jadi, memang belum terlalu menarik bagi petani maupun para pelaku pasar pangan. 

 

eko sugiarto putro/AR-3

Tampilkan Semua

Kepala Daerah Korupsi Lebih karena Mental Pribadi Mereka

Rabu 17/10/2018 | 02:00
A   A   A   Pengaturan Font
Kepala daerah kena jerat kasus korupsi seperti tiada henti. Baru saja Wali Kota Pasuruan kena operasi tangkap tangan, dalam jeda waktu singkat, giliran Bupati Malang yang harus berurusan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kini,...
Selengkapnya

Bawaslu Akan Awasi secara Ketat Para Kandidat yang Kunjungi Pesantren

Selasa 16/10/2018 | 02:00
A   A   A   Pengaturan Font
Sejak 23 September 2018 hingga 13 April 2019, peserta pemilu baik partai politik, calon perseorangan dan calon presiden dan wakil presiden sudah dapat melakukan kampanye politik. Namun, sejumlah hal justru terjadi, semisal muncul friksi...
Selengkapnya

Harus Ada Pos Penanganan Bencana di APBD

Rabu 10/10/2018 | 02:00
A   A   A   Pengaturan Font
Kementerian Dalam Negeri telah menurunkan tim pendampingan ke wilayah terdampak gempa di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng). Tim yang diturunkan selain untuk melakukan pendataan berapa aparatur pemerintahan yang meninggal, juga mendata...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita kupas lainnya
beriklan di koran jakarta
Edisi Weekend

Gagalnya Jurus Rambut Petai

Sabtu 20/10/2018 | 06:30
A   A   A   Pengaturan Font
CATATAN ARSWENDO

 

Sandiaga Salahuddin Uno, yang sebelumnya lebih dikenal sebagai pengusaha, investor, bergegas ketika meloncat ke dunia politik.

Meloncat dengan cepat menduduki wagub DKI, dan meloncat lebih jauh, kini sebagai cawapres, calon wakil presiden, berpasangan bersama Prabowo Subianto.

Dalam usia masih muda, 49 tahun, sejak awal meyakinkan diri dan berusaha meyakinkan pendukung atau bukan pendukung.

Bahkan sejak awalnya, ketika menjadi cawapres dengan “mahar” 500 miliar. Atau apa pun namanya, yang segera dibantah, diluruskan.

Jurus ini dipakai secara sadar, dan dengan cerdas dimainkan terus menerus. Kontroversi mengiringi, sejak dikelompokkan sebagai santri, kemudian sebagai ulama.

Jurus ini tidak memerlukan jawaban ya atau tidak, atau bagaimana kriterianya, apa definisinya, melainkan ada pembicaraan, ada “kegaduhan”, dan nama cawapres yang tadinya tak dikenal, menjadi topik pembicaraan.

Sekarang ini tak ada yang bertanya: Dia siapa? Yang mana? Kini kita tahu bahwa dia sudah dibicarakan terus.

Itulah jurus ketika melontarkan ucapan bahwa “tempe setipis kartu ATM”, atau juga “uang 100k hanya dapat bawang dan cabe di pasar”, sampai dengan wajah oplosan dibilang penganiayaan, dan niatan menuntut Ratna Sarumpaet, lalu dicabut.

Yang penting bukan apakah ada tempe setipis kartu ATM, melainkan semua membicarakan, menjawabi.

Juga arti 100k, atau makan siang di Jakarta lebih mahal dari makan siang di Singapura. Yang terjadi di pasar terminal daerah Subang, juga sama. Dia menggunakan petai sebagai rambut.

Dan bercanda membalas cuitan Andi Arief yang mengatakan Prabowo malas kampanye. Dia menunjukkan terus kampanye sampai “rambutnya hijau”. Tak ada hubungan rambut hijau dengan kampanye.

Tak ada hubungan dengan petai atau baunya.Tak ada. Tapi, Sandi mengenakan petai sebagai rambut, menjadi gambar yang menarik. Yang memaksa orang menonton, membaca, menggeleng- geleng, atau bertanya-tanya.

Atau kagum. Yang pasti masuk dalam pembicaraan. Itu menjadi bagian yang dimauinya, dan orang melupakan janjinya yang akan memperbaiki pasar, yang akan membuat pasar ramai.

Masyarakat bahkan melupakan bahwa memperbaiki pasar dan mendatangkan pembeli adalah bagian dari Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI), di mana ia menjadi ketua umumnya. Pembicaraan ramai, dan berkesinambungan.

Namanya terus bergema, diomongkan. Sampai ketika bertabrakan dengan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti. Saat ia kampanye di pelelangan ikan Indramayu, menerima keluhan soal izin kapal beroperasi.

Ia langsung menggemakan. Di sinilah fatalnya ketika berhubungan dengan data dan fakta. Adalah Bu Susi yang menjelaskan dengan marah, tentang izin jenis kapal dan bagaimana pengurusannya, yang tidak merugikan nelayan.

Sampai di sini jurus “rambut petai” yang sasarannya dibicarakan, mentok. Dia bertabrakan dengan realitas di laut yang tata krama dan tata nilai sudah dan masih berlaku.

Apakah ini akhir dari jurus “rambut petai”? Rasanya tidak, karena memang jurus ini masih dinilai ampuh untuk menaikkan popularitas – yang artinya tetap dalam percaturan.Meskipun soal popularitas tidak sendirinya identik dengan pemilihan.

Tapi, kejanggalan begini belum ada tempatnya, karena ditindih dengan keramaian, keributan, yang karena itu kita masih akan melihat dan mendengar variasi dari “rambut berpetai”, tempe tipis, harga bawang dan cabe, dan apa saja yang bisa dikontroversikan. Sampai pilpres tahun depan.

Tampilkan Semua

Pustanto

Sabtu 20/10/2018 | 02:00
A   A   A   Pengaturan Font
Berdirinya Galeri Nasional Indonesia merupakan salah satu wujud upaya pembangunan Wisma Seni Nasional atau Pusat Pembangunan Kebudayaan Nasional yang telah dirintis sejak tahun 1960-an. Sekarang di Galeri Nasional Indonesia disimpan,...
Selengkapnya

Dikembangkan, Teknologi Jaket Ski yang Nyaman Buat Atlet

Sabtu 20/10/2018 | 02:00
A   A   A   Pengaturan Font
Manusia merupakan mahluk berdarah panas. Jika kondisi terlalu panas, manusia memiliki mekanisme untuk menurunkan suhu tubuhnya. Yakni melalui kelenjar keringat. Namun, sebuah evolusi belum tentu mengakomodasi tentang olahraga musim...
Selengkapnya

Stiker Pintar Pemantau Kesehatan secara “Realtime”

Sabtu 20/10/2018 | 02:00
A   A   A   Pengaturan Font
Para peneliti Purdue University, Amerika Serikat, berhasil mengembangkan sebuah perangkat elektronik yang bermanfaat untuk kepentingan medis yang disebut stiker pintar. Perangkat ini dapat dikenakan dan dengan mudah juga dapat dipasang...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita edisi weekend lainnya
beriklan di koran jakarta